Juara Dunia ONE Welterweight Submission Grappling, Tye Ruotolo, menghadapi pertandingan yang sangat menantang dalam laga pertamanya di tahun 2026. Namun pada akhirnya, prodigi Brazilian Jiu-Jitsu ini berhasil meninggalkan ring dengan sabuk emas di tangannya setelah mengalahkan Juara Dunia IBJJF No-Gi, Pawel Jaworski, dalam acara ONE Fight Night 41.
Pertandingan ini berlangsung di Lumpinee Stadium, Bangkok, dan disiarkan secara langsung pada primetime Amerika Serikat. Ruotolo, yang berasal dari Amerika Serikat, berhasil mempertahankan gelarnya untuk ketiga kalinya setelah mengalahkan Jaworski, yang merupakan juara dunia dalam kompetisi IBJJF No-Gi.
Dari awal pertandingan, Ruotolo tampil sangat agresif. Ia melompat dari tali ring dan melakukan takedown dua kaki yang eksplosif, mirip dengan teknik spear, sehingga membuka pertandingan dengan sangat baik. Jaworski, yang dikenal dengan kemampuannya dalam mengincar leg lock, segera memburu serangan ke arah kaki Ruotolo.
Keduanya terlibat dalam beberapa kali scramble dan belitan kaki, tetapi Ruotolo tetap tenang dan berhasil keluar dari situasi berbahaya sambil mencoba melewati pertahanan lawan untuk masuk ke posisi half guard. Dari posisi atas, Ruotolo mengontrol tempo pertandingan dengan menahan tangan Jaworski agar tidak bisa mengembangkan serangan lebih lanjut.
Pawel Jaworski akhirnya berhasil mencatat catch pertama melalui kneebar pada 90 detik terakhir pertandingan. Namun, upaya kuncian tersebut hanya bertahan singkat karena Ruotolo dengan cepat melepaskan diri. Dengan waktu tersisa kurang dari 30 detik, Ruotolo sempat berada di bawah tekanan, tetapi ia berhasil membalikkan posisi dan membalas dengan catch miliknya sendiri melalui mounted choke.
Saat Jaworski mencoba berguling untuk melepaskan diri, Ruotolo kembali mencoba mengunci triangle choke. Namun, waktu habis sebelum kuncian tersebut benar-benar tereksekusi sempurna. Kedua atlet sama-sama mencatat satu catch dalam 10 menit pertandingan, tetapi agresivitas Ruotolo sepanjang laga membuat para juri sepakat memberinya kemenangan angka.
Kemenangan ini menjadi pencapaian penting bagi Ruotolo, yang berhasil mempertahankan Gelar Dunia ONE Welterweight Submission Grappling untuk ketiga kalinya. Rekor grapplingnya pun meningkat menjadi 37 kemenangan dan 12 kekalahan.
Catatan Penting
- Pertandingan Agresif: Ruotolo menunjukkan permainan yang sangat agresif sejak awal.
- Kemampuan Kontrol Tempo: Ia mampu mengontrol alur pertandingan dengan baik.
- Keberhasilan Memperkuat Rekor: Ini adalah kemenangan ketiga Ruotolo dalam gelar dunia.
- Kesetaraan Catch: Meskipun kedua atlet memiliki satu catch masing-masing, kemenangan jatuh kepada Ruotolo karena agresivitasnya.



