Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 4 Maret 2026
Trending
  • 5 Weton yang Diprediksi Cepat Capai Stabilitas Ekonomi pada Februari 2026
  • 7 Desain Rumah 6×8 dengan 2 Kamar yang Nyaman dan Fungsional
  • Pola aliran dana bandar narkoba ke AKBP Didik melalui Malaungi, setor Rp2,8 miliar
  • Citra satelit tunjukkan kerusakan parah kediaman Khamenei, bangunan hancur
  • Skor 1-1 Babak Pertama: Gol Fylnn Dibalas Bilasqan Persikad vs Persiraja
  • 12 Ramalan Shio Jumat 20 Februari 2026: Cinta, Karier, dan Angka Keberuntungan
  • Kronologi Vina, Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di Tiongkok, Tiba di Cirebon
  • Pandangan: Mereka Bukan Lagi Dua Tapi Satu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kronologi Vina, Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di Tiongkok, Tiba di Cirebon
Nasional

Kronologi Vina, Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di Tiongkok, Tiba di Cirebon

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kronologi Kasus Pengantin Pesanan yang Melibatkan Warga Cirebon

Keluarga Vina, seorang warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengungkapkan bahwa Vina diduga menjadi korban modus “pengantin pesanan” setelah didekati oleh seorang pria asal Tiongkok. Dalam beberapa kali kunjungan, rombongan tersebut memperkenalkan diri dan akhirnya menyerahkan mahar kepada keluarga Vina.

Vina berangkat ke Tiongkok pada 7 Agustus 2025, namun setelah tiba di sana, ia menyadari bahwa calon suaminya memiliki gangguan mental. Hal ini membuatnya merasa ditipu dan ingin pulang. Namun, permintaannya untuk kembali ke Indonesia ditolak dengan syarat mengembalikan mahar hingga empat kali lipat, yaitu sekitar Rp500 juta.

Perjalanan Awal: Didekati dan Ditawarkan Pacar

Awalnya, Vina bekerja di Jakarta, tepatnya di salah satu tempat di PIK (Pantai Indah Kapuk). Ia kemudian diam-diam difoto oleh orang Tiongkok. Dari situlah komunikasi bermula. Pria tersebut menawarkan Vina untuk memiliki pacar dari Tiongkok. Awalnya, penawaran itu hanya sebagai pacar, tetapi lama-kelamaan Vina mulai merespons karena sering melihat foto-foto pria tersebut.

Tanpa sepengetahuan atasannya di Jakarta, Vina beberapa kali bertemu dengan pria yang dikenalkan kepadanya. Setelah itu, pria tersebut datang langsung ke Cirebon bersama beberapa orang lainnya. Mereka datang dengan maksud silaturahmi dan bertemu keluarga Vina.

Empat Kali Datang ke Gombang

Pada kunjungan pertama, rombongan pria Tiongkok dan WNI datang ke Desa Gombang. Salah satu anggota rombongan adalah Liu Guanggun, Zhang Haibi, serta Wang Jun, yang ditemani oleh Nisa Herman Susi. Mereka datang dengan tujuan silaturahmi.

Pada kunjungan kedua, mereka kembali dengan lebih serius. Tujuan kunjungan ini adalah untuk melihat Vina secara langsung. Wang Jun (suami Vina) dan Wang Yujun (mertua Vina) merupakan ayah dan anak dari pihak Tiongkok.

Kunjungan ketiga dilakukan dengan rombongan yang berbeda, meski tujuannya tidak jelas. Akhirnya, pada 5 Agustus 2025, rombongan kembali datang untuk keempat kalinya. Kedatangan mereka kali ini tujuannya adalah memberikan mahar.

Berangkat ke China, Ternyata Ada Penipuan

Vina, yang lahir di Cirebon pada 21 Agustus 1999 dan telah yatim piatu, tinggal bersama pamannya, Samija, di Gombang. Menurut kuasa hukum keluarganya, Asep Maulana Hasanudin dari YLBHI Garuda Sakti, Vina diiming-imingi dan dirayu untuk menikah dengan orang Tiongkok. Dia dijanjikan mahar dan uang kiriman bulanan untuk keluarganya di Indonesia, sehingga Vina merasa tertarik.

Setelah menerima mahar, Vina berangkat ke Tiongkok pada 7 Agustus 2025. Namun, setelah tiba di sana, ia menyadari bahwa calon suaminya ternyata memiliki gangguan mental atau autis. Ini membuatnya merasa dibohongi.

Janji yang Tidak Terwujud

Selain itu, janji pernikahan secara Islam dan kiriman uang bulanan untuk keluarga disebut tidak pernah terwujud. Saat ingin pulang, Vina diminta mengembalikan mahar hingga empat kali lipat, sekitar Rp500 juta. Permintaan ini dinilai sebagai bentuk pemerasan.

Asep juga mengungkap dugaan penipuan dokumen. Vina diarahkan untuk menandatangani berkas-berkas dokumen. Setelah disadari, ternyata itu persetujuan pernikahan dan terbitlah buku nikah. Sejak itu, Vina disebut mengalami pembatasan kebebasan. Dia ke mana-mana selalu diawasi dan hanya boleh berada di dalam rumah saja.

Kekerasan Fisik dan Pemaksaan

Vina juga mengaku mengalami kekerasan fisik dan pemaksaan hubungan suami istri. Jika tidak dilayani, dia dipaksa dan mendapat perlakuan kekerasan fisik. Bahkan, mertua perempuannya ikut campur.

Laporan ke KBRI dan Mabes Polri

Keluarga telah mengadukan kasus ini ke KBRI, Kementerian Luar Negeri, hingga Mabes Polri. Kendalanya karena buku nikahnya sudah terlanjur terbit, sehingga dianggap sah secara hukum di sana. Itu yang menyulitkan.

Video Permintaan Bantuan

Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat memperlihatkan Vina menangis meminta pertolongan karena mengaku menjadi korban pengantin pesanan dan kini berada di China. Dalam rekaman itu, Vina secara langsung memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat. Ia mengaku dokumennya ditahan dan mengalami kekerasan fisik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) maupun aparat penegak hukum terkait kasus tersebut.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Weton yang Diprediksi Cepat Capai Stabilitas Ekonomi pada Februari 2026

4 Maret 2026

Citra satelit tunjukkan kerusakan parah kediaman Khamenei, bangunan hancur

4 Maret 2026

Pola aliran dana bandar narkoba ke AKBP Didik melalui Malaungi, setor Rp2,8 miliar

4 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

5 Weton yang Diprediksi Cepat Capai Stabilitas Ekonomi pada Februari 2026

4 Maret 2026

7 Desain Rumah 6×8 dengan 2 Kamar yang Nyaman dan Fungsional

4 Maret 2026

Pola aliran dana bandar narkoba ke AKBP Didik melalui Malaungi, setor Rp2,8 miliar

4 Maret 2026

Citra satelit tunjukkan kerusakan parah kediaman Khamenei, bangunan hancur

4 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?