Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin
  • Messi Dapati Tempat di Timnas Argentina Piala Dunia 2026
  • Rosa Sofi Meninggal Sebelum Wisuda, Kecelakaan Saat Akan Donorkan Darah untuk Teman, Diwakili Ibu
  • Cara Beijing Memahami Amerika
  • 5 Miliarder Muda dengan Kekayaan Luar Biasa Tahun 2026
  • Ramalan Zodiak Hari Ini: Nasib, Rezeki, dan Peluang 11 Mei 2026
  • Demo Penolakan Pergub JKA Berlanjut, Jubir Aceh Apresiasi Kepedulian Mahasiswa
  • 5 manfaat kabin mobil senyap untuk kenyamanan dan fokus berkendara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM
Ekonomi

Panic buying tak hanya di Aceh: Warga Australia, Inggris, dan Korea rebut BBM

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover20 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Fenomena Panic Buying BBM di Berbagai Wilayah Dunia

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memicu fenomena panic buying atau pembelian bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai wilayah dunia. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi mendorong masyarakat untuk membeli BBM dalam jumlah besar, baik di luar maupun dalam negeri.

Penyebab Munculnya Panic Buying BBM

Salah satu faktor utama yang menyebabkan panic buying adalah ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel. Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang digunakan oleh sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Jika jalur ini ditutup, maka akan berdampak signifikan pada harga minyak dan pasokan energi global.

Selain itu, kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM juga dipicu oleh pernyataan pemerintah setempat mengenai stok BBM nasional. Di Indonesia, misalnya, masyarakat khawatir dengan stok BBM yang hanya tersisa selama 21–25 hari. Hal ini memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di daerah dataran tinggi Gayo seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Panic Buying BBM di Indonesia

Di Aceh, antrean kendaraan di SPBU terlihat sangat panjang. Salah seorang warga, Indra, mengaku sengaja mengantre di SPBU Tan Saril agar bisa mendapatkan Pertalite untuk sepeda motornya. Ia bahkan datang setelah shalat Isya dan menunggu cukup lama karena takut kehabisan bahan bakar.

Di SPBU Kemili, Takengon, antrean kendaraan roda dua dan roda empat hampir mencapai satu kilometer. Sementara itu, di SPBU Tan Saril, antrean kendaraan mencapai sekitar 500 meter. Fenomena ini menunjukkan bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap potensi krisis energi sangat tinggi.

Panic Buying BBM di Korea Selatan

Di Korea Selatan, panic buying juga terjadi setelah harga minyak dunia meningkat tajam akibat konflik Timur Tengah. Antrean kendaraan di SPBU Seoul menjadi lebih panjang dibandingkan hari-hari biasa. Banyak pengendara memilih mengisi penuh tangki kendaraan karena khawatir harga BBM akan terus naik.

Situasi ini terjadi bersamaan dengan tekanan berat pada perekonomian negara tersebut. Pasar keuangan Korea Selatan mengalami gejolak setelah konflik di Timur Tengah meningkat. Indeks saham utama Korea Selatan, Kospi, sempat anjlok lebih dari 12% dalam satu hari. Selain itu, nilai tukar won terhadap dolar AS melemah hingga menembus level tertinggi dalam 17 tahun terakhir.

Panic Buying BBM di Australia

Fenomena panic buying juga dilaporkan terjadi di Australia. Di kota Perth, ribuan pengendara terlihat mengantri di SPBU untuk mengisi bahan bakar. Pemerintah Australia Barat mencoba menenangkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Perdana Menteri negara bagian tersebut, Roger Cook, menyatakan bahwa pasokan bahan bakar masih stabil dan tidak perlu terjadi kepanikan.

Namun, di beberapa wilayah seperti Queensland, harga bahan bakar melonjak hingga 219,9 sen per liter dalam waktu singkat. Lonjakan harga ini memicu kritik terhadap perusahaan energi yang dianggap mengambil keuntungan dari situasi krisis. Meski demikian, otoritas energi Australia menyatakan bahwa sebagian besar pasokan minyak negara tersebut berasal dari Singapura, bukan dari Timur Tengah.

Panic Buying BBM di Inggris

Di Inggris, sejumlah laporan menyebut antrean panjang kendaraan terjadi di kota-kota besar seperti London, Manchester, dan Liverpool. Sebagian pengemudi harus menunggu lebih dari satu jam untuk mengisi bahan bakar di SPBU. Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Otoritas energi menyebut bahwa meskipun harga BBM mengalami kenaikan, pasokan energi masih aman.

Para pengemudi juga diminta untuk tetap mengikuti pola pengisian bahan bakar secara wajar agar tidak memicu gangguan distribusi. Dengan adanya kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM, masyarakat di berbagai negara terus memperhatikan situasi dan mengambil langkah-langkah antisipatif.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Miliarder Muda dengan Kekayaan Luar Biasa Tahun 2026

15 Mei 2026

PMI Manufaktur Kembali Kontraksi, Ini Saham Paling Terkena Dampak

15 Mei 2026

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Penitipan 12 Bayi di Rumah Bidan Yogyakarta, Hasil Hubungan Luar Nikah Tanpa Izin

15 Mei 2026

Messi Dapati Tempat di Timnas Argentina Piala Dunia 2026

15 Mei 2026

Rosa Sofi Meninggal Sebelum Wisuda, Kecelakaan Saat Akan Donorkan Darah untuk Teman, Diwakili Ibu

15 Mei 2026

Cara Beijing Memahami Amerika

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?