Kabar Bahagia: Putra Kedua AHY dan Annisa Pohan Lahir dengan Nama yang Penuh Makna
Putra kedua dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Annisa Pohan resmi lahir pada hari Sabtu, 29 Maret 2026 pukul 19.28 WIB. Bayi laki-laki tersebut diberi nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono. Nama yang terdengar unik dan sarat makna ini tidak lepas dari peran besar ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang turut serta dalam proses pemilihan nama.
Nama tengah sang putra, Hanyokrokusumo, diambil atas usulan SBY. Ia mengungkapkan bahwa nama tersebut terinspirasi dari garis keturunan Mataram Islam dan sosok Sultan Agung. Menurut AHY, keputusan untuk memberikan nama tersebut juga didasari rasa hormat terhadap kebijaksanaan SBY.
“Jadi Hanyokrokusumo ini sebetulnya saya minta nama dari Pak SBY,” ujar AHY dalam konferensi pers setelah kelahiran anaknya. Ia menambahkan bahwa SBY memang sering kali ikut serta dalam pemberian nama anak-anak mereka. Contohnya, nama putri pertama mereka, Almira Tunggadewi Yudhoyono, juga berasal dari SBY.
AHY menjelaskan bahwa penamaan putranya ini juga bertujuan untuk memuliakan leluhur. Menurutnya, SBY memiliki garis keturunan yang tercatat sejak era Kerajaan Majapahit. Selain itu, SBY juga mewarisi keturunan dari Kerajaan Mataram Islam, seperti Hamengku Buwono III dan Hamengku Buwono I.
“Sultan Agung adalah salah satu raja yang paling sukses dan patriotis dalam sejarah Nusantara,” tambah AHY. Ia melihat bahwa doa dan harapan SBY tersirat dalam nama yang diberikan kepada cucunya tersebut.
Selain itu, AHY juga menjelaskan makna dari nama belakang Yudhoyono yang disematkan pada putranya. “Yudho artinya perang atau perjuangan, sedangkan Yono adalah perjalanan atau jalan yang harus ditempuh untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan dalam perjuangan.”
Di akhir wawancara, AHY menyampaikan harapan dan doa untuk sang buah hati agar tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat. “Harapan kami Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono bisa tumbuh dengan baik, sehat, saleh, berakhlak mulia, dan pada saatnya bisa memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.”
Sebelum Kelahiran, Annisa Pohan Pernah Pamer Baby Bump
Sebelum kabar kelahiran putra kedua AHY dan Annisa Pohan beredar, Annisa sempat membagikan momen kehamilannya melalui media sosial. Banyak netizen memberikan doa dan ucapan selamat untuk keluarga besar AHY.
Annisa dan AHY juga sempat menunjukkan kebenaran kabar kehamilan tersebut saat hadir dalam acara Reuni Perak AKABRI 2000 yang digelar di Magelang pada 10 Januari 2026. Unggahan Instagram @agusyudhoyono dan @annisayudhoyono menjadi sorotan karena Annisa terlihat menggunakan pakaian PDH berwarna biru senada dengan seragam para Akademi Militer.
Meski mencoba menutupi kehamilannya, baby bump Annisa tetap terlihat. Banyak netizen memberikan doa dan ucapan untuk kelancaran persalinan, terutama karena Annisa akan melahirkan di usia 44 tahun, dengan selisih 17 tahun dari persalinan sang kakak, Almira Tunggadewi Yudhoyono.
Profil Annisa Pohan
Annisa Larasati Pohan adalah seorang model Indonesia yang lahir di Boston, Amerika Serikat, pada 20 November 1981. Ia pernah menjuarai ajang pemilihan Gadis Shampo 2001 dan menjadi finalis GADIS Sampul 1997. Dua gelar tersebut membawanya ke dunia hiburan sebagai model iklan dan penyiar radio.
Selain itu, Annisa juga pernah menjadi presenter acara Bundesliga di RCTI. Ia merupakan putri kedua dari Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aulia Pohan. Annisa menikah dengan Agus Harimurti Yudhoyono pada Juli 2005. Setelah menikah, ia vakum beberapa waktu dari dunia model karena mengikuti suaminya yang mendapat tugas pendidikan di Nanyang Technological University pada tahun 2005 selama satu tahun.
Pada tahun 2006, Annisa kembali ke Indonesia dan aktif sebagai istri prajurit. Ia juga terlibat dalam Organisasi Persit Kartika Chandra Kirana. Pada 17 Agustus 2008, Annisa melahirkan putri pertamanya, Almira Tunggadewi Yudhoyono, melalui operasi caesar.
Annisa juga merupakan pendiri Yayasan Tunggadewi, sebuah yayasan yang peduli terhadap wanita dan anak-anak. Yayasan ini didirikan pada tahun 2009 dan telah berhasil mengembangkan pusat-pusat belajar informal gratis untuk anak-anak dan ibu mereka.



