Perkelahian Berdarah di Belakang Eks Golden Sampit
Pada hari Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 05.00 WIB, kawasan belakang Eks Golden Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tiba-tiba berubah menjadi tempat yang mencekam. Kejadian ini terjadi saat warga sedang mempersiapkan aktivitas pagi mereka.
Perkelahian antara empat orang pemuda terjadi di lokasi tersebut. Empat individu yang terlibat dalam peristiwa ini memiliki inisial A, D, N, dan E. Sebelumnya, mereka sempat terlibat cekcok, namun akhirnya berujung pada bentrok menggunakan senjata tajam jenis parang.
Akibat dari kejadian ini, salah satu korban, yaitu D, mengalami luka bacok di bagian tangan. Saat ini, pihak berwajib sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut tentang kejadian tersebut. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai identitas pelaku atau motif dari perkelahian ini.
Mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Sampit
Aktivitas mudik Lebaran 2026 melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah diperkirakan akan meningkat. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit mencatat bahwa saat ini terdapat 11 jadwal keberangkatan kapal yang akan melayani angkutan laut Mudik Lebaran 2026.
Dua operator utama yang terlibat adalah PT Pelni Cabang Sampit dan PT Dharma Lautan Utama (DLU). Namun jumlah tersebut masih bersifat sementara. KSOP Sampit memperkirakan akan ada tambahan jadwal keberangkatan kapal dalam waktu dekat.
Menurut Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, jumlah keberangkatan kapal untuk tahun ini sekitar 11 call. Ini menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

Dampak Konflik Iran-Israel-AS pada Ekonomi Global
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat diperkirakan dapat berdampak pada perekonomian global, termasuk Indonesia. Dampak paling cepat yang dikhawatirkan terjadi adalah pada sektor energi dan transportasi, menyusul potensi kenaikan harga minyak dunia.
Situasi ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan pada akhir Februari 2026 yang bahkan memunculkan kekhawatiran penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Jika hal tersebut terjadi, distribusi minyak global bisa terganggu dan memicu lonjakan harga energi.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian pelaku usaha transportasi laut, termasuk di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Manajer DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi, mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima pembahasan khusus dari manajemen dampak konflik tersebut terhadap operasional perusahaan.

Puncak Arus Mudik di Pelabuhan Sampit
Arus mudik mulai terjadi di Pelabuhan Sampit perjalanan laut menuju Pulau Jawa menggunakan KM Dharma Rucitra VI pada pukul 17.00 WIB. Kapal tersebut sebelumnya datang dari Surabaya sebelum melanjutkan pelayaran menuju Semarang.
Hari ini, KM Dharma Rucitra VI datang dari Surabaya dan berangkat tujuan Semarang membawa penumpang sebanyak 349 orang. Aktivitas di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, terlihat cukup ramai pada Jumat (6/3/2026) sore.
Satu per satu penumpang tampak menaiki kapal sambil membawa berbagai barang bawaan. Ada yang memanggul tas besar, membawa kardus, hingga menenteng koper berisi perlengkapan perjalanan. Mereka bersiap melakukan perjalanan laut menuju Pulau Jawa menggunakan KM Dharma Rucitra VI.

Pembobolan Pertashop di Telaga Antang
Kapolsek Antang Kalang, Iptu Budi Hartono, membenarkan adanya aksi pencurian di sebuah Pertashop yang berada di wilayah Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Rabu (4/3/2026) malam. Dalam kejadian tersebut, puluhan teng bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite milik warga bernama Sadirin dilaporkan raib dibawa kabur oleh para pelaku.
Iptu Budi Hartono mengatakan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas serta keberadaan para pelaku. Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB.
“Untuk sementara anggota masih melakukan lidik di lapangan dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku bisa segera terungkap,” ujar Budi Hartono, Jumat (6/3/2026).




