Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 25 Agustus 2026
Trending
  • 30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026
  • Mengapa mobil kei jadi favorit di Jepang?
  • 12 Shio Paling Beruntung Sabtu 22 Agustus 2026, Naga Puncak, Kelinci Waspada!
  • Christopher Lehmpfuhl mengungkap kesamaan seniman Indonesia dan Jerman
  • Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat
  • Saksi Buka Tarif Perangkat Desa Pati, Bukan Perintah Sudewo Tapi Kesepakatan Kades
  • UNIMMA kuatkan wisata halal dan UMKM Sumberarum dengan KriPaya dan digitalisasi
  • 63 Pertandingan dalam Satu Musim Jadi Bukti Arsenal Butuh Ezri Konsa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Dua Mantan Pejabat Pertamina Hadapi Sidang Kasus LNG Besok
Nasional

Dua Mantan Pejabat Pertamina Hadapi Sidang Kasus LNG Besok

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sidang Tuntutan Mantan Direktur PT Pertamina atas Kasus Korupsi Pengadaan LNG

Mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto, dan Senior Vice President (SVP) Gas & Power PT Pertamina periode 2013-2014, Yenni Andayani, akan menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan Lequified Natural Gas (LNG) di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sidang ini akan digelar pada Senin, 13 April 2026, dengan agenda tuntutan dari Penuntut Umum.

Sidang ini merupakan tahap akhir setelah kedua terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyelesaikan proses pembuktian. Dalam persidangan sebelumnya, saksi dan ahli telah dihadirkan untuk memberikan keterangan mengenai perbuatan yang diduga merugikan keuangan negara sebesar USD 113.839.186,60.

Dakwaan Jaksa Terhadap Terdakwa

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Yoga Pratomo, dalam membacakan berkas dakwaan menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh Hari dan Yenni bersama-sama dengan Direktur Utama PT Pertamina periode 2009-2014, Galaila Karen Kardinah alias Karen Agustiawan, melanggar hukum dan merugikan keuangan negara.

Dalam dakwaannya, jaksa menjelaskan bahwa tindak pidana tersebut terjadi di tiga tempat berbeda, termasuk di luar negeri. Tempat-tempat tersebut antara lain:

  • Kantor Pusat PT Pertamina di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat
  • Hotel Sheraton Bandara di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang
  • Kantor Corpus Christi Liquefaction di 700 Milam St. Suite 800, Houston, USA

Menurut jaksa, Hari disebut tidak menyusun pedoman atas proses pengadaan LNG dari Cheniere Energy Inc. Ia juga menyetujui Term Sheet Corpus Christi Liquefaction yang mencakup formula harga tanpa mempertimbangkan harga yang bersedia dibayar oleh calon pembeli domestik.

Selain itu, jaksa menyatakan bahwa Hari menyetujui formula harga Train 2 yang lebih tinggi tanpa adanya kajian risiko maupun analisis keekonomian untuk memastikan harga LNG Corpus Christi Liquefaction Train 2 kompetitif dibandingkan harga LNG dari sumber domestik atau sumber lainnya.

Peran Yenni dalam Kasus Ini

Terdakwa Yenni Andayani, menurut jaksa, mengusulkan kepada Hari untuk menandatangani risalah rapat direksi (RRD) srikuler mengenai keputusan atas penandatanganan perjanjian jual beli LNG train 1 dan train 2 dari Corpus Christi Liquefaction tanpa dukungan kajian ekonomi, risiko, dan mitigasi.

Selain itu, penandatanganan perjanjian jual beli LNG itu juga dilakukan tanpa adanya pembeli LNG Corpus yang telah diikat dengan perjanjian. Jaksa menegaskan bahwa Yenni menandatangani SPA Train 1 Pembelian LNG antara PT Pertamina dengan Corpus Christi Liquefaction pada tanggal 4 Desember 2013 berdasarkan Surat Kuasa dari Karen Agustiawan, meskipun belum seluruh direksi PT Pertamina menandatangani Risalah Rapat Direksi (RRD) dan tanpa adanya tanggapan tertulis dewan komisaris PT Pertamina serta Persetujuan RUPS.

Ancaman Hukuman

Akibat perbuatannya, para terdakwa didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saksi Buka Tarif Perangkat Desa Pati, Bukan Perintah Sudewo Tapi Kesepakatan Kades

25 Agustus 2026

Kebakaran Hutan Kalimantan Ancam Kesehatan dan Ekonomi, DPR Minta Tindakan Cepat

25 Agustus 2026

Harga tiket mulai Rp956.500, cek jadwal kapal Pelni Jayapura-Makassar September 2026

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Mengapa mobil kei jadi favorit di Jepang?

25 Agustus 2026

12 Shio Paling Beruntung Sabtu 22 Agustus 2026, Naga Puncak, Kelinci Waspada!

25 Agustus 2026

Christopher Lehmpfuhl mengungkap kesamaan seniman Indonesia dan Jerman

25 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?