Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 25 Agustus 2026
Trending
  • Apakah Mobil Kei Masuk Kategori LCGC di Indonesia?
  • Gallery Mustika Deli dibuka: Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Medan
  • Ramalan Shio Paling Hoki Besok Jumat 21 Agustus 2026: Tikus, Kerbau, Macan, dan Kelinci
  • Rio Ferdinand Prediksi Pemenang Liga Inggris Usai Arsenal Sepakati Transfer 51 Juta Pound
  • Trump umumkan rencana ekonomi “penghancuran” terhadap Iran
  • Ini yang Diperkarakan Dokter Tifa di Praperadilan, Bukan Lagi Soal Ijazah Jokowi
  • Warga Nitunglea Terisolasi Pasca-Gempa Flores, PMKRI Maumere Minta Gibran ke Palue
  • Jadwal Live TV Babak 8 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026: Alwi Farhan dan Fajar/Fikri Tampil Malam Ini
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ketahanan Pangan Jadi Benteng Hadapi Perang, Iklim, dan Teknologi
Nasional

Ketahanan Pangan Jadi Benteng Hadapi Perang, Iklim, dan Teknologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pentingnya Ketahanan Pangan dalam Membangun Kekuatan Nasional

Ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama dari ketahanan nasional di tengah berbagai tantangan global yang semakin kompleks. Perang, krisis iklim, dan disrupsi teknologi telah membuktikan bahwa pangan bukan hanya sekadar kebutuhan ekonomi, tetapi juga fondasi politik, sosial, dan keamanan negara. Dalam konteks ini, sebuah bangsa yang mampu menjamin pasokan pangan bagi rakyatnya akan lebih kuat menghadapi guncangan global.

Pakar kelautan dan tokoh nasional, Rokhmin Dahuri, menyatakan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling vital. Dari lima kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, dan pendidikan, pangan menjadi prioritas utama. Ia menjelaskan bahwa kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada asupan gizi. Tanpa pangan yang cukup, daya saing bangsa akan terancam.

Rokhmin menyambut langkah Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Kebijakan ini dinilai sejalan dengan pemikiran Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang pernah menyatakan bahwa pangan adalah hidup-matinya sebuah bangsa.

Berdasarkan penelitian Food and Agriculture Organization (FAO), negara dengan jumlah penduduk besar yang masih bergantung pada impor pangan akan sulit menjadi negara maju, makmur, dan berdaulat. Rokhmin menegaskan bahwa kondisi global saat ini semakin tidak menentu akibat konflik geopolitik dan dampak perubahan iklim yang menurunkan produktivitas pertanian serta mengganggu rantai pasok pangan dunia. Hal ini memaksa setiap negara untuk memperkuat produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional.

Produksi Pangan yang Menunjukkan Tren Positif

Secara umum, produksi beras nasional menunjukkan tren positif dan telah mencapai surplus. Produksi mencapai sekitar 34 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional sekitar 32 juta ton. Namun, tantangan ke depan bukan hanya tentang produksi, tetapi juga memastikan akses pangan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Beberapa komoditas strategis seperti jagung, garam, dan cabai telah mencapai swasembada. Sementara itu, komoditas lain seperti gandum, kedelai, bawang putih, dan daging sapi masih bergantung pada impor dan terus diupayakan peningkatan produksinya.

Inovasi Teknologi dalam Sektor Pangan

Rokhmin juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi dalam sektor pangan sebagai jawaban atas tantangan global. Digitalisasi pertanian, bioteknologi, dan kecerdasan buatan dinilai dapat meningkatkan efisiensi produksi, distribusi, dan konsumsi pangan di masa depan. Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi harus diintegrasikan dengan kebijakan yang berpihak pada petani, nelayan, dan masyarakat kecil agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Selain itu, Rokhmin menekankan bahwa krisis pangan bukan hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga dapat memicu instabilitas politik dan sosial di berbagai negara. Ia menyatakan bahwa pangan bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga politik. Jika impor terganggu, harga pupuk dan pangan bisa melambung, rakyat menderita, dan stabilitas negara terancam.

Peran Pemerintah dalam Memperkuat Sektor Pertanian

Seiring dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat sektor pertanian melalui berbagai upaya. Ini termasuk peningkatan produksi, optimalisasi lahan, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, penyediaan pupuk, modernisasi pertanian, serta penguatan cadangan pangan nasional.

Menurut Amran, ketahanan pangan bukan hanya program sektor pertanian, tetapi strategi besar negara dalam menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik nasional. Ia menekankan bahwa ketahanan pangan adalah benteng terakhir bangsa. Jika pangan aman, negara akan aman. Jika pangan terganggu, stabilitas bisa terganggu. Karena itu, produksi harus terus meningkat, pertanian harus maju, dan cadangan pangan nasional harus diperkuat.

Mentan menambahkan bahwa ketahanan pangan harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen bangsa karena pangan merupakan faktor penentu kedaulatan dan masa depan bangsa Indonesia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Trump umumkan rencana ekonomi “penghancuran” terhadap Iran

24 Agustus 2026

Makna akun, pesan, dan surat anonim

24 Agustus 2026

Warga Nitunglea Terisolasi Pasca-Gempa Flores, PMKRI Maumere Minta Gibran ke Palue

24 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Apakah Mobil Kei Masuk Kategori LCGC di Indonesia?

25 Agustus 2026

Gallery Mustika Deli dibuka: Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Medan

25 Agustus 2026

Ramalan Shio Paling Hoki Besok Jumat 21 Agustus 2026: Tikus, Kerbau, Macan, dan Kelinci

24 Agustus 2026

Rio Ferdinand Prediksi Pemenang Liga Inggris Usai Arsenal Sepakati Transfer 51 Juta Pound

24 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?