Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • Makna mimpi lari dalam primbon Jawa, tanda keistimewaan saat berlari turun
  • Bacaan Injil Katolik Selasa 31 Maret 2026: Renungan Harian Katolik Lengkap
  • Skenario PSS Liga 1 Musim Depan Usai Imbang Lawan Kendal Tornado, Cukup Ini Saja
  • Contoh Soal Akhir Tahun PPKN Kelas 5 SD
  • Petugas Wisata Kembalikan Dompet Pengunjung, Putri Senang Isinya Utuh
  • DPK Rumah Tangga Mulai Pulih, Tanda Daya Beli Kembali Bangkit?
  • Sinyal hingga Pelosok, Telkomsel Bangun Jaringan di Desa Sadi Belu
  • Harga BBM naik Rp 1000, daftar terbaru Senin 30 Maret 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Wajib Baca: Cara Benar Mengatur Google Maps Agar Tidak Tersesat
Teknologi

Wajib Baca: Cara Benar Mengatur Google Maps Agar Tidak Tersesat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tips Mengatur Google Maps Agar Tidak Tersesat

Google Maps adalah alat navigasi yang sangat berguna bagi pengemudi, tetapi terkadang bisa menyesatkan jika tidak digunakan dengan benar. Banyak kasus pengemudi tersesat karena mengikuti arahan peta digital tanpa mempertimbangkan kondisi jalan secara lebih mendalam. Misalnya, ratusan mobil pemudik pernah disesatkan ke area persawahan dan perkampungan saat menuju gerbang tol Purwomartani.

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, menjelaskan bahwa banyak pengemudi mencoba jalur alternatif untuk menghindari kemacetan. Namun, ada jalan-jalan alternatif yang tidak layak dilewati, seperti jalan sempit yang hanya cocok untuk dua arah kendaraan. Hal ini sering menyebabkan kemacetan atau bahkan kecelakaan.

Menurut Sony, aplikasi Google Maps tidak selalu harus diikuti hanya karena ekspektasinya lancar. Jika menghadapi situasi seperti ini, sebaiknya tidak ambil risiko dan lebih baik menggunakan jalur utama, meskipun sedikit macet, tetapi jelas keamanannya.

Untuk mengantisipasi insiden serupa, pengguna jalan perlu memahami cara mengatur dan membaca rute di aplikasi navigasi seperti Google Maps. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Pilih Mode Kendaraan yang Tepat

    Pastikan memilih mode kendaraan mobil sebelum memulai navigasi. Mode ini akan membantu sistem menghindari jalan sempit atau ekstrem yang tidak cocok untuk kendaraan roda empat.

  • Periksa dan Bandingkan Rute Alternatif

    Setelah rute muncul, perhatikan jalur alternatif berwarna abu-abu. Bandingkan estimasi waktu tempuh dan pilih jalur dengan akses jalan yang lebih besar, bukan hanya yang tercepat.

  • Gunakan Fitur Street View untuk Cek Kondisi Jalan

    Fitur Street View dapat dimanfaatkan untuk melihat kondisi jalan secara visual, sehingga pengendara bisa memastikan apakah jalur cukup lebar untuk dilalui mobil.

  • Zoom Peta Sebelum Memulai Navigasi

    Perbesar tampilan peta dan amati bentuk jalan. Hindari jalur yang terlihat seperti gang kecil atau jalan lingkungan.

  • Atur Preferensi Rute Sesuai Kebutuhan

    Pengguna dapat menyesuaikan opsi rute, seperti menghindari tol atau jalur tertentu, agar sistem memberikan alternatif perjalanan yang lebih sesuai.

  • Perhatikan Ulasan dan Foto Pengguna

    Cek rating, ulasan, serta foto dari pengguna lain untuk mengetahui kondisi jalan. Informasi ini sering kali menjadi peringatan dini jika ada jalur yang kurang layak dilalui.

  • Gunakan Peta Offline sebagai Cadangan

    Unduh peta sebelum perjalanan untuk mengantisipasi kondisi sinyal yang lemah, sehingga navigasi tetap bisa digunakan. Selain itu, pengguna jalan juga disarankan memastikan koneksi internet stabil dan menggunakan versi terbaru aplikasi agar informasi rute tetap akurat.

Pengendara juga sebaiknya menghindari perjalanan pada malam hari di wilayah yang belum dikenal, karena keterbatasan visibilitas dapat menyulitkan saat menghadapi rute yang tidak familiar. Dengan perencanaan yang matang dan pemanfaatan fitur navigasi secara optimal, perjalanan diharapkan bisa berlangsung lebih aman dan terhindar dari jalur yang tidak sesuai.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Sinyal hingga Pelosok, Telkomsel Bangun Jaringan di Desa Sadi Belu

3 April 2026

Ulasan jujur Garmin Venu 3S: Jam tangan cerdas dengan fitur luar biasa

3 April 2026

Tesla Model Y L 2026: SUV Listrik Mewah dengan 6 Penumpang dan Jarak Tempuh 681 KM

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Makna mimpi lari dalam primbon Jawa, tanda keistimewaan saat berlari turun

3 April 2026

Bacaan Injil Katolik Selasa 31 Maret 2026: Renungan Harian Katolik Lengkap

3 April 2026

Skenario PSS Liga 1 Musim Depan Usai Imbang Lawan Kendal Tornado, Cukup Ini Saja

3 April 2026

Contoh Soal Akhir Tahun PPKN Kelas 5 SD

3 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?