Situasi Umrah di Sulawesi Selatan
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan imbauan kepada para calon jamaah umrah untuk menunda keberangkatan mereka ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah. Imbauan ini dilakukan sebagai langkah preventif mengingat meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Saat ini, terdapat 358 jamaah umrah dari Sulawesi Selatan yang masih berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah. Kakanwil Kemenhaj Sulsel, Ikbal Ismail, menyatakan bahwa jumlah tersebut belum memasuki jadwal kepulangan. Ia juga menegaskan bahwa para jamaah tersebut tidak tertahan akibat konflik yang sedang terjadi.
Penerbangan Langsung Makassar-Jeddah Tetap Normal
Meski ada imbauan penundaan, penerbangan langsung dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar menuju Jeddah tetap beroperasi normal. General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menyampaikan bahwa hingga Senin (2/3/2025), terdapat dua penerbangan yang beroperasi pagi ini. Penerbangan tersebut dilayani oleh Flyadeal pada pukul 07.30 Wita dan Lion Air pada pukul 09.41 Wita.
Flyadeal melayani sebanyak 110 penumpang, sementara Lion Air hanya melakukan ferry flight tanpa penumpang. Menurut Minggus, operasional penerbangan tetap normal karena rute yang digunakan tidak melintasi wilayah konflik Iran–Israel.
Aktivitas Travel Masih Berjalan Normal
Salah satu agen travel umrah, Ahmad Yani, mengaku belum menerima informasi resmi terkait tindak lanjut dari imbauan penundaan tersebut. Ia menyebut bahwa jadwal keberangkatan terdekat dari travelnya direncanakan pada 9 Maret mendatang, namun belum ada kepastian apakah tetap berangkat atau ditunda.
Agen lainnya, Rahmawati, menyatakan bahwa aktivitas travel masih berjalan normal. Bahkan hari ini, 26 jamaah tetap berangkat melalui Bandara Sultan Hasanuddin. Ia mengatakan bahwa semua maskapai masih on schedule, tanpa adanya penundaan. Informasi yang diterima adalah jalur yang dilalui masih aman.
Perlu Diwaspadai Penerbangan Transit
Konflik yang melibatkan Iran berdampak pada sejumlah penerbangan internasional, terutama yang transit di negara-negara kawasan Teluk yang terdampak penutupan atau pembatasan wilayah udara. Dr H Alwi Nuluddin Lc, yang saat ini berada di Madinah, menyampaikan bahwa kondisi yang terdampak lebih banyak dirasakan oleh penerbangan yang harus transit di negara-negara yang terdampak penutupan atau pembatasan wilayah udara.
Maskapai seperti Etihad Airways (Abu Dhabi), Emirates (Dubai), dan Qatar Airways (Doha) biasa melakukan transit di kawasan Teluk. Jika terjadi penutupan atau pembatasan airspace di sekitar Teluk, maka penerbangan yang transit di Abu Dhabi, Dubai, atau Doha berpotensi mengalami keterlambatan (delay), pengalihan rute (reroute), hingga penyesuaian jadwal keberangkatan dan kedatangan.
Namun, untuk penerbangan langsung (direct) dari Indonesia menuju Saudi, sejauh ini relatif tidak terdampak. Maskapai yang melayani rute langsung Indonesia-Saudi antara lain Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia. Selama rutenya langsung Jakarta–Jeddah atau Jakarta–Madinah dan tidak transit di negara yang terdampak, umumnya tetap beroperasi normal, selama tidak ada kebijakan baru dari otoritas penerbangan.
Kondisi di Madinah Masih Aman
Saat ini, situasi di Madinah dilaporkan dalam kondisi aman. Aktivitas penerbangan langsung dari Indonesia juga masih berjalan sebagaimana biasa. Sebagian jemaah umrah yang berada di Arab Saudi pun masih bisa kembali ke Tanah Air meski situasi Timur Tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Rekomendasi bagi Jamaah
Dr H Alwi Nuluddin Lc mengimbau para jamaah dan penumpang untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai maupun otoritas penerbangan guna mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal sewaktu-waktu. Kemenhaj bersama Kemenlu terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan jemaah yang terdampak, termasuk yang mengalami penundaan kepulangan, dapat tertangani dengan baik dan memperoleh kepastian informasi.



