Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tuesday, 6 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Politik»Anggota PDIP: Prabowo Harus Dorong Palestina Bergabung dalam BOP
    Politik

    Anggota PDIP: Prabowo Harus Dorong Palestina Bergabung dalam BOP

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 March 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Langkah Diplomatik yang Harus Sesuai Konstitusi

    Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyoroti pentingnya langkah diplomatik yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto agar Palestina dilibatkan dalam forum Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Menurutnya, keterlibatan Palestina dalam forum tersebut sangat penting untuk memastikan proses pengambilan keputusan berlangsung secara adil dan setara. Dengan demikian, Palestina dapat duduk bersama dalam forum internasional tersebut untuk menyampaikan kepentingannya secara langsung.

    Tanpa kehadiran Palestina, upaya untuk membicarakan masa depan dan hak-hak rakyat bangsa Palestina dikhawatirkan tidak akan mencerminkan keadilan yang sesungguhnya. “Jika tujuan forum ini adalah untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan menghadirkan keadilan, maka Palestina harus diberi ruang untuk ikut serta dan berdiskusi secara setara,” ujar TB Hasanuddin kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).

    TB Hasanuddin menegaskan bahwa Indonesia sejak lama memiliki komitmen kuat untuk mendukung kemerdekaan Palestina sesuai amanat konstitusi. Oleh karena itu, berbagai langkah diplomasi yang ditempuh Indonesia di tingkat internasional harus tetap konsisten dengan prinsip tersebut. Pelembagaan BoP sejak awal diinisiasi oleh Amerika Serikat dan disetujui melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 2803 pada November 2025. Dalam perkembangannya, keanggotaan BoP ditentukan oleh Amerika Serikat sebagai inisiator melalui mekanisme undangan resmi.

    Namun hingga saat ini, tidak terdapat undangan yang diberikan kepada perwakilan Palestina. Sebenarnya keberadaan BoP membuat pembagian besar negara-negara. Ada yang menerima undangan dan ikut, ada pula yang menerima undangan dan menyatakan tak ikut. Adapun daftar negara yang ikut BoP, di antaranya Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Bulgaria, El Salvador, Hungaria, dan Indonesia. Kemudian, Israel, Kazakstan, Kosovo, Mongolia, Maroko, Pakistan, Paraguai, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Uzbekistan, dan Yordania ikut bergabung di dalam forum itu.

    Pandangan Jusuf Kalla tentang Tujuan BoP

    Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, menilai, pembentukan Board of Peace perlu dilihat dampaknya terhadap upaya menciptakan perdamaian, khususnya bagi Palestina. Pernyataan tersebut disampaikan JK kepada wartawan usai menghadiri diskusi tokoh lintas generasi di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

    “Ya kita lihat dulu apa yang dilakukan beberapa bulan akan datang. Kalau BOP itu bisa membuat kedamaian di Palestina, contohnya, oke kita dukung,” kata JK. JK juga menyebut sejumlah negara Islam pada prinsipnya memiliki keinginan untuk mendorong perdamaian di Palestina. Namun, ia menilai dinamika politik internasional sering kali menjadi hambatan dalam mewujudkan langkah konkret.

    Salah satu faktor utamanya adalah penggunaan hak veto oleh negara besar seperti Amerika Serikat dalam berbagai forum internasional. JK menilai, pengakuan terhadap Palestina merupakan salah satu kunci untuk mendorong penyelesaian konflik yang lebih adil.

    “Cara mendamaikannya adalah dengan memberikan pengakuan kepada Palestina. Kalau tidak, hanya mendukung Israel, buat apa,” kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu.

    Evaluasi Keterlibatan RI di BoP

    Sejumlah guru besar dan civitas akademika Universitas Padjadjaran menyampaikan pernyataan sikap terkait dinamika kebijakan luar negeri Indonesia, yang dinilai tengah menghadapi berbagai tantangan global. Pernyataan bertajuk “Seruan Padjadjaran” itu disampaikan di Bandung pada 5 Maret 2026. Dalam pernyataan tersebut, para akademisi menilai, posisi diplomasi Indonesia yang berlandaskan prinsip bebas aktif sedang menghadapi ujian di tengah berbagai perkembangan geopolitik internasional.

    Seruan ini diketahui oleh Ketua Dewan Profesor, Prof. Dr. Atwar Bajari hingga Ketua Senat Akademik, Por. Dr. Yoni Syukriani. Beberapa dinamika yang disoroti antara lain keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam BoP, penandatanganan Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang dinilai berpotensi merugikan Indonesia, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik akibat agresi militer Israel terhadap Iran yang disebut mendapat bantuan Amerika Serikat.

    “Para akademisi menegaskan bahwa prinsip kebijakan luar negeri Indonesia telah ditegaskan dalam Pembukaan UUD 1945. Dalam pembukaan tersebut dinyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,” ujar perwakilan melalui siaran pers dikutip IDN Times, Jumat (6/3/2026).

    Menurut mereka, prinsip bebas aktif bukan berarti Indonesia bersikap tanpa sikap dalam konflik internasional. Kebijakan luar negeri yang aktif justru menuntut keberpihakan pada nilai kemanusiaan dan keadilan ketika terjadi pelanggaran terhadap hukum internasional.

    Dalam pernyataan sikap tersebut, para guru besar dan civitas akademika Universitas Padjadjaran menyampaikan beberapa poin sikap sebagai berikut:

    • Kecaman keras terhadap agresi militer Israel terhadap Iran yang disebut mendapat bantuan Amerika Serikat. Serangan terhadap negara berdaulat dinilai sebagai eskalasi ekstrem yang melanggar hukum internasional, mengancam stabilitas kawasan, serta memperbesar risiko konflik regional yang lebih luas.
    • Duka cita atas wafatnya para pemimpin Iran dan warga sipil yang menjadi korban. Tragedi ini dinilai bukan hanya menjadi kehilangan bagi bangsa Iran, tetapi juga dapat menjadi preseden berbahaya dalam praktik hubungan internasional jika pembunuhan politik terhadap kepala negara dinormalisasi sebagai instrumen kebijakan luar negeri.
    • Seruan kepada Pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dan konsisten terhadap prinsip kebijakan luar negeri bebas aktif. Mereka juga meminta Presiden untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
    • Seruan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk melakukan kajian kritis terhadap Agreement on Reciprocal Trade (ART) serta keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP).
    • Seruan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat internasional agar segera menghentikan segala bentuk agresi militer dan mendorong seluruh pihak kembali ke jalur diplomasi serta penyelesaian konflik berdasarkan prinsip hukum internasional.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Hidup di Dalam Kita! Filosofi Mendalam 3 Jersey Baru Persib Bandung di Super League 2026/2027

    31 August 2026

    Demo Warga Pati di DPR, Dua Tuntutan dan Pengaturan Lalu Lintas

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?