Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 5 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Ragam»Reza Rahadian Buka Sisi Lain Film ‘Suzzanna: Santet dosa di atas dosa’ yang Angkat Isu Sosial
    Ragam

    Reza Rahadian Buka Sisi Lain Film ‘Suzzanna: Santet dosa di atas dosa’ yang Angkat Isu Sosial

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Makna “Dosa di Atas Dosa” yang Lebih dari Sekadar Judul



    Menurut Reza, frasa “dosa di atas dosa” bukan sekadar pilihan kata dramatis. Ada makna yang lebih filosofis di baliknya.

    “‘Dosa di Atas Dosa’ ini adalah sebuah personifikasi dari bagaimana manusia yang melakukan kita semua punya dosa kita masing-masing ya in general. Tapi, ada saat kenapa disebut dosa di atas dosa karena ada sesuatu yang lebih extravagant dibanding yang lain-lain di dalam cerita.”

    Dalam konteks film, istilah tersebut menjadi personifikasi perjalanan karakter Suzzanna. Bagaimana seseorang bisa sampai pada titik menghalalkan cara-cara ekstrem untuk melawan ketidakadilan? Bagaimana proses itu terjadi? Inilah yang ingin di-highlight melalui judulnya.

    Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menyoroti transformasi Suzzanna hingga menjadi sosok dukun yang memilih jalan santet sebagai bentuk perlawanan terhadap lawan-lawannya. Sebuah keputusan yang lahir bukan dari ruang kosong, melainkan dari konflik dan tekanan yang kompleks.

    Berperan sebagai Pramuja, Sosok yang Tenang dengan Jiwa Keadilan



    Dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Reza Rahadian berperan sebagai Pramuja—keponakan seorang mantri atau dukun di sebuah wilayah. Karakter ini memiliki relasi penting dengan Suzzanna. Pertemuan mereka diawali ketika Pramuja menemukan Suzzanna di sebuah sungai dan menolongnya.

    Mulai dari sinilah hubungan keduanya terjalin. Namun, relasi tersebut bukan semata-mata kisah cinta. Ada dinamika yang lebih dalam yang dibangun sepanjang cerita.

    Pramuja digambarkan sebagai sosok yang tenang, tidak gegabah, dan cenderung menguasai ruang. Ia bukan tipe yang konfrontatif secara keras. Namun, ada titik di mana ia harus mengambil sikap.

    “Pramuja pembawaannya tenang. Dia orang yang tidak gegabah gitu, ya. Dia orangnya cenderung sangat menguasai ruang, tidak konfrontatif yang keras, sampai kemudian dia berada di titik dimana dia harus melakukan sesuatu.”

    Dengan karakter tersebut, Pramuja menjadi representasi suara masyarakat yang selama ini tidak berani bersuara. Ia berdiri di antara kekuasaan dan ketidakadilan, mencoba memperjuangkan apa yang menurutnya benar.

    Ketika ditanya apakah karakter ini relevan dengan kondisi sosial saat ini, Reza memilih menyerahkannya pada penonton. “Apakah itu relevan atau tidak, itu kembali kepada yang menonton.”

    Jadi Film Horor yang Mengangkat Isu Sosial



    Salah satu hal yang membuat Reza tertarik pada proyek ini adalah kekuatan isu sosial dalam naskahnya. Film ini memang berada dalam semesta Suzzanna yang identik dengan horor. Namun, ceritanya tidak hanya berhenti pada kematian dan teror semata. Ada pembahasan tentang relasi kuasa—siapa yang berkuasa dan siapa yang ditekan.

    “Cerita ini sebuah cerita yang tidak hanya berbicara mengenai horor. Tapi juga berbicara mengenai hubungan antar manusia, hubungan tentang kelas sosial tertentu, hubungan tentang kekuasaan, siapa yang berkuasa, siapa yang memiliki kekuasaan yang tadi saya bilang gitu ini adalah relasi antar kuasa ada orang yang berkuasa menekan mereka yang tidak berkuasa berbuat sewenang-wenang dan seenaknya.”

    Pendekatan ini menjadi langkah berani, mengingat IP Suzzanna selama ini sangat identik dengan sosok hantu. Menggeser fokus cerita ke konflik sosial tentu memiliki risiko tersendiri. Namun justru disitulah letak daya tariknya.

    Reza menilai film ini menawarkan konsep yang berbeda dari pendahulunya. Ada keberanian untuk mengeksplorasi semesta yang sudah besar dengan sudut pandang baru.

    Proses Kreatif dan Diskusi Intens dengan Sutradara



    Untuk membangun karakter Pramuja, Reza mengaku tidak melakukan riset khusus yang mendalam seperti proyek-proyek tertentu sebelumnya. Semua sudah tertuang cukup jelas dalam skenario. Proses yang paling dominan justru diskusi intens dengan sutradara, Azhar Kinoi Lubis.

    “Dengan karakter Pramuja semuanya sudah tertuang cukup jelas di skenario. Sehingga, proses yang paling banyak terjadi itu adalah pembicaraan antara Kinoi dengan saya, Kinoi sebagai sutradara, saya sebagai pemain, kami bertukar pikiran mengenai bagaimana Pramuja ini akan dihidupkan seperti itu.”

    Dalam proses syuting, Reza tidak melakukan perubahan besar pada naskah. Jika ada improvisasi, itu dilakukan dalam batas pendekatan adegan dan tetap atas persetujuan sutradara. Struktur cerita tetap dipertahankan sesuai visi awal.

    Sentuhan Modern di Era 80–90an



    Meski berlatar era 80–90an, Reza merasakan ada modernitas yang kuat dalam pendekatan film ini. Sejak membaca skrip, ia sudah merasakan bahwa ada sesuatu yang berbeda. Ketika melihat hasil akhirnya, ia bahkan mengaku terkejut dengan kualitasnya.

    Sebagian besar efek yang digunakan terasa nyata dan meyakinkan. Kombinasi practical effects dan CGI menghadirkan pengalaman sinematik yang gripping. Ada pula nuansa action yang membuat film ini terasa segar.

    Format penceritaan yang baru terhadap karakter Suzzanna menjadi nilai plus tersendiri. Bukan sekadar mengulang formula lama, film ini menawarkan napas modern yang bisa jadi sangat appealing bagi penonton masa kini, khususnya saat tayang pada tanggal 18 Maret 2026 mendatang.

    Pada akhirnya, film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan hanya tentang kemunculan sosok mistis. Film ini berbicara tentang manusia—tentang dosa, kuasa, ketidakadilan, dan pilihan ekstrem yang diambil dalam situasi terdesak.

    Jangan lupa catat tanggal rilisnya dan saksikan film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa di bioskop kesayangan kamu ya, Bela!

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Gagasan Soekarno dan Tan Malaka dalam Seni Peran di GKJ

    31 August 2026

    Ramalan karier hari ini, 27 Agustus 2026: Peluang dan momentum baru

    31 August 2026

    Cara Naykilla dan Tenxi Tunjukkan Karakter Melalui Belanja di Shopee 9.9

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?