Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 27 April 2026
Trending
  • 5 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pebisnis Pemula
  • Shio Beruntung Hari Ini: 5 Shio Penuh Keberuntungan 21 April 2026
  • Kebiasaan harian untuk kulit sehat, cerah, dan alami
  • Profil dan Biodata Vica Velicia, Bintang Bulu Tangkis Muda Asal Tanjung Pinang
  • Alasan Rismon Sianipar Tantang Roy Suryo Debating Soal Ijazah Jokowi, Munculkan Mata Kuliah Dasar
  • Nus Kei Tewas di Bandara, Golkar Maluku Kecam tapi Imbau Kader Tetap Tenang
  • CIMB Niaga kolaborasi dengan Google Cloud dan Artefact, layani nasabah lewat agen AI
  • Garasi Biggie Car Wash Hadir di Semarang, Cuci Mobil dengan Teknologi Robot
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Perbedaan Penyakit Plafon Mobil Jepang dan Eropa, Biaya Perbaikan Ini
Hobi

Perbedaan Penyakit Plafon Mobil Jepang dan Eropa, Biaya Perbaikan Ini

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 April 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perbedaan Penyakit Plafon Mobil Jepang dan Eropa serta Biaya Perbaikan

Plafon mobil sering kali diabaikan oleh pemilik kendaraan, padahal kondisi interior ini sangat memengaruhi kenyamanan dan penampilan keseluruhan. Ternyata, penyakit yang terjadi pada plafon mobil berbeda antara mobil Jepang dan Eropa. Selain itu, biaya perbaikan juga bervariasi tergantung jenis kerusakan dan merek mobil tersebut.

Penyakit Plafon Mobil Jepang

Pada mobil Jepang, masalah utama yang sering muncul adalah noda pada plafon yang sulit dibersihkan. Noda biasanya berupa warna kehitaman dan tampak kusam, sehingga mengganggu tampilan interior. Menurut Andrew Shandy, Marketing dan Kepala Produksi Masterpiece Auto Interior, kasus plafon turun pada mobil Jepang sebenarnya jarang terjadi. Namun, masalah kebersihan justru lebih sering ditemui.

“Kalau mobil Jepang kasus plafon turun sih jarang ya. Kecuali mereka mau mengganti warna. Paling kotor, kayak hitam-hitam gitu, tidak bisa hilang,” ujar Shandy.

Jika kondisi tersebut sudah terjadi, satu-satunya cara adalah mengganti lapisan plafon. Shandy menjelaskan bahwa plafon mobil Jepang yang terkena kotoran atau noda sudah tidak bisa diperbaiki dengan cara dibersihkan.

“Plafon mobil Jepang yang kotor itu tidak bisa dibersihin. Kalau dibersihkan, bulunya pada keluar,” paparnya.

Artinya, upaya pembersihan justru bisa memperparah kondisi plafon. Serat kain bisa rusak dan membuat permukaannya terlihat berbulu, sehingga tampilan interior semakin kurang rapi.

Untuk mengatasi masalah ini, solusi yang disarankan adalah mengganti lapisan plafon, bukan sekadar membersihkannya. Juan Elian, Owner Masterpiece Indonesia, menjelaskan proses penggantian tidak dilakukan secara keseluruhan, melainkan hanya pada bagian kain pelapisnya.

“Harus diganti, tapi diganti lapisan. Plafonnya itu kan ada kerangkanya, kainnya yang rusak itu yang akan kita ganti, dan plafonnya akan kita lapis ulang,” ujar Juan.

Dari sisi biaya, penggantian plafon mobil Jepang relatif lebih terjangkau dibanding mobil Eropa. Dengan kisaran Rp 3,5 juta, konsumen bahkan sudah bisa mendapatkan penggantian plafon untuk mobil berukuran besar seperti MPV atau SUV tiga baris Jepang.

“Kalau untuk Jepang biaya ganti plafon agak lebih murah sedikit. Jadi untuk Rp 3,5 juta di Eropa dapatnya mungkin sedan gitu ya. Kalau di Rp 3,5 juta Jepang ya bisa dapatnya Innova, SUV atau MPV tiga baris,” beber Shandy.

Penyakit Plafon Mobil Eropa

Sementara itu, penyakit di plafon mobil Eropa yang kerap ditemui yakni ‘ngondoy’ atau mengelupas, kendur, dan turun. Menurut Juan Elian, material yang digunakan pada plafon mobil Eropa ternyata memiliki karakteristik berbeda dan tidak selalu cocok dengan kondisi iklim di Indonesia.

“Karena di Eropa itu plafonnya ada busanya. Busanya itu mungkin tidak cocok dengan kelembaban udara di Indonesia. Jadi rata-rata kalau mobil Eropa setelah sekian tahun dipakai, busanya kering. Bukan lemnya jelek. Busanya kering sehingga kainnya lepas,” ujar Juan.

Artinya, masalah plafon turun ini bukan semata karena kualitas lem yang buruk, melainkan karena lapisan busa di balik kain plafon yang sudah mengering akibat usia dan pengaruh kelembapan udara.

Untuk penanganannya, Juan menjelaskan ada dua metode yang bisa dilakukan, tergantung kondisi kerusakan.

“Itu cara perbaikan kita ada dua macam sebenarnya. Kita bisa ganti bahan yang menyerupai, atau kita bisa reparasi. Tapi reparasi itu tergantung seberapa parah kerusakan kain aslinya,” beber Juan.

“Tidak bisa misalnya dipukul rata semua reparasi,” sambung Juan.

Sementara itu menurut Andrew Shand, gejala plafon mulai turun umumnya muncul saat mobil Eropa memasuki usia tertentu.

“Eropa itu biasanya di atas 5-6 tahun sudah mulai sedikit turun,” ujar Shandy.

Soal biaya, perbaikannya juga bervariasi tergantung tingkat kerusakan. Untuk model seperti BMW Seri 3, Seri 5, atau Mercedes-Benz C-Class dan E-Class, kisaran biayanya masih relatif terjangkau.

“Kalau Rp 2,5 juta itu biasanya dia yang baru turun sedikit langsung perbaikan. Itu bahan dia bisa dipakai lagi,” kata Andrew.

Namun jika kondisi plafon sudah cukup parah, opsi yang diambil biasanya bukan sekadar perbaikan ringan.

“Tapi kalau turunnya sudah banyak, dipasang lagi akan tekor. Tidak bisa, mesti ganti bahan. Jadi kalau untuk secara kasar Rp 2,5 juta itu pakai bahan asli lagi. Tapi kalau Rp 3,5 juta ganti bahan,” ucapnya.

Dengan kata lain, semakin cepat ditangani saat gejala awal muncul, peluang untuk mempertahankan material asli masih terbuka dan biaya bisa lebih ditekan. Sebaliknya, jika dibiarkan terlalu lama, pemilik mobil harus siap mengeluarkan biaya lebih untuk penggantian bahan plafon secara menyeluruh.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Desain kamar 2×2 yang luas dan modis!

27 April 2026

7 warna kamar tidur sejuk yang membuat lebih adem dan nyaman

26 April 2026

7 desain rumah minimalis 2 lantai terkini

26 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pebisnis Pemula

27 April 2026

Shio Beruntung Hari Ini: 5 Shio Penuh Keberuntungan 21 April 2026

27 April 2026

Kebiasaan harian untuk kulit sehat, cerah, dan alami

27 April 2026

Profil dan Biodata Vica Velicia, Bintang Bulu Tangkis Muda Asal Tanjung Pinang

27 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?