Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 4 November 2026
Trending
  • Bekerja di perusahaan asing bergaji ratusan dolar, Dwi Bagus ternyata ahli las bawah air
  • Prediksi Liverpool vs Chelsea: The Reds Siap Bungkam Skuad Xabi Alonso
  • Pendapatan Anjlok, Gerindra-PSI Pertanyakan Pemerataan Ekonomi Bali di RAPBD 2027
  • Bongkar Rahasia CVT Rusak: Tips Jitu dari Bengkel Resmi
  • 20 Prompt AI Keren untuk Gambar Sumpah Pemuda 2026, Sekali Klik!
  • Gugur di Ujung Timur: Perwira Kopassus Asal Sorong Tewas Ditembak Rekan Sejawat
  • Fakta di Balik Alif, Pria yang Lamar Dokter dengan Aset Rp10 Miliar dan Rumah Selapangan Bola
  • Panduan Pemula Bangkok: Wisata, Kuliner, dan Belanja Terbaik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Uni Eropa hapus bea masuk untuk belanja murah dari Tiongkok
Ekonomi

Uni Eropa hapus bea masuk untuk belanja murah dari Tiongkok

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Besar dalam Sistem Kepabeanan Uni Eropa

Pada hari Kamis (26/3/2026), Parlemen Eropa dan Dewan Uni Eropa resmi menyetujui perombakan besar-besaran terhadap sistem kepabeanan. Langkah ini diambil untuk memperketat pengawasan terhadap platform e-commerce internasional yang menjual produk ilegal atau berbahaya ke pasar Eropa. Kesepakatan ini mencakup koordinasi penagihan bea masuk dan pemeriksaan keamanan guna mengatasi lonjakan paket belanja daring murah. Melalui regulasi baru ini, otoritas berupaya melindungi konsumen sekaligus menciptakan persaingan usaha yang lebih adil bagi industri dalam negeri.

Platform E-Commerce Wajib Bertanggung Jawab atas Keamanan Produk

Aturan baru Uni Eropa kini mewajibkan platform e-commerce besar bertanggung jawab penuh atas setiap barang yang mereka impor dan jual. Berdasarkan hukum ini, platform seperti Temu, Shein, dan AliExpress kini berstatus sebagai importir resmi. Mereka harus menjamin bahwa setiap produk telah memenuhi standar keselamatan dan kesehatan di 27 negara anggota Uni Eropa.

Kebijakan ini merupakan respons atas temuan Komisi Eropa bahwa sekitar 60 sampai 65 persen produk kosmetik, suplemen makanan, dan alat pelindung diri impor tidak memenuhi standar keselamatan. Platform yang terbukti mengabaikan aturan ini secara sistematis akan dikenakan denda administratif sebesar 1 sampai 6 persen dari total omzet penjualan tahunannya di Uni Eropa.

Dirk Gotink, pejabat Parlemen Eropa sekaligus negosiator utama reformasi ini, menegaskan pentingnya perlindungan konsumen. “Tujuan kami adalah menata pasar agar platform seperti Temu, Shein, dan AliExpress tidak lagi bebas aturan. Selama ini, mereka memasukkan barang ilegal dalam jumlah besar yang merusak persaingan sehat dengan pengusaha lokal kami,” ujar Gotink.

Direktur Jenderal BEUC (organisasi konsumen Eropa), Agustin Reyna, juga menyoroti ancaman bahaya fisik akibat lemahnya pengawasan selama ini. “Eropa telah dibanjiri paket dari China dalam jumlah besar hingga otoritas kepabeanan kewalahan. Reformasi ini akan membalikkan keadaan dan memperketat masuknya produk berbahaya ke Uni Eropa,” kata Reyna.

Penghapusan Fasilitas Bebas Pajak untuk Barang Impor Murah

Poin penting lainnya dalam reformasi ini adalah penghapusan batas bebas bea masuk sebesar 150 euro (Rp2,93 juta) untuk paket murah dari luar negeri. Kebijakan ini bertujuan menutup celah harga yang selama ini dimanfaatkan platform internasional untuk menghindari pajak sehingga merugikan ritel tradisional di Eropa.

Sebagai masa transisi, Uni Eropa akan menerapkan bea masuk tetap sebesar 3 euro (Rp58,61 ribu) untuk setiap barang dalam paket murah mulai 1 Juli 2026. Selanjutnya, mulai November 2026, akan diberlakukan tambahan biaya penanganan kepabeanan (handling fee) yang besarannya ditentukan oleh Komisi Eropa. Biaya ini digunakan untuk mendanai pemeriksaan fisik dan digital terhadap lonjakan volume paket yang diprediksi mencapai 5,8 miliar pada tahun 2025.

Gotink menekankan, tingginya volume impor paket murah telah membebani infrastruktur kepabeanan. “Situasi ini menunjukkan mendesaknya penerapan biaya penanganan di Eropa mulai Juli mendatang, serta pentingnya menuntaskan reformasi kepabeanan dalam beberapa bulan ke depan,” kata Gotink.

Pembentukan Lembaga Pengawas Baru untuk Pantau Data Impor Secara Digital

Untuk menegakkan aturan ini, Uni Eropa menyetujui pembentukan Otoritas Kepabeanan Uni Eropa (EUCA) yang bermarkas di Lille, Prancis. Lembaga ini diperkuat oleh 250 staf ahli yang bertugas mengoordinasikan operasi kepabeanan di 27 negara anggota melalui sistem pengawasan digital terpusat.

Sistem digital ini memungkinkan platform e-commerce mengirimkan data transaksi secara langsung saat penjualan terjadi. Dengan begitu, otoritas dapat menganalisis risiko sebelum barang tiba di perbatasan. Integrasi data ini diharapkan mampu menghemat biaya operasional negara anggota hingga 2 miliar euro (Rp39 triliun) per tahun serta meningkatkan efektivitas pelacakan penyelundupan dan penipuan pajak.

“Langkah ini akan membuat pasar tunggal secara signifikan lebih aman dan adil bagi konsumen serta pelaku bisnis di seluruh wilayah,” kata Gotink.

Agustin Reyna dari BEUC turut menyambut baik pembentukan otoritas terpusat ini sebagai solusi atas kelemahan sistem sebelumnya. “Reformasi ini adalah titik balik yang sangat penting. Melalui sistem data tunggal, pengawasan menjadi lebih transparan sehingga kami bisa menindak tegas platform yang melanggar aturan,” ujar Reyna.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pendapatan Anjlok, Gerindra-PSI Pertanyakan Pemerataan Ekonomi Bali di RAPBD 2027

4 November 2026

Sinergi BI-APUVINDO, Akselerasi Pasar Uang dan Valas

3 November 2026

Era Kuantum: Telkom, Danantara, BSSN, dan Peruri Bangun Ekosistem Digital

3 November 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bekerja di perusahaan asing bergaji ratusan dolar, Dwi Bagus ternyata ahli las bawah air

4 November 2026

Prediksi Liverpool vs Chelsea: The Reds Siap Bungkam Skuad Xabi Alonso

4 November 2026

Pendapatan Anjlok, Gerindra-PSI Pertanyakan Pemerataan Ekonomi Bali di RAPBD 2027

4 November 2026

Bongkar Rahasia CVT Rusak: Tips Jitu dari Bengkel Resmi

4 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?