Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 28 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Di Tengah Persaingan AS, Cina Percepat Teknologi
Teknologi

Di Tengah Persaingan AS, Cina Percepat Teknologi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover12 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Komitmen Cina untuk Investasi Teknologi Tinggi dan Inovasi Ilmiah

Dalam sidang tahunan parlemen, Cina menunjukkan komitmennya untuk memperdalam investasi di industri berteknologi tinggi dan inovasi ilmiah. Langkah ini dianggap sebagai kunci untuk memperkuat keamanan dan kemandirian nasional, terutama dalam menghadapi ketegangan geopolitik serta persaingan yang semakin meningkat dengan Amerika Serikat (AS).

Pada pembukaan sidang tahunan parlemen yang berlangsung pada Kamis (05/03), Perdana Menteri Li Qiang menyampaikan beberapa poin penting. Ia memuji kemampuan Cina bertahan dari kenaikan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Namun, ia juga menegaskan bahwa “multilateralisme dan perdagangan bebas berada di bawah ancaman serius,” sambil mengumumkan kenaikan anggaran pertahanan nasional sebesar 7%, serta peningkatan anggaran riset dan pengembangan dengan persentase yang sama.

Target Pertumbuhan Ekonomi 2026

Cina kini menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2026 pada kisaran 4,5% hingga 5%. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian pertumbuhan 5% pada 2025. Meski begitu, hal ini membuka ruang lebih besar untuk menekan kelebihan kapasitas industri dan menyeimbangkan kembali struktur ekonomi.

Rencana Lima Tahun ke-15 Cina menjanjikan investasi pada inovasi dan peningkatan industri, serta kenaikan signifikan yang tidak dirinci pada porsi konsumsi rumah tangga terhadap produk domestik bruto (PDB). Komitmen tersebut mengindikasikan kekhawatiran Beijing bahwa lemahnya permintaan domestik bisa membuat negara perekonomian terbesar kedua di dunia itu terlalu bergantung pada ekspor sebagai motor pertumbuhan. Namun, pemerintah juga tidak ingin meninggalkan agenda peningkatan kompleks industri berskala besar yang membuatnya unggul dalam rantai pasok atas AS dan sekutunya.

Tantangan dan Risiko Ekonomi

“Ketidakseimbangan antara pasokan yang kuat dan permintaan yang lemah sangat tajam, ekspektasi pasar lemah dan terdapat banyak risiko serta potensi bahaya di sektor-sektor kunci,” ujar Li, seraya menyinggung kemerosotan sektor properti yang berkepanjangan serta tekanan pada keuangan pemerintah daerah.

Para ekonom menilai target pertumbuhan yang lebih rendah memberi ruang bagi Cina untuk bereksperimen dengan penyesuaian atas kelebihan kapasitas industri. Sebelumnya, kelebihan kapasitas disebut menjadi pemicu tekanan deflasi kuat. Namun, mereka mengingatkan bahwa langkah tersebut tidak menggeser model pertumbuhan yang berfokus pada produksi.

Beijing mungkin akan mentoleransi konsolidasi di sektor-sektor bernilai tambah rendah. Namun, para analis menyebut manufaktur tetap dipandang sebagai tulang punggung keamanan nasional.

Rencana Lima Tahun dan Pengembangan Teknologi

“Ini adalah penyeimbangan ulang yang berisiko tinggi, di mana pemerintah mempertaruhkan segalanya pada kecerdasan buatan dan manufaktur maju untuk menggantikan mesin pertumbuhan lama yang bergantung pada properti,” ujarnya.

Rencana lima tahun itu menargetkan peningkatan nilai tambah industri inti ekonomi digital menjadi 12,5% dari PDB. Pemerintah juga akan meluncurkan kebijakan untuk membentuk pasar data nasional yang terintegrasi serta membangun sistem pencegahan risiko keamanan kecerdasan buatan.

Komitemen untuk meningkatkan belanja riset dan pengembangan setara dengan kenaikan 40% selama periode rencana lima tahun. Mandat pendanaan tersebut dirancang untuk mengembangkan “kekuatan produktif baru” di bidang kecerdasan buatan dan semikonduktor, sekaligus melindungi Cina dari pembatasan ekspor AS.

Strategi Stimulus dan Kebijakan Ekonomi

Cina juga berjanji mendukung pengembangan “terobosan” di berbagai sektor, mulai dari benih pertanian dan biomedis hingga semikonduktor dan peralatan mesin.

Zhiwei Zhang, Kepala Ekonom Pinpoint Asset Management, menyebut target pertumbuhan yang lebih rendah sebagai “langkah besar” yang menunjukkan bahwa “kualitas pertumbuhan lebih penting daripada kecepatan pertumbuhan” bagi Beijing.

Dari sisi stimulus, Cina merencanakan defisit anggaran sebesar 4% dari PDB, relatif sama dengan tahun lalu. Pemerintah mempertahankan kuota penerbitan utang khusus pemerintah pusat sebesar 1,3 triliun yuan (sekitar Rp3.183 triliun) serta pemerintah daerah sebesar 4,4 triliun yuan (sekitar Rp10.773 triliun).

Cina berjanji menaikkan pensiun minimum bulanan sebesar 20 yuan (sekitar Rp49 ribu) per orang serta subsidi asuransi kesehatan dasar bagi warga pedesaan yang tidak bekerja sebesar 24 yuan (sekitar Rp58 ribu). Pemerintah juga menyatakan akan meningkatkan belanja pendidikan, memberikan subsidi pengasuhan anak, serta mereformasi rumah sakit umum sebagai respons atas penurunan demografi.

Perspektif Analis dan Tantangan Baru

Walau begitu, analis dari Mercator Institute for China Studies (MERICS) menilai janji-janji kepada publik bersifat “hampa”. Menurutnya, pemerintah Cina yakin bahwa dukungan luas terhadap industri-industri kunci lebih selaras dengan kepentingan nasional di tengah kompetisi kekuatan besar global.

“Meski berada dalam keseimbangan yang rapuh, kebijakan ekonomi Cina akan terus secara sistematis lebih menguntungkan perusahaan dibandingkan rumah tangga,” tulis analis MERICS dalam catatan sebelum sidang parlemen.

“Beijing akan terus memperlambat perluasan jaminan sosial, sembari menggunakan subsidi besar dan insentif pajak untuk mendorong pertumbuhan serta peningkatan industri,” tulis mereka.

Bo Zhengyuan, mitra di konsultan riset Plenum, mengatakan Cina sebagai importir utama energi dan pangan kini juga menghadapi tantangan baru akibat perang AS-Israel dengan Iran.

“Hal itu dapat memengaruhi ekspor Cina serta harga energi, yang keduanya saat ini belum berada dalam kondisi ideal untuk mendorong pertumbuhan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Huawei Klaim Xinghe Tingkatkan Kecepatan AI 20 Persen

25 Agustus 2026

30 Soal UH IPS Kelas 9 SMP Tema 2 Ekonomi Digital Kurikulum Merdeka 2026

25 Agustus 2026

Rekomendasi laptop 2026 untuk mahasiswa, harga Rp5-10 jutaan

25 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?