Laga Derby Milan Berakhir dengan Kemenangan Tipis AC Milan
Pertandingan antara AC Milan dan Inter Milan kembali menjadi sorotan utama dalam dunia sepak bola Italia. Laga derby panas ini digelar di Stadion San Siro pada Senin (9/3/2026) dini hari WIB. Dalam pertandingan tersebut, AC Milan berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas rival sekotanya, Inter Milan. Gol tunggal yang dicetak oleh Pervis Estupinan pada babak pertama menjadi penentu kemenangan bagi Rossoneri.
Kemenangan ini sangat penting bagi AC Milan dalam perburuan gelar juara Liga Italia atau yang dikenal sebagai scudetto. Istilah scudetto berasal dari bahasa Italia yang berarti “perisai kecil” dan secara simbolis digunakan untuk menggambarkan tim yang memenangkan kompetisi Serie A Italia.
Selain menjadi laga penting dalam perebutan gelar, pertandingan ini juga menampilkan sejumlah penampilan menarik dari para pemain kedua tim. Media sepak bola Football Italia merilis rapor pemain setelah pertandingan usai. Berikut adalah penjelasannya.
Estupinan Jadi Pahlawan Rossoneri
Pervis Estupinan menjadi sorotan utama dalam pertandingan ini setelah mencetak gol kemenangan bagi AC Milan. Bek sayap asal Ekuador tersebut dinilai tampil impresif sepanjang pertandingan dan akhirnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan versi Football Italia.
Gol yang dicetak Estupinan pada babak pertama menjadi pembeda dalam laga derby yang berlangsung ketat tersebut. Penampilannya yang solid membuatnya mendapatkan nilai tertinggi di antara pemain AC Milan. Pujian tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Estupinan tidak hanya datang dari gol yang dicetaknya, tetapi juga dari perannya dalam menjaga keseimbangan permainan AC Milan.
Peran Penting Mike Maignan
Selain Estupinan, kiper AC Milan Mike Maignan juga mendapat sorotan berkat penyelamatan penting yang dilakukannya. Penjaga gawang asal Prancis tersebut berhasil menggagalkan peluang emas Inter Milan yang diciptakan oleh Henrikh Mkhitaryan. Penyelamatan tersebut terjadi hanya beberapa menit sebelum AC Milan mencetak gol kemenangan.
Dalam sepak bola, momen penyelamatan seperti ini sering disebut sebagai key save, yaitu penyelamatan penting yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Berkat penampilan tersebut, Maignan mendapatkan nilai 6.5 dalam rapor pemain.
Luka Modric Pimpin Lini Tengah Milan
Pemain senior Luka Modric juga tampil menonjol dalam pertandingan ini. Gelandang berpengalaman asal Kroasia tersebut dinilai mampu memimpin permainan AC Milan dari lini tengah dengan pengalaman dan kualitas teknik yang dimilikinya.
Dalam sepak bola modern, pemain yang berperan mengatur ritme permainan di lini tengah sering disebut sebagai playmaker, yaitu pemain yang bertugas mengatur tempo serangan serta distribusi bola kepada rekan setim. Modric mendapatkan nilai 7 dalam penilaian performa pemain AC Milan, menjadi salah satu pemain dengan nilai tertinggi dalam pertandingan ini.
Penilaian Pemain AC Milan
Berikut rapor pemain AC Milan dalam pertandingan tersebut:
- Maignan: 6.5
- Tomori: 6
- De Winter: 6.5
- Pavlovic: 6.5
- Saelemaekers: 6
- Fofana: 6.5 (73′ Ricci: 6)
- Modric: 7
- Rabiot: 6.5
- Estupinan: 7
- Leao: 5.5 (73′ Fullkrug: N/A)
- Pulisic: 6 (84′ Nkunku: N/A)
Pelatih: Allegri: 7
Formasi yang digunakan AC Milan dalam pertandingan ini adalah 3-5-2.
Rafael Leao Jadi Pemain dengan Nilai Terendah
Di sisi lain, Rafael Leao justru mendapatkan nilai terendah di antara pemain AC Milan. Penyerang asal Portugal tersebut dinilai tidak mampu memberikan kontribusi maksimal dalam pertandingan ini. Football Italia menilai bahwa Leao dianggap gagal memanfaatkan peluang serangan balik yang dimiliki AC Milan.
Allegri Dinilai Tepat Membaca Situasi
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, juga mendapat nilai tinggi berkat strategi yang diterapkannya dalam pertandingan ini. Ia mendapatkan nilai 7 dalam rapor pelatih. Salah satu keputusan penting yang diambil Allegri adalah memberikan instruksi khusus kepada Estupinan pada awal pertandingan. Instruksi tersebut terbukti efektif karena gol kemenangan AC Milan memang tercipta dari sisi yang dijaga Luis Henrique.
Inter Milan Tampil di Bawah Standar
Sementara itu, Inter Milan dinilai tampil di bawah performa terbaik mereka dalam pertandingan ini. Beberapa pemain bahkan mendapatkan nilai cukup rendah dalam penilaian performa. Berikut penilaian pemain Inter Milan:
- Sommer: 6
- Bisseck: 5.5 (80′ Diouf: N/A)
- Akanji: 6
- Bastoni: 5.5 (68′ Carlos Augusto: 6)
- Luis Henrique: 5 (59′ Dumfries: 6)
- Barella: 5.5 (68′ Frattesi: 5.5)
- Zielinski: 5.5
- Mkhitaryan: 6 (59′ Sucic: 5.5)
- Dimarco: 5.5
- Esposito: 5
- Bonny: 5
Pelatih: Chivu: 5
Julukan Nerazzurri yang sering digunakan untuk Inter Milan merujuk pada warna khas klub tersebut, yakni hitam dan biru.
Mkhitaryan Jadi Pemain Terbaik Inter
Henrikh Mkhitaryan menjadi salah satu pemain Inter Milan yang mendapatkan penilaian cukup baik. Ia dinilai sebagai pemain terbaik Inter dalam pertandingan ini meskipun timnya kalah. Peluang yang diciptakan Mkhitaryan memang menjadi salah satu kesempatan terbaik Inter untuk mencetak gol. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh Maignan.
Luis Henrique Jadi Titik Lemah Inter Milan
Luis Henrique menjadi pemain dengan nilai terendah di kubu Inter Milan. Pemain asal Brasil tersebut dinilai melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol kemenangan AC Milan. Penilaian ini menunjukkan bahwa sisi pertahanan Inter yang dijaga Luis Henrique menjadi titik lemah yang berhasil dimanfaatkan AC Milan.
Kondisi Inter Tanpa Striker Utama
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, juga mendapatkan nilai cukup rendah dalam rapor pertandingan ini. Salah satu faktor yang memengaruhi performa Inter adalah absennya beberapa pemain kunci di lini depan. Absennya Lautaro Martinez dan Marcus Thuram memang membuat lini serang Inter Milan kehilangan ketajaman. Kondisi tersebut membuat Inter kesulitan menciptakan peluang berbahaya sepanjang pertandingan.



