Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 29 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor
Teknologi

Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sejarah Singkat Barcode dan Perkembangannya

Barcode, atau kode batang, adalah salah satu teknologi yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun terlihat sederhana, barcode memiliki peran penting dalam berbagai bidang industri, mulai dari pengelolaan inventaris hingga pengiriman barang. Namun, tahukah kamu bahwa sejarah barcode sangat panjang dan penuh dengan inovasi?

1. Barcode Pertama Berbentuk Lingkaran

Pada akhir tahun 1940-an, dua siswa bernama Bernard Silver dan Norman Joseph Woodland mencoba menemukan solusi untuk membaca informasi produk secara otomatis. Mereka awalnya menggunakan pola tinta yang bersinar di bawah sinar UV, tetapi metode ini tidak efektif karena tinta yang tidak stabil dan mahal.

Setelah beberapa percobaan, pada tahun 1949, Woodland mengajukan paten untuk apa yang kemudian menjadi barcode modern. Desain awalnya berbentuk lingkaran konsentris, mirip dengan bullseye. Polanya didasarkan pada kode Morse, dengan empat garis putih pada latar belakang gelap. Informasi produk dikodekan berdasarkan ada atau tidaknya garis putih, menghasilkan 7 kategori produk yang berbeda.

2. Tujuan Awal Penggunaan Barcode

Awalnya, barcode digunakan untuk memberi label pada gerbong kereta api. Sistem ini tidak diterima secara universal sampai sistem checkout belanjaan dikembangkan. Saat ini, barcode digunakan untuk menciptakan efisiensi baru di berbagai bisnis, termasuk saat sedang checkout barang belanjaan di supermarket.

3. Universal Product Code (UPC) di Supermarket

Pada musim panas 1974, universal product code (UPC) atau barcode seperti yang kita kenal saat ini dipindai untuk pertama kalinya di pasar grosir di Ohio. Di supermarket Marsh, 10 bungkus permen meluncur ke bawah ban berjalan dan menjadi barang belanjaan pertama yang dipindai.

Saat ini, barcode menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas berbelanja di swalayan. Bahkan, barcode digunakan lebih dari sekadar mengidentifikasi barang di dalam toko. Misalnya, mendukung berbagai alur kerja pengiriman barang dan mengecek keaslian suatu produk.

4. Kode 39 dan Kode 128

Barcode kode 39 digunakan untuk memberi label barang di banyak industri. Kode 39 dikembangkan oleh Intermeb Corporation pada tahun 1975 dan memungkinkan penggunaan angka dan karakter. Nama kode ini berasal dari fakta bahwa pada awalnya hanya dapat mengkodekan 39 karakter. Dalam versi terbarunya, jumlah karakter telah ditingkatkan menjadi 43, termasuk angka, huruf, dan beberapa simbol.

Pada tahun 1981, spesialis barcode AS Computer Identics merancang kode 128, yang menampilkan kepadatan data yang lebih tinggi daripada kode 39. Kode 128 digunakan di seluruh dunia dan umum di sektor-sektor seperti pergudangan, transportasi dan logistik, manufaktur, dan perawatan kesehatan.

5. Smartphone sebagai Pemindai Barcode

Kemampuan smartphone memindai barcode dengan kecepatan kilat sudah dianggap biasa saat ini. Namun, kemampuan ini tidak mungkin didapat tanpa adanya fitur rekaman video di HP. Fitur ini baru tersedia di HP pada awal tahun 2000-an, dengan resolusi VGA yang bisa merekam video hingga 95kb antara 9 dan 27 detik.

Smartphone saat ini merekam video pada resolusi 4k, dan memungkinkan pemindaian barcode apa pun secepat kilat. Hal ini memungkinkan untuk mengganti pemindai genggam khusus dengan smartphone yang lebih hemat biaya.

6. Barcode pada Obat

Pada Februari 2004, U.S. Food and Drug Administration (FDA) memutuskan bahwa barcode harus diaplikasikan pada obat-obatan tertentu. Sejak saat itu, kemasan obat telah dicantumkan barcode yang membuat proses identifikasi dan pendistribusian obat kepada pasien menjadi lebih mudah.

Teknologi barcode telah berkembang untuk membantu penyedia layanan kesehatan mengatasi banyak tantangan lain di lingkungan perawatan. Ini mendorong efisiensi fasilitas dan hasil perawatan yang unggul dalam prosesnya.

7. Barcode Saat Ini

Bisnis barcode berkembang pesat sepanjang tahun 1980-an, dan saat ini hampir semua perusahaan besar sudah menggunakan barcode untuk produknya. Bukan hanya untuk produk konsumen, banyak biobank, laboratorium penelitian, fasilitas klinis, dan rumah sakit telah mengadopsi label barcode sebagai sarana untuk menyederhanakan pelacakan sampel dan inventaris, manajemen alur kerja, dan untuk mengurangi potensi kesalahan yang berakibat fatal.

Teknologi barcode telah berkembang pesat sejak awal mula penciptaannya. Bahkan saat ini telah ada printer barcode dan pelabel otomatis. Ini semua telah mengubah cara sampel dan inventaris dikelola, sehingga meningkatkan efisiensi dan produktivitas berbagai bidang bisnis secara keseluruhan.

Demikianlah sejarah barcode sejak awal diciptakan hingga saat ini. Siapa sangka, sesuatu yang tampak sederhana ini butuh langkah yang panjang dalam pembuatannya dan memiliki peran penting dalam berbagai bidang industri.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?