Kegagalan Persiraja dalam Laga Melawan Garudayaksa FC
Pertandingan antara Persiraja Banda Aceh melawan Garudayaksa FC dalam laga lanjutan Kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 berakhir dengan skor imbang 2-2. Meskipun Persiraja sempat unggul, gol tendangan bebas Christian Frydek di menit ke-102 membatalkan kemenangan tuan rumah dan mengubah hasil pertandingan.
Babak Pertama: Garudayaksa Unggul Lebih Dulu
Pertandingan dimulai dengan dominasi Garudayaksa. Pada menit ke-23, Christian Frydek mencetak gol yang tercipta dari bola muntah setelah kiper Persiraja, Muhammad Reza, gagal mengantisipasi umpan. Skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Persiraja kesulitan dalam mengembangkan permainan karena absennya tiga gelandang inti: Omid Popalzay, Fitra Ridwan, dan Fava Shefa. Hal ini membuat lini tengah Lantak Laju tidak efektif, sementara Garudayaksa tampil dominan dan beberapa kali mengancam gawang tuan rumah.
Babak Kedua: Persiraja Bangkit dan Memimpin
Di babak kedua, Persiraja tampil lebih agresif. Pada menit ke-55, Juan Mera harus ditarik keluar akibat cedera. Ia digantikan oleh Jackson Felix. Satu menit kemudian, Faris Adit mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah gol tersebut, performa Persiraja meningkat signifikan. Mereka mampu menguasai lini tengah dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Puncaknya terjadi pada menit ke-87, ketika Aditya Angga yang baru masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol sundulan hasil umpan tendangan bebas Asgal Habib. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Drama Injury Time: Gol Kontroversial
Sayangnya, kemenangan Persiraja buyar di masa tambahan waktu. Frydek kembali mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-90+12 yang gagal diantisipasi kiper Persiraja. Gol ini menimbulkan kontroversi karena terjadi di luar waktu tambahan yang seharusnya hanya 10 menit. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor imbang 2-2 tetap bertahan.
Protes Suporter dan Ketegangan di Stadion
Pertandingan ini juga diwarnai ketegangan di tribun penonton. Sejumlah suporter, khususnya di area VVIP, melontarkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Bangkit Sanjaya dan perangkat pertandingan lainnya. Mereka menilai wasit tidak adil dan beberapa keputusan menguntungkan tim tamu.
Situasi semakin memanas saat wasit menuju ruang ganti, di mana sejumlah penonton berupaya mengejar dan menghajar wasit. Wasit akhirnya mengamankan diri ke salah satu ruang stadion.
Dampak pada Klasemen
Hasil imbang ini membuat Garudayaksa bertahan di peringkat kedua klasemen sementara dengan 46 poin dari 25 laga, hanya terpaut satu poin dari Adhiyaksa FC di puncak klasemen. Sementara Persiraja tertahan di posisi kelima dengan 38 poin.
Hasil ini sekaligus memastikan mimpi Persiraja untuk promosi ke Liga 1 kandas, karena jarak poin dengan tim-tim di atasnya sudah tidak terkejar.
Susunan Pemain
Persiraja Banda Aceh:
Muhammad Reza (GK), M. Revan, Ariel Kurung, Fynn Gillespie, Muammar Khadafi, Muharir, Frank Sokoy, Asgal Habib, David Laly, Juan Mera, Faris Adit.
Cadangan:
Francisco, Tegar, Sutan Zico, Jackson Felix, Muhammad Ihsan, Aditya Angga, Mujahidin, Almuzanni, Maulana, Aprilian Bernadus.
Garudayaksa FC:
Rudi N. Rajak (GK), Vytas Gasputis, Asep Berlian, Andik Vermansah, Feby Eka, Everton, Alfin Faiz, Komang, Moh. Sidik, Mohammad Bagus, Christian Frydek.
Cadangan:
Yoewanto, Aldhila Ray, Manda Cingi, Ahmad Birrul Walidain, Muhammad Raihan, Taufik Hidayat, Arapenta Lingka Poerba, Dheco, Rahma Nico, Agus Nova, Daniel Rocken, Dedi Tri Maulana



