Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 30 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»6 Aplikasi Cek Lokasi Banjir Jakarta, Tangerang, Jawa Timur
Ekonomi

6 Aplikasi Cek Lokasi Banjir Jakarta, Tangerang, Jawa Timur

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Maret 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Daftar Situs Web dan Aplikasi untuk Memantau Wilayah Terendam Banjir

Beberapa daerah di Indonesia mengalami banjir pada akhir pekan ini. Berikut adalah daftar situs web maupun aplikasi yang bisa digunakan untuk mengecek wilayah maupun jalan yang terendam banjir.

Pemkab Lampung Selatan mencatat ada 1.175 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban bencana banjir bandang di empat kecamatan, yakni Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar. Sementara itu, Pemkab Situbondo, Jawa Timur, mencatat ada enam kecamatan dengan sejumlah desa yang tergenang banjir luapan air sungai. Di antaranya Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Jatibanteng, Mlandingan, Bungatan, dan Kendit.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, mencatat sebanyak 2.682 rumah warga terendam banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak Jumat hingga Minggu malam. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa bencana hidrometeorologi ini meluas hingga ke 24 desa yang tersebar di 13 kecamatan. Selain pemukiman, banjir juga menggenangi akses jalan desa serta fasilitas umum seperti Masjid Al Amin dan SDN 1 Tonjong.

Data BPBD DKI Jakarta hingga Minggu (8/3) pukul 17.00 WIB, banjir tercatat merendam 74 rukun tetangga (RT) dan menggenangi 15 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta. Ketinggian air bervariasi, mulai sekitar 15 sentimeter hingga 1,2 meter di beberapa titik. Sementara itu, BPBD Kota Tangerang menyebutkan sembilan kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian dari 40 sentimeter hingga 150 sentimeter.

Aplikasi dan Situs Web untuk Mengetahui Wilayah Terkena Banjir

Berikut adalah beberapa aplikasi dan situs web resmi yang bisa digunakan untuk memantau kondisi banjir:

  1. inaRISK dan inaRISK Personal

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan platform inaRISK yang menampilkan peta risiko bencana di seluruh Indonesia. Melalui situs maupun aplikasi inaRISK Personal, masyarakat dapat mengetahui tingkat kerawanan daerahnya terhadap banjir, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran hutan, hingga tsunami.

Langkah penggunaannya:
– Buka website inaRISK atau install aplikasi inaRISK Personal
– Login (bisa sebagai Guest / tanpa akun)
– Aplikasi akan mendeteksi lokasi yang dipilih
– Pilih menu “Info bahaya” untuk lihat risiko di lokasi yang ingin dituju
– Untuk tiap jenis bahaya (misal banjir, gempa), inaRISK menunjukkan tingkat risiko + rekomendasi mitigasi (sebelum, saat, sesudah bencana)

  1. Info BMKG

    Aplikasi resmi BMKG ini menjadi salah satu platform yang paling banyak digunakan masyarakat. Meski tidak memiliki menu untuk menampilkan informasi banjir secara langsung, namun aplikasi ini bisa memberikan informasi terkait cuaca sesuai keakuratan wilayah yang dipilih. Setelah instalasi, aplikasi otomatis mendeteksi lokasi pengguna. Masyarakat dapat mengaktifkan notifikasi agar mendapatkan peringatan dini secara langsung.

  2. PetaBencana.id

    Berbeda dari aplikasi pemerintah, PetaBencana.id menggunakan data laporan masyarakat secara real-time untuk menampilkan kondisi banjir, banjir bandang, dan bencana hidrometeorologi lainnya. Platform ini bekerja sama dengan BNPB dan pemda, tetapi berbasis crowdsourcing. Pengguna cukup membuka situs PetaBencana.id. Tampilan peta interaktif akan menunjukkan laporan banjir di sekitar wilayah. Masyarakat juga dapat mengirim laporan melalui Telegram, X (Twitter), atau Facebook Messenger hanya dengan mengirimkan pesan ke bot resmi PetaBencana. Laporan warga akan diverifikasi dan langsung muncul di peta, sehingga membantu koordinasi saat bencana berlangsung.

  3. Aplikasi Jakarta Kini (JAKI)

    Aplikasi ini menjadi salah satu kanal yang bisa digunakan untuk memantau banjir, khususnya di DKI Jakarta. Melalui fitur JakPantau, warga dapat memantau titik genangan berdasarkan lokasi, waktu kejadian, serta kedalaman air yang ditampilkan menggunakan kode warna. Melalui JAKI, pengguna dapat mengakses data tinggi muka air di berbagai pintu air strategis seperti Manggarai, Katulampa, dan Karet. Selain itu, JAKI juga menyediakan informasi mengenai status operasional pompa air di seluruh wilayah Jakarta.

  4. Pantaubanjir

    Aplikasi Pantaubanjir yang dikelola Dinas Sumber Daya Air (DSDA) DKI Jakarta ini juga bisa menyajikan visualisasi data untuk memantau banjir. Di dalam aplikasi ini, pengguna bisa melihat grafik kenaikan air selama 24 jam terakhir. Hal ini sangat berguna untuk memprediksi apakah air akan terus naik atau mulai surut. Pantaubanjir juga membagi informasi berdasarkan wilayah (Jakarta Pusat, Utara, Barat, Selatan, dan Timur) sehingga informasi yang didapat lebih spesifik sesuai domisili.

  5. Google Maps dan Waze

    Meskipun bukan aplikasi khusus memantau banjir, namun Google Maps dan Waze juga memiliki fitur khusus flood layer. Fitur ini bisa menampilkan laporan hambatan jalan akibat cuaca. Saat terjadi banjir, Google Maps akan menandai area yang tertutup air dengan ikon peringatan merah. Sementara Waze dengan komunitas pengemudi yang aktif, akan memberikan informasi paling cepat saat ada penutupan jalan akibat banjir.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

31 Agustus 2026

Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

31 Agustus 2026

Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?