Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 29 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Cara Mengelola THR agar Tak Cuma untuk Lebaran
Teknologi

Cara Mengelola THR agar Tak Cuma untuk Lebaran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tips Mengelola Tunjangan Hari Raya dengan Bijak

Tunjangan Hari Raya (THR) sering menjadi sumber pendapatan yang dinanti-nanti menjelang Idul Fitri. Namun, tanpa perencanaan yang matang, dana tersebut seringkali habis hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama Lebaran. Untuk menghindari hal ini, OCBC Indonesia menyarankan masyarakat agar tidak hanya menggunakan THR untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam mencapai tujuan keuangan jangka panjang.

OCBC Indonesia merekomendasikan pembagian penggunaan THR secara seimbang. Sekitar 50 persen dari THR dapat digunakan untuk kebutuhan Lebaran seperti zakat, mudik, dan jamuan keluarga. Sementara itu, sekitar 30 persen dapat dialokasikan untuk melunasi utang atau menambah dana darurat. Adapun 20 persen sisanya dapat digunakan untuk investasi jangka panjang. Dengan alokasi yang tepat, THR tidak hanya habis untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga bisa membantu mempercepat tercapainya tujuan keuangan jangka panjang.

Pentingnya Membangun Dana Darurat

Sebelum mulai berinvestasi, OCBC Indonesia menekankan pentingnya memperkuat dana darurat. Idealnya, dana darurat setara dengan enam hingga 12 kali pengeluaran bulanan agar dapat menjadi penyangga ketika terjadi kondisi tak terduga. Jika kebutuhan tersebut telah terpenuhi, masyarakat dapat mulai mempertimbangkan berbagai instrumen investasi sesuai profil risiko masing-masing.

Untuk investor konservatif, logam mulia seperti emas bisa menjadi pilihan karena dinilai mampu menjaga nilai aset dari inflasi. Sementara itu, obligasi pemerintah dapat menjadi pilihan bagi investor yang menginginkan imbal hasil tetap dengan risiko relatif lebih rendah. Adapun saham umumnya dipilih oleh investor dengan profil risiko lebih agresif yang memiliki tujuan investasi jangka panjang.

Dengan perencanaan sederhana, THR tidak hanya menjadi tambahan pengeluaran menjelang Lebaran. Dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kondisi keuangan keluarga di masa mendatang.

Waspada Modus Penipuan Digital



ILUSTRASI Waspada penipuan online – (pxhere)

Selain itu, masyarakat juga diminta lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan digital yang kerap meningkat menjelang pencairan THR. Pelaku memanfaatkan momen meningkatnya aktivitas transaksi dan komunikasi digital selama Ramadhan untuk menjerat korban.

Perusahaan penyedia solusi identitas digital VIDA menyebutkan modus penipuan kini semakin berkembang dan tidak lagi dilakukan secara sporadis. Praktik tersebut bahkan mulai terorganisasi dengan memanfaatkan berbagai teknologi baru. Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, mengatakan pelaku kejahatan digital terus menyesuaikan metode mereka mengikuti perkembangan teknologi dan celah keamanan yang ada. “Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku akan menguji ulang dan kembali dengan metode yang lebih kompleks,” ujar Niki.

Menurut dia, pelaku kerap memanfaatkan kelemahan literasi digital masyarakat serta momentum tertentu, seperti musim pencairan THR, untuk melancarkan aksinya. Data internal VIDA menunjukkan lonjakan kasus penipuan digital biasanya terjadi menjelang dan selama periode pencairan THR. Pada masa tersebut, aktivitas transaksi masyarakat meningkat sehingga membuka lebih banyak peluang bagi pelaku untuk menipu korban.

Dua Modus Penipuan Digital yang Umum Terjadi

Secara umum terdapat dua modus penipuan digital yang sering terjadi:

  • Phishing atau Smishing – upaya memancing korban untuk mengklik tautan tertentu dan memasukkan data pribadi seperti kata sandi atau kode OTP. Modus ini sering dilakukan dengan menyamar sebagai institusi resmi, misalnya layanan logistik atau promosi Ramadan palsu. Bahkan pelaku dapat menggunakan teknik fake BTS untuk mengirim pesan massal yang tampak berasal dari lembaga resmi sehingga terlihat meyakinkan.
  • Malware – pelaku biasanya mengirim file berbahaya dalam bentuk aplikasi atau dokumen yang tampak relevan, seperti status pengiriman paket atau undangan digital. Jika diunduh, aplikasi tersebut dapat memberi akses kepada pelaku untuk memantau perangkat korban dari jarak jauh.

Niki menilai pola kedua modus tersebut pada dasarnya sama, yakni berusaha memperoleh akses terhadap kata sandi atau kredensial pengguna. Karena itu, ia menilai sistem keamanan digital tidak lagi cukup hanya mengandalkan password dan kode OTP. Menurut dia, perlindungan identitas digital kini perlu dilengkapi dengan lapisan keamanan tambahan seperti verifikasi perangkat yang digunakan maupun autentikasi biometrik.

Selain teknologi, ia menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi berbagai pesan digital yang mencurigakan. “Kesadaran masyarakat tetap menjadi garis pertahanan pertama. Jangan asal mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi,” kata Niki.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?