Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Thursday, 1 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Serahkan Patung St Yusuf Aimatea ke Paus Leo XIV
    Politik

    Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia Serahkan Patung St Yusuf Aimatea ke Paus Leo XIV

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 April 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Persembahan Patung St Yusuf Arimatea kepada Paus Leo XIV

    Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) melakukan persembahan patung St Yusuf Arimatea kepada Paus Leo XIV. Karya seni ini dipersembahkan pada saat delegasi PWKI dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) beraudiensi dengan Paus di Lapangan St Petrus, Vatikan, pada Rabu (25/03/2026). Patung tersebut merupakan karya pertama di Indonesia yang menggambarkan tokoh Yusuf Arimatea dan proses penurunan tubuh Yesus Kristus dari kayu salib.

    Proses Pembuatan Patung

    Patung tiga dimensi ini dibuat oleh AM Putut Prabantoro, founder PWKI. Dirinya memperoleh inspirasi dari rekonstruksi cerita kakaknya, L Putut Widiantoro, yang mendapat bisikan seorang pria serta penampakan tentang kisah penurunan tubuh Yesus oleh Yusuf Arimatea. Dalam proses pembuatan, Putut melakukan penelusuran ke berbagai sumber melalui internet. Ia juga meminta bantuan Mas Nico dari Brata Gallery di Yogyakarta untuk membuatkan patung tersebut.

    Putut menjelaskan bahwa tidak ada patung yang tersedia di Indonesia atau bahkan di Roma, Italia, yang menggambarkan adegan penurunan tubuh Yesus dari salib. Oleh karena itu, ia harus membuatnya sendiri. Dalam desainnya, terdapat detail-detail khusus yang menjadi penting dalam menjelaskan proses penurunan tubuh Yesus dari salib.

    Dua Hal Penting dalam Patung

    Menurut Putut Prabantoro, ada dua hal penting dalam patung tersebut: warna dan nama. Dalam penglihatan kakaknya, adegan penurunan Yesus dari salib itu berwarna. Masing-masing tokoh memiliki warna sendiri, terutama dalam pakaian yang dikenakan. Namun, karena fokus utama adalah Yusuf dari Arimatea, dikhawatirkan orang tidak akan tahu siapa tokoh yang dimaksud. Oleh karena itu, Putut meminta pembuat patung untuk memberi warna khusus pada tokoh utamanya, sedangkan tokoh-tokoh lain diberi warna hitam.

    “Alasannya diberi warna hitam selain Yusuf Arimatea karena warna hitam menjelaskan peristiwa duka cita. Kecuali Yusuf Arimatea semuanya diberi warna hitam,” ujarnya.

    Selain itu, setelah patung selesai dibuat, Widiantoro memintanya agar patung tersebut diberi nama. Nama yang diberikan harus berbahasa Ibrani (Yahudi) dan Latin. Dan bukan nama dalam bahasa Inggris atau bahkan Indonesia. Ibrani dan Latin adalah dua bahasa yang resmi digunakan saat peristiwa penyaliban Yesus terjadi.

    Untuk memastikan penulisannya, Putut kemudian menanyakan cara penulisan nama dalam dwi bahasa kepada dua pastor yakni Rm Markus Solo Kewuta SVD yang berkarya di Vatikan dan Rm Antonius Suhermanto yang merupakan mahasiswa doktoral yang berasal dari Keuskupan Tanjung Karang.

    Perjalanan ke Vatikan

    Terkait dengan kemungkinan bertemu dengan Paus Leo, menurut Putut, merupakan kisah tersendiri. Penentuan keberangkatan ke Vatikan diputuskan oleh Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, ketika dirinya dan Mayong Suryo Laksono menghadap pada 15 Februari 2026.

    Menurut Mayong Suryo Laksono, Uskup Surabaya itu memutuskan bahwa penandatanganan MOU penggunaan resmi bahasa Indonesia harus dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2026. Alasannya adalah pertama karena Uskup Surabaya itu hanya memiliki 5 (lima) hari yakni 23 – 27 Maret dan pada 28 Maret harus sudah tiba di Surabaya. Alasan kedua, tanggal 25 Maret merupakan pesta Bunda Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel. Kabar gembira itu terkait dengan kehendak Allah agar Maria menjadi seorang bunda dari bayi yang kelak akan dinamai Yesus.

    Perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat mengakibatkan terjadinya kekacauan jalur penerbangan seluruh dunia, kekhawatiran atas keselamatan penerbangan dan juga melambungnya harga tiket pesawat ke Eropa. Keberangkatan ke Roma hampir ditunda oleh Mgr Didik, panggilan akrab Uskup Surabaya tersebut.

    Kepada Mgr Didik dan Rm Markus Solo Kewuta SVD diceritakan perjalanan kisah patung Yusuf Arimatea. Patung tersebut dimaknai sebagai suatu rahasia atau misteri oleh Uskup Surabaya itu. Dalam misa kudus pada Rabu (25/03/2026), sebagian makna misteri itu “dibongkar” di kapel Biara St Maria Teresa Scrilli, di Via Baglioni 10, Roma.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?