Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 15 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Apakah Mematikan Kontrol Traksi Bantu Di Tanjakan Licin?
Teknologi

Apakah Mematikan Kontrol Traksi Bantu Di Tanjakan Licin?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover3 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Cara Kerja Sistem Kontrol Traksi yang Membatasi Momentum

Sistem kontrol traksi beroperasi menggunakan sensor kecepatan roda yang terhubung dengan unit komputer kendaraan. Ketika sistem mendeteksi salah satu roda berputar lebih cepat daripada roda lainnya (selip), komputer akan segera mengintervensi dengan mengurangi semburan bahan bakar ke mesin atau mengerem roda tersebut secara otomatis. Tujuannya adalah untuk mengembalikan traksi agar ban tidak terus berputar di tempat.

Masalah muncul saat mobil sedang mendaki tanjakan curam yang licin atau berpasir. Pada medan seperti ini, sedikit selip pada roda sering kali tidak terhindarkan. Jika sistem terus-menerus memotong tenaga mesin untuk menghentikan selip, mobil akan kehilangan momentum yang sangat dibutuhkan untuk melawan gravitasi. Akibatnya, putaran mesin akan drop secara drastis dan mobil perlahan berhenti atau bahkan mati mesin di tengah tanjakan karena tidak ada daya dorong yang tersisa.

Keuntungan Mematikan Fitur Saat Menghadapi Medan Berpasir

Menonaktifkan Traction Control melalui tombol fisik di dasbor memungkinkan roda untuk terus berputar meskipun sedang selip. Dalam kondisi jalan berpasir atau kerikil halus, putaran roda yang terus-menerus terkadang justru membantu ban untuk “menggali” permukaan hingga menemukan lapisan tanah yang lebih keras di bawahnya. Hal ini memberikan peluang bagi kendaraan untuk mendapatkan cengkeraman mekanis yang lebih baik daripada sekadar dibatasi oleh sistem elektronik.

Dengan mematikan fitur ini, pengemudi memiliki kendali penuh atas putaran mesin (RPM). Momentum yang terjaga akan mendorong mobil merayap naik secara perlahan meskipun roda terlihat sedikit berputar liar. Tanpa intervensi pengereman otomatis dari sistem TCS, seluruh tenaga dari transmisi akan disalurkan langsung ke roda, memberikan daya dorong maksimal yang sangat krusial untuk menaklukkan sudut kemiringan tanjakan yang cukup ekstrem.

Batasan dan Risiko Keselamatan yang Perlu Diperhatikan

Meskipun mematikan kontrol traksi sangat efektif untuk membantu mobil bergerak di tanjakan licin, tindakan ini bukan tanpa risiko. Tanpa pengawasan elektronik, mobil cenderung lebih mudah mengalami fishtailing atau pergeseran bagian belakang ke arah samping. Hal ini sangat berbahaya jika tanjakan tersebut berada di pinggir jurang atau jalan yang sempit, karena pengemudi harus lebih cekatan dalam melakukan koreksi pada kemudi untuk menjaga arah mobil tetap lurus.

Penting untuk diingat bahwa setelah berhasil melewati area tanjakan yang sulit dan kembali ke permukaan aspal yang normal, fitur kontrol traksi harus segera diaktifkan kembali. Berkendara di jalan raya tanpa bantuan TCS akan meningkatkan risiko kecelakaan saat melakukan manuver mendadak atau ketika melintasi genangan air (aquaplaning). Penggunaan tombol nonaktif ini sebaiknya hanya bersifat sementara dan khusus untuk situasi di mana momentum kendaraan jauh lebih berharga daripada stabilitas elektronik sesaat.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026

Waktu luang jadi ruang kreatif untuk modifikasi skutik murah

11 Juli 2026

Harga iPhone 17e 512GB Stabil, Ini Update Terbaru iPhone 17e dan Seri iPhone 17 iBox

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?