Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Maret 2026
Trending
  • Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton
  • Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat
  • Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau
  • Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal
  • AS Izinkan Impor Minyak Rusia untuk Jaga Stok Global
  • Zea Ashraff, Anak Bupati Pekalongan, Diduga Nikmati Uang Korupsi
  • Balas Dendam, Mojtaba Khamenei Pimpin Iran Tantang AS-Israel
  • PSM Makassar Kena Comeback 1-2 oleh Malut United, Dua Gol dalam Tiga Menit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka: Jawab Isi Teks Halaman 49
Nasional

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP Kurikulum Merdeka: Jawab Isi Teks Halaman 49

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kegiatan 9: Menjawab Pertanyaan tentang Isi Teks “Kota Tanpa Buku”

Pada materi Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 9 SMP, halaman 49 membahas kegiatan menjawab pertanyaan berdasarkan isi teks. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan siswa dalam memahami bacaan dan menganalisis informasi yang terdapat dalam sebuah teks. Dalam pembelajaran ini, siswa diminta membaca teks berjudul “Kota Tanpa Buku”, lalu menjawab sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan isi, gagasan utama, serta pesan yang terkandung dalam bacaan tersebut.

Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu memahami isi teks secara lebih mendalam serta menyimpulkan informasi penting yang disampaikan penulis. Buku Bahasa Indonesia Kelas 9 Kurikulum Merdeka yang digunakan dalam pembelajaran ini merupakan karya Eva Y. Nukman dan tim, diterbitkan oleh Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Buku tersebut dirancang untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kritis, dan memahami berbagai jenis teks.

Teks “Kota Tanpa Buku”

Pernahkah kau ke toko buku, perpustakaan, atau taman bacaan? Tidakkah kau merasa istimewa ketika berada di dalamnya? Di sekelilingmu ada berbagai tokoh dari dunia nyata dan khayal, tempat yang pernah kau kunjungi dan yang belum, informasi dan cerita dari masa lalu, masa kini, dan masa depan. Semua berpadu, semua berada dalam genggamanmu.

Saat berada di antara buku, tidakkah kau merasa menjadi raja dan ratu? Ruang dan waktu seolah menyatu tanpa batas. Kau bisa terbang melintasi sekat negara dan melewati berbagai zaman. Kau bisa menyelam ke dalam samudra, melayang di angkasa, bercanda dengan aneka satwa, dan berkelana di tengah padatnya kota, juga di rimba raya.

Kau tahu, buku adalah jendela dunia, kunci pengetahuan, dan pintu wawasan. Mohammad Hatta sang proklamator berkata, “Aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” Melalui buku, manusia terbebas dari ketidaktahuan. Tempat-tempat yang dipenuhi buku adalah harapan berkembangnya pengetahuan dan wawasan.

Apa jadinya jika kota tanpa buku? Pantaskah dia disebut kota? Di kota itu, mungkin kabar datang dari sumber lain, dari koran, televisi, atau internet. Mungkin informasi dan cerita datang dari cerita nenek moyang, bagai dongeng-dongeng sebelum tidur. Irama warganya pun tiada beda. Bangun pagi, bertebaran di muka bumi untuk berbagai keperluan, untuk kembali pulang siang atau sore harinya. Setelah itu mereka berangkat tidur dan memulai lagi hari berikutnya. Semua serupa.

Di kota itu, mungkin ada bangunan bernama perpustakaan. Di dalamnya, buku-buku berderet dalam rak yang tak terjamah. Tiada tangan meraih dan membuka halaman demi halaman dengan sukacita. Mungkin juga ada tumpukan buku di sudut-sudut sekolah yang sepi dan berdebu, jarang dikunjungi jarang dibaca. Buku-buku di sana teronggok tanpa nyawa.

Bagaimana dengan kotamu? Mungkin kau tinggal di tengah kota yang megah, atau di gang sempit, di desa terpencil, di sisi pesisir, atau di kaki gunung. Adakah perpustakaan, taman bacaan, atau toko buku di dekat rumahmu?

Jika ada, apakah tempat itu menjadi wadah berkumpulnya anak-anak dan warga, menjadi pusat berkembangnya wawasan dan pengetahuan, atau hanya menjadi pajangan? Maukah kau menjadi orang yang menghidupkannya? Kau bisa mengunjunginya dan mengajak teman-teman membaca dan berbagi cerita di sana. Jadikan tempat itu sumber kegembiraan dan pengetahuan.

Jika tempat itu belum ada, maukah kau menjadi orang yang mulai menghadirkannya? Kau bisa memulainya dari sebuah sudut di teras rumahmu. Ajak teman-temanmu memulai langkah baru. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa buku. Siapa pun dirimu, bersahabatlah dengan buku. Dia akan menjadi teman setiamu sepanjang waktu.

Kegiatan 9: Menjawab Pertanyaan tentang Isi Teks

Setelah membaca nyaring, bacalah kembali teks “Kota Tanpa Buku” dalam hati. Jawablah pertanyaan berikut secara mandiri.

  1. Bagaimana perasaan kalian ketika membaca teks ini? Sebutkan alasan kalian.
  2. Menurut kalian, bagaimana pendapat penulis teks ini tentang buku?
  3. Menurut kalian, mengapa penulis memilih judul “Kota Tanpa Buku”?
  4. Secara umum, apa pesan yang hendak disampaikan penulis teks ini?
  5. Bandingkan teks “Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Tingkatkan Literasi Masyarakat” dan teks “Kota Tanpa Buku”. Dapatkah kalian menemukan persamaan dan perbedaannya?

Kunci Jawaban

  1. Bagaimana perasaan kalian ketika membaca teks ini? Sebutkan alasannya.

    Saya merasa terinspirasi dan termotivasi setelah membaca teks ini. Hal ini karena teks tersebut mengajak pembaca untuk mencintai buku dan menyadari pentingnya membaca bagi pengetahuan.

  2. Menurut kalian, bagaimana pendapat penulis teks ini tentang buku?

    Menurut penulis, buku adalah sumber pengetahuan yang sangat penting. Buku diibaratkan sebagai jendela dunia yang dapat membuka wawasan dan membebaskan manusia dari ketidaktahuan.

  3. Menurut kalian, mengapa penulis memilih judul “Kota Tanpa Buku”?

    Penulis memilih judul tersebut untuk menggambarkan kondisi sebuah kota yang minim minat membaca dan jarang memanfaatkan buku. Judul itu juga menjadi sindiran agar masyarakat lebih peduli terhadap budaya literasi.

  4. Secara umum, apa pesan yang hendak disampaikan penulis teks ini?

    Pesan yang ingin disampaikan adalah pentingnya membaca buku dan menghidupkan budaya literasi di masyarakat. Penulis juga mengajak pembaca untuk memanfaatkan perpustakaan, taman bacaan, atau bahkan membuat tempat membaca sendiri.

  5. Persamaan dan perbedaan teks “TBM Tingkatkan Literasi Masyarakat” dan “Kota Tanpa Buku”.

    Persamaan:

  6. Sama-sama membahas tentang pentingnya membaca dan literasi.
  7. Sama-sama mendorong masyarakat agar lebih dekat dengan buku.

Perbedaan:

* Teks “TBM Tingkatkan Literasi Masyarakat” bersifat informatif dan membahas peran taman bacaan masyarakat dalam meningkatkan literasi.

* Teks “Kota Tanpa Buku” bersifat reflektif dan mengajak pembaca merenungkan pentingnya buku dalam kehidupan.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Balas Dendam, Mojtaba Khamenei Pimpin Iran Tantang AS-Israel

15 Maret 2026

Akhirnya Dicabut, Status Tersangka Nabilah Obrien, Selebgram Korban Pencurian Jadi Tersangka

15 Maret 2026

Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau

15 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Chery KP31: Pick-up Hybrid Tangguh yang Mengancam Hilux dan Triton

15 Maret 2026

Purbaya: Jangan Takut dengan Outlook Negatif Fitch, Ekonomi RI Tetap Kuat

15 Maret 2026

Pelaksanaan Musorpov KONI Riau Tidak Jelas, TPP Diminta Laporkan ke Plt Gubernur Riau

15 Maret 2026

Sidang Chromebook Bongkar Harga Asli, Jutaan Perangkat Masih Berjalan Optimal

15 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?