Jawa Timur – Gelaran Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Woodball Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Kabupaten Tulungagung resmi ditutup dengan catatan penting dalam perkembangan olahraga woodball di tingkat daerah. Tidak hanya menghadirkan persaingan ketat, ajang ini juga menandai semakin meratanya kekuatan atlet di seluruh penjuru Jawa Timur.
Kontingen Kota Surabaya kembali menegaskan dominasinya dengan meraih gelar Juara Umum setelah mengoleksi total 24 medali, terdiri dari 9 emas, 10 perak, dan 5 perunggu. Meski demikian, dominasi tersebut tidak diraih dengan mudah.
Persaingan ketat datang dari Kabupaten Sidoarjo yang tampil impresif di posisi kedua dengan raihan 7 emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Sementara itu, kejutan besar ditorehkan oleh Kabupaten Banyuwangi yang sukses menembus tiga besar dengan koleksi 7 medali emas—membuktikan kualitas pembinaan yang terus berkembang di wilayah tapal kuda.
Ketua Umum Pengprov IWbA Jawa Timur, M. Ali Kuncoro atau yang akrab disapa Mas Sekwan, melalui perwakilannya Nurul Hidayati, menyampaikan apresiasi tinggi atas sportivitas dan semangat kompetitif para atlet.
“Kejurprov kali ini luar biasa. Bukan hanya soal siapa yang mengangkat piala, tetapi bagaimana talenta daerah bermunculan secara merata. Ini menjadi sinyal positif bagi bank data atlet potensial, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Nurul menyampaikan pesan Mas Sekwan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pencapaian prestasi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter atlet.
“Pesan Mas Sekwan untuk seluruh atlet: tetaplah menjaga kepribadian dan menjadi atlet yang berkarakter baik. Bagi yang sudah menang, tetap rendah hati dan tidak sombong. Bagi yang belum meraih podium, jangan patah semangat. Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda,” tambahnya.
Keberhasilan Surabaya mempertahankan takhta juara umum menjadi bukti konsistensi pembinaan yang matang. Namun, tekanan kuat dari daerah lain seperti Kabupaten Lamongan, Kabupaten Probolinggo, hingga tuan rumah Tulungagung menunjukkan bahwa peta kekuatan kini semakin kompetitif dan merata.
Salah satu atlet peraih emas asal Surabaya mengakui bahwa persaingan tahun ini jauh lebih berat dibanding sebelumnya.
“Kami bersyukur bisa kembali menjadi juara umum. Tapi jujur, tekanan dari Sidoarjo, Banyuwangi, hingga Lamongan benar-benar luar biasa. Ini bukti bahwa pembinaan woodball di Jawa Timur sudah merata dan tidak lagi didominasi satu wilayah saja,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya Kejurprov di Tulungagung, Pengprov IWbA Jawa Timur kini bersiap melangkah ke tahap berikutnya, yakni melakukan pemetaan dan seleksi atlet untuk proyeksi ke level nasional. Data hasil kejuaraan ini menjadi fondasi penting dalam membangun kekuatan tim Jawa Timur yang lebih solid dan kompetitif di masa mendatang.(Puji)



