Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 17 Maret 2026
Trending
  • Honda Supra X 125 2026: Motor Bebek Legendaris yang Tangguh
  • Unduh PP 9/2026, Juknis THR 2026, Potongan Pajak & Cara Hitung THR
  • Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM
  • Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya
  • Limbah Elektronik Global Beredar Tanpa Pengawasan
  • Saham Indeks KOMPAS100 Masih Layak Diperhatikan
  • Awal Mula Kasus Bibi Kelinci: CCTV Pencurian di Restoran Jadi Bukti Tersangka
  • THR 2026 Dipotong Pajak? Ini Penjelasan DJP dan Besarannya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Ayatollah Mojtaba Khamenei Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump Anggap Tak Berarti
Politik

Ayatollah Mojtaba Khamenei Terpilih Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Trump Anggap Tak Berarti

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover17 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran

Ayatollah Mojtaba Khamenei secara resmi menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Pengangkatan ini terjadi pada Senin (9/3/2026). Mojtaba dikenal sebagai seorang ulama tingkat menengah yang memiliki pengaruh signifikan di dalam pasukan keamanan Iran dan jaringan bisnis yang luas yang dibangun oleh ayahnya.

Pemilihan Mojtaba dilakukan oleh Majelis Ahli, sebuah badan yang terdiri dari 88 ulama senior. Majelis ini bertugas memilih pemimpin baru setelah kematian Ali Khamenei. Dalam pernyataannya, Majelis Ahli menyatakan bahwa mereka memilih Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran. Proses pemilihan ini berlangsung dengan suara yang menentukan, tanpa keraguan sedikit pun meskipun Iran menghadapi agresi dari Amerika Serikat dan Israel.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya pernah menyebut Mojtaba sebagai tokoh yang tidak berbobot. Ia juga menegaskan bahwa dirinya harus memiliki suara dalam penunjukan pemimpin baru tersebut. “Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” ujarnya kepada ABC News sebelum pengumuman resmi dibuat.

Sosok Mojtaba Khamenei

Mojtaba (56 tahun) merupakan putra tertua kedua dari Ali Khamenei. Ia dikenal memiliki hubungan kuat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Meskipun bukan seorang ulama berpangkat tinggi, ia diyakini memiliki pengaruh besar di balik layar. Mojtaba pernah bertugas di angkatan bersenjata Iran selama perang Iran-Irak.

Meskipun ada kemungkinan penolakan terhadap pemilihannya, banyak petinggi Iran telah dinetralisir dalam serangan terhadap negara tersebut. Mojtaba disebut sebagai salah satu anggota keluarga Khamenei yang selamat, sementara istri, putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki mendiang pemimpin tertinggi itu dilaporkan tidak selamat.

Keluarga Mojtaba Khamenei

Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel. Zahra adalah putri dari Gholam-Ali Haddad-Adel, seorang politikus konservatif Iran dan mantan Ketua Parlemen. Keduanya menikah pada tahun 2004. Zahra dilaporkan tewas pada tahun 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Pasangan ini memiliki tiga anak, meskipun detail mengenai anak-anak tersebut tidak tersedia.

Mojtaba Selamat dari Serangan AS-Israel

Pekan lalu, Mojtaba dilaporkan selamat dari serangan udara AS dan Israel. Informasi ini disampaikan dua sumber Iran kepada Reuters pada Rabu (4/3/2026). Menurut sumber tersebut, Mojtaba selama ini dipandang oleh kalangan penguasa Iran sebagai salah satu kandidat penerus ayahnya. Salah satu sumber Iran mengatakan bahwa Mojtaba tidak berada di ibu kota ketika serangan terjadi. “Dia (Mojtaba) masih hidup. Dia tidak di Teheran ketika Pemimpin Tertinggi terbunuh,” kata sumber tersebut.

Proses Pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran

Dikutip dari Al Jazeera, pemimpin tertinggi Iran tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan oleh sebuah badan khusus bernama Majelis Ahli. Badan ini terdiri dari 88 ulama senior yang dipilih oleh publik setiap delapan tahun sekali. Namun, proses ini memiliki mekanisme yang ketat. Setiap kandidat yang ingin menjadi anggota Majelis Ahli harus terlebih dahulu melewati pemeriksaan dan mendapatkan persetujuan dari Dewan Penjaga. Dewan ini merupakan badan pengawas yang sebagian anggotanya ditunjuk langsung oleh Pemimpin Tertinggi.

Apabila jabatan Pemimpin Tertinggi kosong karena kematian atau pengunduran diri, Majelis Ahli akan segera berkumpul untuk menentukan pengganti melalui proses pemungutan suara sederhana. Proses pemilihan sederhana sudah cukup untuk menunjuk pemimpin tertinggi yang baru. Sesuai dengan konstitusi Iran, kandidat harus seorang ahli hukum senior dengan pengetahuan mendalam tentang yurisprudensi dalam Islam Syiah, serta memiliki kualitas seperti penilaian politik, keberanian, dan kemampuan administrasi.

Sebelumnya, hanya ada satu kali peralihan kekuasaan di jabatan pemimpin tertinggi Iran, yaitu ketika Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam, meninggal dunia pada usia 86 tahun pada tahun 1989.

Kematian Ali Khamenei

Sebelumnya, pernyataan resmi dikeluarkan pemerintah Iran terkait kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Selain Ali Khamenei, serangan gabungan AS dan Israel juga turut menewaskan putri, menantu, dan cucu pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Berikut pernyataan pemerintah Iran melansir dari Tribunnews.com, Minggu (1/3/2026):

“Orang-orang yang berbuat zalim akan mengetahui ke mana mereka akan dikembalikan.” (Surat Asy-Syu’ara Ayat 227)

Rakyat Iran yang terhormat dan penuh kebanggaan!

Dengan kesedihan dan duka mendalam, diumumkan bahwa setelah serangan brutal oleh pemerintah kriminal Amerika dan rezim Zionis yang keji, teladan iman, jihad, dan perlawanan, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Agung Imam Khamenei, telah meraih anugerah besar berupa kesyahidan.

Beliau adalah penerus sejati Ruhullah (Imam Khomeini) yang selama lebih dari 37 tahun kepemimpinan bijak, memegang panji terdepan Islam dengan keberanian dan iman teguh, membuka babak baru dalam sejarah pemerintahan Islam, dan hingga akhir hayatnya yang penuh berkah, memimpin umat Islam melawan kekafiran, tirani, dan kesombongan.

Syahid yang mulia, Ayatollah Agung Imam Khamenei, teladan pengorbanan dan perlawanan di era kini, adalah “Imam janji tulus, Imam harapan dan kekuatan” di benak kaum merdeka, tertindas, dan para pejuang dunia. Namanya akan abadi bersama “Khomeini Sang Agung” di hati bangsa-bangsa dunia. Keilmuan luas, penguasaan ilmu kontemporer, kebijaksanaan, pandangan jauh, iman murni, ketulusan dalam amal, tekad baja, keyakinan mendalam pada kata dan perbuatannya, keberanian tiada banding, pengetahuan agama yang luas, jiwa lembut dan suci, serta harapan dan tawakal kepada Sang Pencipta adalah ciri khas luar biasa dari pribadi besar ini yang jarang ditemukan pada pemimpin politik mana pun.

Pemerintah Republik Islam Iran menyampaikan belasungkawa atas kehilangan besar ini kepada Qa’im al-Mahdi (semoga jiwa kami dikorbankan untuk beliau), bangsa Iran yang mulia, umat Islam yang agung, dan seluruh kaum merdeka di dunia.

Sebagai bentuk simpati kepada bangsa Iran yang tangguh, pemerintah menetapkan 40 hari berkabung nasional dan 7 hari libur umum.

Kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa balasan dan akan menandai babak baru dalam sejarah dunia Islam dan Syiah. Darah suci pemimpin agung ini akan mengalir bagaikan mata air yang bergemuruh dan akan melenyapkan penindasan serta kejahatan Amerika-Zionis.

Kali ini, dengan segala kekuatan dan ketegasan, bersandar pada umat Islam dan kaum merdeka dunia, kami akan membuat para pelaku dan dalang kejahatan besar ini menyesali perbuatannya.

Iran tercinta kita, dengan dukungan kemenangan ilahi, bersatu dan sehati, akan dengan bangga melewati masa sulit ini; sebab Allah senantiasa mengawasi musuh-musuh yang menindas dan menjadi penolong bagi orang-orang beriman serta kaum tertindas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Unduh PP 9/2026, Juknis THR 2026, Potongan Pajak & Cara Hitung THR

17 Maret 2026

Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya

17 Maret 2026

THR 2026 Dipotong Pajak? Ini Penjelasan DJP dan Besarannya

17 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Honda Supra X 125 2026: Motor Bebek Legendaris yang Tangguh

17 Maret 2026

Unduh PP 9/2026, Juknis THR 2026, Potongan Pajak & Cara Hitung THR

17 Maret 2026

Krisis AS-Iran Ancam Ekonomi RI, CELIOS Minta Pertahankan Subsidi BBM

17 Maret 2026

Menteri Luar Negeri Iran Tegaskan Penolakan Gencatan Senjata dari AS-Israel, Ini Alasannya

17 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?