Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Olahraga»Laporan Mencengangkan di Balik Kesulitan Veda, Selalu Masuk 5 Besar Lap Tercepat Jadi Kunci Kebangkitan
    Olahraga

    Laporan Mencengangkan di Balik Kesulitan Veda, Selalu Masuk 5 Besar Lap Tercepat Jadi Kunci Kebangkitan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 April 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Veda Ega Pratama Tetap Tampil Mengesankan Meski Gagal Finis di Moto3 Amerika 2026

    Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan potensinya meskipun mengalami kegagalan dalam seri ketiga Moto3 Amerika 2026. Performa kuat sebagai seorang rookie menjadi modal berharga baginya untuk bangkit dan terus berkembang.

    Veda Ega Pratama gagal finis dalam balapan Moto3 Amerika yang digelar pada Minggu (29/3/2026) di Circuit of The Americas, Austin, Amerika Serikat. Ia terjatuh pada lap kelima karena mengalami selip ban belakang. Kesalahan ini terjadi saat ia terlalu agresif membuka gas setelah keluar dari Tikungan 11 yang tajam.

    Meski demikian, kepercayaan diri Veda bukannya tanpa alasan. Dua lap sebelumnya, ia berhasil mencatatkan waktu lap terbaik dalam balapan Moto3 dengan catatan waktu 2 menit 13,844 detik. Bahkan, Veda menjadi pembalap pertama yang memecahkan rekor lap tercepat sebelumnya di COTA yaitu 2 menit 13,939 detik.

    Pada balapan tersebut, Veda berada dalam rombongan yang memperebutkan posisi kesatu, tepatnya di urutan keenam hingga akhirnya tersungkur. Padahal, baru saja akhir pekan lalu, Veda mengunjungi COTA yang dikenal memiliki lintasan teknis dan menguras fisik.

    “Balapannya sangat sulit karena sejak awal terjadi banyak pertarungan agresif di dalam grup, dan tidak mudah untuk mengendalikan semuanya,” ujar Veda melalui Honda Team Asia. “Namun setelah itu saya mulai merasa lebih baik, saya menemukan ritme saya dan mampu menyalip beberapa pembalap dan mulai mengejar grup depan.”

    “Pada saat itu saya memiliki perasaan yang sangat baik di atas motor dan merasa yakin bahwa saya bisa bertahan di sana dan bertarung. Sayangnya, saya membuat kesalahan dan itu mengakhiri balapan saya. Saya sedikit melebar dan kemudian membuka gas terlalu agresif saat masih menikung, dan saya kehilangan kendali motor,” tambahnya.

    Kecelakaan pertama dalam balapan menjadi pelajaran berharga bagi Veda. Bagaimanapun, untuk mendapatkan kecepatan setinggi mungkin, seorang pembalap harus bisa menemukan batasnya yang terkadang menghadirkan risiko crash.

    Soal kecepatan, Veda telah menunjukkan dirinya tak bisa diremehkan. Ia konsisten bersaing di grup terdepan dalam tiga seri pertama ini. Pencapaian impresif itu bukan kebetulan. Lap tercepat pembalap asal Gunungkidul dalam balapan Moto3 selalu berada di jajaran lima besar.

    Pada balapan sebelumnya di Goiania, Brasil, Veda memiliki waktu lap tercepat kedua saat berhasil meraih podium ketiga. Adapun pada balapan pertama di Thailand, Veda menjadi yang tercepat kelima dalam waktu lap terbaik balapan.

    Tentunya, kecepatan bukanlah segalanya. Veda bisa belajar dari Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team) selaku favorit juara Moto3 musim ini yang sedikit lebih pelan darinya dalam pace terbaik akhir pekan lalu. Kelebihan Quiles adalah konsistensi. Murid Marc Marquez itu selalu finis ke-1 atau ke-2 pada awal musim ini dengan sebiji kemenangan untuk memuncaki klasemen.

    Veda berkomitmen untuk kembali lebih kuat setelah gagal. “Bukan akhir pekan yang kami harapkan di Austin, tapi kami mengambil pelajaran dari ini dan terus melangkah maju,” kata Veda melalui akun media sosial Instagram. “Maaf, tim. Kami akan kembali dengan lebih kuat,” ujarnya.

    Balapan seri selanjutnya akan digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol pada 24-26 April 2026. Veda memiliki cerita manis di lintasan sepanjang 4,4 km itu saat berhasil meraih pole position dan podium ketiga pada Red Bull Rookies Cup 2025.

    Catatan Lap Tercepat Balapan Moto3 Amerika 2026

    • Guido Pini (Leopard Racing) 2:13,417
    • Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) 2:13,659
    • Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo) 2:13,786
    • Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) 2:13,844
    • Maximo Quiles (CFMoto Aspar Team) 2:13,852
    • Adrian Fernandez (Leopard Racing) 2:14,113
    • Joel Esteban (Level UP – MTA) 2:14,139
    • Adrian Cruces (CIP Green Power) 2:14,281
    • Marco Morelli (CFMoto Aspar Team) 2:14,301
    • Matteo Bertelle (Level UP – MTA) 2:14,413
    • Joel Kelso (GRYD MLav Racing) 2:14,425
    • Scott Ogden (CIP Green Power) 2:14,453
    • Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3) 2:14,477
    • Zen Mitani (Honda Team Asia) 2:14,568
    • Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) 2:14,662
    • Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse) 2:14,828
    • Eddie O’Shea (GRYD MLav Racing) 2:14,875
    • Hakim Danish (AEON Credit – MT Helmets – MSI) 2:14,902
    • Marcos Uriarte (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) 2:14,930
    • Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team) 2:1,139
    • Jesus Rios (Rivacold Snipers Team) 2:15,283
    • Ryusei Yamanaka (AEON Credit – MT Helmets – MSI) 2:1,302
    • Ruche Moodley (CODE Motorsports) 2:15,361
    • Cormac Buchanan (CODE Motorsports) 2:15,459
    • Leo Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) 2:15,877

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete: Peluang Lolos di Liga Europa 2026/2027!

    31 August 2026

    Prediksi Skor: Viktoria Plzen vs Red Star Belgrade, Zvezda Dekat Liga Fase!

    31 August 2026

    Prediksi Skor Omonia vs Sint-Truiden: De Kanaries Melangkah!

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?