Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 2 April 2026
Trending
  • Kronologi prajurit TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel saat masa tugas hampir berakhir
  • Mohamed Salah: Perjalanan Karier Sang Raja Mesir dari Nagrig ke Liverpool
  • Roy Suryo Buka Suara Soal 3 Masalah yang Menghimpit Rismon Sianipar Usai Akui Ijazah Jokowi Asli
  • Penasehat hukum menolak tuntutan tersangka anak mantan bupati SBB: Proses cacat, saham tak berpindah
  • Korea Selatan Larang Ekspor Naphtha untuk Jaga Stabilitas Pasokan Dalam Negeri
  • AGI Picu Perubahan Pasar Kerja, Profesi Ini Paling Rentan Terancam
  • 12 Prediksi Shio Besok Senin 30 Maret 2026: Cinta, Karier, Angka Keberuntungan
  • Kenali plafon drop terbaru untuk interior modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Pemerintah Tenang, Pengamat Kritik Prabowo dan Purbaya: Butuh Rasa Krisis
Politik

Pemerintah Tenang, Pengamat Kritik Prabowo dan Purbaya: Butuh Rasa Krisis

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kondisi Geopolitik yang Memanas dan Tantangan Ekonomi di Indonesia

Situasi geopolitik kini semakin memanas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Hal ini menimbulkan berbagai tantangan bagi negara-negara di kawasan, termasuk Indonesia. Seorang pengamat ekonomi, Awalil Rizky, menyoroti pentingnya pemerintah untuk memiliki sense of crisis dalam menghadapi situasi saat ini.

Sense of crisis merujuk pada kepekaan, kewaspadaan, serta kesadaran mendalam terhadap situasi darurat. Menurut Awalil, pemerintah, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertanian RI (Mentan) Amran Sulaiman, dan Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, perlu lebih waspada dan responsif terhadap ancaman yang muncul.

Awalil juga menekankan bahwa pemerintah harus menunjukkan empati nyata terhadap masyarakat. Ia menyampaikan bahwa tidak cukup hanya memberi pernyataan bahwa beras atau jagung cukup, padahal harga di pasar bisa sangat tinggi. Selain itu, ia menyoroti pentingnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat dalam hal harga minyak.

Perbaikan Internal Pemerintahan

Lebih jauh, Awalil menyarankan adanya perbaikan internal pemerintahan, terutama dalam mengatur belanja negara. Ia menyarankan agar Presiden Prabowo lebih berhati-hati dalam menata ulang anggaran negara, terutama menghadapi tekanan fiskal yang semakin berat.

Salah satu saran yang diberikan adalah melakukan restrukturisasi kabinet dengan mengurangi jumlah kementerian dan lembaga. Menurutnya, jumlah total menteri dan wakil menteri dapat dikurangi menjadi 84 atau bahkan 75, seperti era presiden-presiden sebelumnya. Langkah ini dinilai akan memberikan penghematan signifikan, terutama pada belanja barang yang mencapai ratusan triliun rupiah.

Saran kedua adalah evaluasi item belanja besar, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang nilainya sekitar Rp335 triliun. Awalil menilai bahwa program MBG perlu dipangkas atau setidaknya dimoratorium, lalu dievaluasi atau dilakukan kajian ulang. Tujuannya adalah agar skema program tersebut lebih tepat sasaran, misalnya hanya menyasar kelompok tertentu saja seperti masyarakat miskin di daerah seperti Papua.

Pentingnya Sense of Crisis

Awalil menegaskan bahwa pemerintah harus benar-benar memiliki sense of crisis. Ia menyoroti bahwa pemerintah masih ‘tenang’ dalam menanggapi kondisi harga minyak dunia, termasuk respons dari Menteri Keuangan. Ia menekankan bahwa jika pemerintah tidak memiliki sense of crisis, situasi ekonomi dalam negeri berpotensi semakin buruk.

Apalagi, ekonomi Indonesia sudah sulit bahkan sebelum perang AS-Israel vs Iran. Awalil menilai bahwa masalah ini sudah buruk dan berpotensi memburuk lebih lanjut. Jika perilaku pemimpin seperti ini terus berlanjut, justru akan mempercepat krisis. Bisa saja krisis yang diperkirakan terjadi September justru maju menjadi Juli.

Tanggapan Presiden Prabowo

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dijalankan tanpa adanya pemotongan anggaran meski kini terjadi krisis di Timur Tengah. Alasannya adalah karena ketika ada realokasi anggaran MBG, dikhawatirkan akan dikorupsi.

Prabowo menjelaskan bahwa dirinya enggan melihat adanya anak-anak yang kurang gizi dan menderita stunting. Ia menganggap keputusan ini sebagai pilihan yang benar. Selain itu, ia menyatakan bahwa tidak perlu adanya pemotongan anggaran MBG.

Prabowo juga menegaskan bahwa masih banyak pos anggaran selain MBG yang bisa dipangkas di tengah krisis Timur Tengah. Ia menjelaskan bahwa program MBG adalah investasi bagi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Roy Suryo Buka Suara Soal 3 Masalah yang Menghimpit Rismon Sianipar Usai Akui Ijazah Jokowi Asli

2 April 2026

ICW Soroti Kasus Yaqut Cholil Qoumas, Minta KPK Turun Tangan

2 April 2026

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Mengapresiasi Dukungan Irak dalam Perang dengan AS-Israel

2 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kronologi prajurit TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel saat masa tugas hampir berakhir

2 April 2026

Mohamed Salah: Perjalanan Karier Sang Raja Mesir dari Nagrig ke Liverpool

2 April 2026

Roy Suryo Buka Suara Soal 3 Masalah yang Menghimpit Rismon Sianipar Usai Akui Ijazah Jokowi Asli

2 April 2026

Penasehat hukum menolak tuntutan tersangka anak mantan bupati SBB: Proses cacat, saham tak berpindah

2 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?