Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Kronologi Vina, Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di Tiongkok, Tiba di Cirebon
    Nasional

    Kronologi Vina, Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan di Tiongkok, Tiba di Cirebon

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 March 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kronologi Kasus Pengantin Pesanan yang Melibatkan Warga Cirebon

    Keluarga Vina, seorang warga Desa Gombang, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, mengungkapkan bahwa Vina diduga menjadi korban modus “pengantin pesanan” setelah didekati oleh seorang pria asal Tiongkok. Dalam beberapa kali kunjungan, rombongan tersebut memperkenalkan diri dan akhirnya menyerahkan mahar kepada keluarga Vina.

    Vina berangkat ke Tiongkok pada 7 Agustus 2025, namun setelah tiba di sana, ia menyadari bahwa calon suaminya memiliki gangguan mental. Hal ini membuatnya merasa ditipu dan ingin pulang. Namun, permintaannya untuk kembali ke Indonesia ditolak dengan syarat mengembalikan mahar hingga empat kali lipat, yaitu sekitar Rp500 juta.

    Perjalanan Awal: Didekati dan Ditawarkan Pacar

    Awalnya, Vina bekerja di Jakarta, tepatnya di salah satu tempat di PIK (Pantai Indah Kapuk). Ia kemudian diam-diam difoto oleh orang Tiongkok. Dari situlah komunikasi bermula. Pria tersebut menawarkan Vina untuk memiliki pacar dari Tiongkok. Awalnya, penawaran itu hanya sebagai pacar, tetapi lama-kelamaan Vina mulai merespons karena sering melihat foto-foto pria tersebut.

    Tanpa sepengetahuan atasannya di Jakarta, Vina beberapa kali bertemu dengan pria yang dikenalkan kepadanya. Setelah itu, pria tersebut datang langsung ke Cirebon bersama beberapa orang lainnya. Mereka datang dengan maksud silaturahmi dan bertemu keluarga Vina.

    Empat Kali Datang ke Gombang

    Pada kunjungan pertama, rombongan pria Tiongkok dan WNI datang ke Desa Gombang. Salah satu anggota rombongan adalah Liu Guanggun, Zhang Haibi, serta Wang Jun, yang ditemani oleh Nisa Herman Susi. Mereka datang dengan tujuan silaturahmi.

    Pada kunjungan kedua, mereka kembali dengan lebih serius. Tujuan kunjungan ini adalah untuk melihat Vina secara langsung. Wang Jun (suami Vina) dan Wang Yujun (mertua Vina) merupakan ayah dan anak dari pihak Tiongkok.

    Kunjungan ketiga dilakukan dengan rombongan yang berbeda, meski tujuannya tidak jelas. Akhirnya, pada 5 Agustus 2025, rombongan kembali datang untuk keempat kalinya. Kedatangan mereka kali ini tujuannya adalah memberikan mahar.

    Berangkat ke China, Ternyata Ada Penipuan

    Vina, yang lahir di Cirebon pada 21 Agustus 1999 dan telah yatim piatu, tinggal bersama pamannya, Samija, di Gombang. Menurut kuasa hukum keluarganya, Asep Maulana Hasanudin dari YLBHI Garuda Sakti, Vina diiming-imingi dan dirayu untuk menikah dengan orang Tiongkok. Dia dijanjikan mahar dan uang kiriman bulanan untuk keluarganya di Indonesia, sehingga Vina merasa tertarik.

    Setelah menerima mahar, Vina berangkat ke Tiongkok pada 7 Agustus 2025. Namun, setelah tiba di sana, ia menyadari bahwa calon suaminya ternyata memiliki gangguan mental atau autis. Ini membuatnya merasa dibohongi.

    Janji yang Tidak Terwujud

    Selain itu, janji pernikahan secara Islam dan kiriman uang bulanan untuk keluarga disebut tidak pernah terwujud. Saat ingin pulang, Vina diminta mengembalikan mahar hingga empat kali lipat, sekitar Rp500 juta. Permintaan ini dinilai sebagai bentuk pemerasan.

    Asep juga mengungkap dugaan penipuan dokumen. Vina diarahkan untuk menandatangani berkas-berkas dokumen. Setelah disadari, ternyata itu persetujuan pernikahan dan terbitlah buku nikah. Sejak itu, Vina disebut mengalami pembatasan kebebasan. Dia ke mana-mana selalu diawasi dan hanya boleh berada di dalam rumah saja.

    Kekerasan Fisik dan Pemaksaan

    Vina juga mengaku mengalami kekerasan fisik dan pemaksaan hubungan suami istri. Jika tidak dilayani, dia dipaksa dan mendapat perlakuan kekerasan fisik. Bahkan, mertua perempuannya ikut campur.

    Laporan ke KBRI dan Mabes Polri

    Keluarga telah mengadukan kasus ini ke KBRI, Kementerian Luar Negeri, hingga Mabes Polri. Kendalanya karena buku nikahnya sudah terlanjur terbit, sehingga dianggap sah secara hukum di sana. Itu yang menyulitkan.

    Video Permintaan Bantuan

    Sebelumnya, sebuah video berdurasi singkat memperlihatkan Vina menangis meminta pertolongan karena mengaku menjadi korban pengantin pesanan dan kini berada di China. Dalam rekaman itu, Vina secara langsung memohon bantuan kepada Gubernur Jawa Barat. Ia mengaku dokumennya ditahan dan mengalami kekerasan fisik.

    Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) maupun aparat penegak hukum terkait kasus tersebut.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?