Laga Dramatis Persiraja Banda Aceh vs Garudayaksa FC
Laga antara Persiraja Banda Aceh dan Garudayaksa FC dalam lanjutan Kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 2-2. Pertandingan yang digelar di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh pada Minggu (19/4/2026) malam, sempat memicu protes dari para penonton terhadap keputusan wasit.
Awal Kemenangan yang Buyar
Pertandingan dimulai dengan Garudayaksa FC yang lebih dulu unggul pada menit ke-23 melalui gol Christian Frydek. Gol tersebut bermula dari bola muntah hasil tepisan kiper Persiraja, Muhammad Reza, yang langsung disambar Frydek tanpa kawalan.
Di babak pertama, Persiraja kesulitan mengembangkan permainan akibat ketiadaan tiga gelandang inti, yaitu Omid Popalzay, Fitra Ridwan, dan Fava Shefa. Hal ini membuat lini tengah Lantak Laju tidak berjalan efektif. Sementara itu, Garudayaksa tampil dominan dan beberapa kali mengancam gawang tuan rumah.
Skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu bertahan hingga turun minum.
Peningkatan Performa Persiraja
Memasuki babak kedua, Persiraja tampil lebih agresif. Namun, pada menit ke-55, Juan Mera harus ditarik keluar akibat cedera usai dilanggar Frydek. Posisinya kemudian digantikan oleh Jackson Felix.
Satu menit berselang, Persiraja berhasil menyamakan kedudukan melalui sepakan keras Faris Adit dari luar kotak penalti. Gol tersebut berawal dari situasi bola mati yang langsung diarahkan ke gawang Garudayaksa.
Performa Laskar Rencong meningkat signifikan setelah gol penyamakedudukan lahir. Punggawa Lantak Laju mampu menguasai lini tengah dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
Persiraja bahkan berbalik unggul pada menit ke-87, lewat sundulan Aditya Angga, yang masuk sebagai pemain pengganti. Gol itu berawal dari tendangan bebas Asgal Habib dari sisi kiri lapangan.
Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar pada masa tambahan waktu. Frydek kembali mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-90+12 yang gagal diantisipasi kiper Persiraja. Padahal, pada laga itu, waktu tambahan selama 10 menit, namun gol terjadi di luar waktu tersebut.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 2-2 tetap bertahan.
Ketegangan di Tribun Penonton
Laga pada malam ini sempat diwarnai ketegangan. Mulanya di tribun penonton, ada sejumlah suporter khususnya di area VVIP, melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Bangkit Sanjaya dan perangkat pertandingan lainnya. Wasit dinilai tidak adil dan beberapa keputusan wasit dianggap menguntungkan tim tamu.
Situasi semakin memanas saat wasit menuju ruang ganti. Pada saat itu, sejumlah penonton berupaya mengejar dan menghajar wasit. Akibat kejadian ini, wasit memutuskan untuk lari dan mengamankan diri ke salah satu ruang stadion.
Klasemen dan Impian Promosi
Hasil pertandingan ini membuat Garudayaksa bertahan di peringkat kedua sementara dengan total 46 poin dari 25 laga yang sudah dilakoni. Posisi ini membuat Garudayaksa menempel ketat Adhiyaksa FC di puncak klasemen sementara dengan total 47 poin.
Sementara Persiraja tertahan di peringkat lima klasemen dengan total 38 poin. Hasil malam ini juga membuat mimpi Persiraja promosi ke Liga 1 dipastikan kandas.
Susunan Pemain
Persiraja Banda Aceh:
Muhammad Reza (GK), M. Revan, Ariel Kurung, Fynn Gillespie, Muammar Khadafi, Muharir, Frank Sokoy, Asgal Habib, David Laly, Juan Mera, Faris Adit.
Cadangan:
Francisco, Tegar, Sutan Zico, Jackson Felix, Muhammad Ihsan, Aditya Angga, Mujahidin, Almuzanni, Maulana, Aprilian Bernadus.
Garudayaksa FC:
Rudi N. Rajak (GK), Vytas Gasputis, Asep Berlian, Andik Vermansah, Feby Eka, Everton, Alfin Faiz, Komang, Moh. Sidik, Mohammad Bagus, Christian Frydek.
Cadangan:
Yoewanto, Aldhila Ray, Manda Cingi, Ahmad Birrul Walidain, Muhammad Raihan, Taufik Hidayat, Arapenta Lingka Poerba, Dheco, Rahma Nico, Agus Nova, Daniel Rocken, Dedi Tri Maulana



