Bonus Hari Raya untuk Pengemudi Ojek Online di Gorontalo
Pengemudi ojek online (ojol) di Gorontalo, khususnya mitra Gojek dan Grab, telah menerima notifikasi pencairan Bonus Hari Raya (BHR) 2026. Pencairan ini dijadwalkan terjadi pada H-14 hingga H-7 Lebaran. Besaran BHR ditentukan berdasarkan tingkatan akun pengemudi, dengan nominal berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp900 ribu untuk Gojek. Sementara itu, Grab diperkirakan menawarkan besaran yang lebih besar secara nasional.
Secara nasional, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp220 miliar untuk 850.000 pengemudi ojol. Jumlah ini naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Dengan adanya bonus ini, para pengemudi ojol diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pokok menjelang lebaran.
Pemberian BHR di Gorontalo
Menjelang Idulfitri 2026, para pengemudi ojol di Gorontalo mulai menerima informasi mengenai pencairan BHR. Beberapa driver melaporkan adanya notifikasi resmi yang masuk ke akun aplikasi mereka. Notifikasi tersebut tidak hanya berisi ucapan selamat, tetapi juga rincian teknis tentang klasifikasi dan besaran bonus yang akan diterima.
Ketua Aliansi Ojek Online Gorontalo, Moh Arul Lagata, mengonfirmasi bahwa informasi mengenai BHR ini sudah terlihat di lapangan. Menurutnya, informasi ini menjadi harapan bagi para pengemudi yang sedang menghadapi meningkatnya kebutuhan pokok menjelang lebaran.
Tahun ini merupakan kali kedua para pengemudi ojol di Gorontalo menerima BHR dari aplikator. Tahun lalu menjadi awal pemberian bonus ini, dan tahun ini tradisi tersebut berlanjut dengan skema yang lebih tertata.
Klasifikasi dan Besaran BHR
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Aliansi Ojol Gorontalo, dua perusahaan aplikator besar, yaitu Gojek dan Grab, sudah memberikan pengumuman resmi terkait BHR. Notifikasi yang muncul di ponsel para driver tidak hanya berisi ucapan selamat, tetapi juga rincian teknis yang sangat dinantikan.
Arul menjelaskan bahwa besaran BHR tahun ini tidak sama untuk semua pengemudi. Aplikator menerapkan sistem klasifikasi berdasarkan performa dan tingkatan akun masing-masing mitra. Semakin tinggi klasifikasi akun seorang driver, maka semakin besar bonus yang akan diterima.
Untuk Gojek, nominal BHR bervariasi dari Rp150 ribu hingga Rp900 ribu. Untuk mendapatkan bonus maksimal, seorang driver harus menyandang status ‘Mitra Juara’, yang merupakan level tertinggi dalam hierarki kemitraan Gojek. Syarat untuk menjadi Mitra Juara cukup ketat, yaitu harus mempertahankan performa puncak selama satu tahun tanpa terputus.
Di sisi lain, Grab masih dalam proses konfirmasi terkait skema BHR di Gorontalo. Meski notifikasi sudah masuk, namun informasi pasti belum sepenuhnya jelas. Ada informasi yang menyebutkan bahwa Grab menawarkan BHR dengan nominal yang fantastis, berkisar antara Rp1 juta hingga Rp5 juta. Namun, Arul masih bersikap hati-hati dalam menyampaikan informasi ini.
Teknis Pencairan dan Waktu
Teknis pencairan BHR diprediksi akan sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Dana tersebut tidak diberikan secara tunai fisik, melainkan melalui sistem digital yang terintegrasi. Nantinya, bonus akan langsung ditransfer ke dompet tunai atau rekening aplikasi masing-masing pengemudi. Dari sana, para driver bebas mencairkannya ke rekening bank pribadi mereka.
Waktu pencairan ditargetkan akan dilakukan mendekati hari raya Idulfitri agar dana tersebut dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok atau perlengkapan lebaran keluarga.
Kenaikan Anggaran BHR Nasional
Salah satu hal yang membuat para pengemudi cukup lega adalah kenaikan total anggaran BHR secara nasional. Tahun ini, dana yang digelontorkan aplikator disebut meningkat hingga dua kali lipat dibanding tahun 2025. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu banyak driver di Gorontalo hanya menerima bonus sebesar Rp50 ribu.
Kenaikan nominal tahun ini dipandang sebagai bentuk apresiasi yang lebih layak bagi profesi pengemudi ojek online. “Walaupun hanya sedikit demi sedikit, itu sudah kami syukuri. Kami ingin berbahagia seperti pekerja lainnya,” tutur Arul haru.
Harapan dan Catatan untuk Masa Depan
Meski menyambut baik, Aliansi Ojol Gorontalo juga memberikan catatan kritis untuk masa depan. Arul berharap mekanisme penentuan penerima tidak hanya kaku pada sistem klasifikasi tahunan yang seringkali menyulitkan.
Menurutnya, kondisi di lapangan sangat dinamis. Ada kalanya seorang driver yang rajin terpaksa tidak narik karena motornya rusak atau mendadak jatuh sakit, sehingga peringkatnya turun secara otomatis di sistem. Arul mengusulkan agar ke depan, perhitungan bonus bisa didasarkan pada jumlah perjalanan atau ‘trip’. Dengan sistem ini, driver akan lebih terpacu mengejar target harian secara adil tanpa terbebani riwayat setahun penuh.



