Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 3 November 2026
Trending
  • Jadwal & Tiket Termurah Pelni Nunukan – Balikpapan November 2026
  • Ketika Nusron Wahid sudah 2 kali mangkir panggilan KPK, Mahfud MD: Kenapa Pak Prabowo diam?
  • Duel Sunderland vs Brentford: Ambisi The Bees Taklukkan Stadium of Light
  • Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital
  • Skenario Licik Dibalik Pajak McLaren Rp137 Juta Milik Mekanik Bengkel
  • Dulu Kritik, Kini Grok AI Buatan Elon Musk Malah Hancurkan Reputasinya Sendiri
  • Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Lima Titik Krusial Saat Aksi 28 Oktober di Yogyakarta
  • Demo BEM UI dan SADAR bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, ini 5 tuntutannya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Limbah Jadi Energi: Tim Teknik USU Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Tadukan Raga dengan Kompor Biomassa
Ekonomi

Limbah Jadi Energi: Tim Teknik USU Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Tadukan Raga dengan Kompor Biomassa

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 April 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Inovasi Teknologi Kompor Biomassa di Desa Tadukan Raga



Di tengah tantangan kenaikan harga energi konvensional dan masalah pengelolaan sampah yang semakin kompleks, sebuah harapan baru muncul dari Desa Tadukan Raga, Deli Serdang. Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) hadir membawa solusi konkret melalui pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan teknologi tepat guna. Program ini menawarkan pendekatan inovatif dalam menghadapi isu lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Program dengan tema “Penguatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa Tadukan Raga Dengan Teknologi Kompor Konversi Sampah Menjadi Bahan Bakar Terbarukan Melalui Pendekatan Diseminasi Internasional” tidak hanya sekadar sosialisasi satu arah, tetapi juga langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian energi desa. Kegiatan ini diketuai oleh Farida Hanum, S.T., M.T., yang didampingi oleh sederet pakar energi dan lingkungan Fakultas Teknik USU, antara lain Prof. Dr. Eng. Himsar Ambarita, S.T., M.T. (pakar termodinamika dan energi terbarukan), Dr. Ir. Bambang Trisakti, M.Si., serta Ir. Rivaldi Sidabutar, S.T., M.T.

Selain dosen, sinergi ini diperkuat oleh peran aktif lima mahasiswa S-1 Teknik USU, yaitu Nova Ronauli Silalahi, Lalapon Marintan Siahaan, Mitra Sani Simangungsong, Daniel S. Marbun, dan Fairuz Fuad Hasibuan. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bukti implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa terjun langsung membantu masyarakat memecahkan masalah lokal.

Desa Tadukan Raga dipilih kembali karena merupakan lokasi binaan berkelanjutan. Kegiatan tahun ini difokuskan pada pemanfaatan limbah biomassa seperti ranting kayu, kulit singkong, kertas bekas, hingga daun kering. Selama ini, limbah-limbah tersebut sering kali hanya dibakar secara terbuka di lahan warga, yang justru menimbulkan polusi udara, atau dibuang begitu saja hingga menumpuk.

Farida Hanum menjelaskan, inovasi ini menitikberatkan pada teknologi kompor biomassa yang didesain mampu membakar limbah padat secara efisien. Uniknya, tim juga memperkenalkan penggunaan limbah B3 rumah tangga seperti minyak jelantah atau oli bekas sebagai bahan pembantu (starter). Minyak jelantah atau oli bekas berfungsi mempermudah penyalaan api awal serta menjaga stabilitas nyala api agar tidak mudah padam. Dengan kombinasi limbah padat dan cair ini, masyarakat mendapatkan sumber energi yang murah, stabil, dan jauh lebih bersih dibandingkan pembakaran sampah tradisional.

Tujuan besar dari pengabdian ini adalah mengedukasi warga mengenai konsep ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, tidak ada istilah “sampah” yang benar-benar terbuang. Segala sisa produksi atau konsumsi dioptimalkan kembali untuk memiliki nilai guna baru. Teknologi ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan limbah organik, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya lokal. Jika warga bisa memproduksi bahan bakarnya sendiri dari limbah di sekitar mereka, maka kemandirian energi dan peningkatan ekonomi desa bukan lagi sekadar impian.

Antusiasme warga memuncak saat sesi demonstrasi alat dimulai. Setelah mendapatkan paparan materi mengenai potensi energi limbah, warga diajak melihat langsung kinerja kompor biomassa tersebut. Tidak sekadar teori, tim pengabdian melakukan praktik langsung memasak makanan ringan seperti nugget dan kentang goreng menggunakan kompor inovasi tersebut. Kecepatan api dalam mendidihkan air dan mematangkan masakan membuat warga kagum.

Salah satu anggota tim pengabdian mencatat bahwa partisipasi aktif warga dalam mencoba alat menunjukkan bahwa teknologi ini mudah diterima (user-friendly). Masyarakat sangat senang saat mencoba langsung. Mereka melihat bahwa sampah yang biasanya mengotori halaman, ternyata bisa digunakan untuk menggoreng nugget sampai matang sempurna. Pengalaman nyata seperti ini jauh lebih efektif daripada sekadar ceramah di depan kelas.

Keberhasilan program ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Tadukan Raga. Ia menyatakan bahwa teknologi ini sangat dinanti karena ketersediaan bahan baku limbah di desa tersebut sangat melimpah. Sistem teknologi ini mampu memenuhi harapan masyarakat kami. Dampak positifnya sangat terasa, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada gas LPG atau kayu bakar konvensional yang sulit didapat. Kami menilai kegiatan ini sangat layak dikembangkan dalam skala yang lebih besar.

Pihak desa berharap agar inovasi ini tidak berhenti di tahap sosialisasi saja. Tim pengabdian dan perangkat desa berharap ada perhatian lebih lanjut dari pemerintah, baik daerah maupun pusat, dalam bentuk bantuan unit kompor atau subsidi pengembangan teknologi agar bisa diimplementasikan secara masif di tiap rumah tangga desa.

Program pengabdian masyarakat oleh Fakultas Teknik USU ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menciptakan solusi lingkungan yang berdampak pada kesejahteraan ekonomi. Dengan adanya wawasan baru mengenai pengelolaan limbah biomassa dan B3, warga Desa Tadukan Raga kini memiliki modal pengetahuan untuk mengubah tantangan lingkungan menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Melalui diseminasi teknologi yang tepat, limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan menjadi energi yang menggerakkan dapur dan ekonomi masyarakat Sumatera Utara ke arah yang lebih hijau dan mandiri.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital

3 November 2026

Krisis Listrik Bayangi Ambisi Pusat Data Malaysia

2 November 2026

Apa itu kasbon? Kenali pengertian, cara kerja, risiko, dan contohnya

1 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal & Tiket Termurah Pelni Nunukan – Balikpapan November 2026

3 November 2026

Ketika Nusron Wahid sudah 2 kali mangkir panggilan KPK, Mahfud MD: Kenapa Pak Prabowo diam?

3 November 2026

Duel Sunderland vs Brentford: Ambisi The Bees Taklukkan Stadium of Light

3 November 2026

Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital

3 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?