Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas
    Hukum

    Ibu Tiri Bocah Tewas di Sukabumi Negasikan Tuduhan Siram Air Panas

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 February 2026No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penyangkalan Ibu Tiri terhadap Tuduhan Menyiram Anak Tirinya dengan Air Panas

    Wanita berinisial TR, yang merupakan ibu tiri dari NS (12), menyangkal tuduhan menyiram anak tirinya dengan air panas. TR mengklaim bahwa luka melepuh pada tubuh NS bukan disebabkan oleh penganiayaan, melainkan faktor panas dalam dan kemungkinan penyakit yang diderita korban.

    TR menyampaikan pernyataannya melalui keterangan suara yang diterima. Ia berharap semoga ada mukjizat dari Yang Mahakuasa karena hal ini bukanlah yang diinginkan. Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak sekejam yang dituduhkan oleh netizen.

    “Saya tidak kejam seperti yang dituduhkan netizen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa terkait penyiraman air panas seperti itu, itu tidak benar dan tidak ada.

    Menurut TR, jika memang ada kulit yang melepuh pada NS, itu karena faktor panas dalam atau kemungkinan akibat penyakit yang diderita. Ia menegaskan bahwa tidak ada penyiraman air panas atau minum air panas yang dilakukan.

    TR juga menegaskan bahwa dirinya telah merawat NS sejak duduk di kelas 3 SD. Meski begitu, ia pasrah atas peristiwa yang terjadi dan menyerahkan semuanya kepada waktu.

    “Biarkan waktu yang menjawab segalanya, tentang kebenaran dan keasliannya,” ujarnya.

    Kematian NS di Sukabumi

    Sebelumnya, NS ditemukan meninggal di Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, dengan luka di sekujur tubuh. Hasil otopsi awal menunjukkan adanya luka bakar pada lengan, kaki, paha, tangan, punggung, serta area bibir dan hidung korban.

    Meskipun demikian, dokter forensik belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat penganiayaan atau faktor lain. Dugaan sementara menunjukkan luka terbentuk karena panas yang mengenai tubuh korban.

    Saat ini, tim dokter forensik masih menunggu hasil laboratorium dari sampel paru-paru dan jantung NS, yang diperkirakan selesai dalam 5–7 hari.

    Ibu Tiri Masih Berstatus Terlapor

    Kasus kematian bocah berinisial NS (12) di Sukabumi masih dalam penyelidikan Polres Sukabumi. Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah viral video rekaman pengakuan NS sebelum meninggal, yang diduga menunjukkan adanya penganiayaan oleh ibu tirinya.

    AKP Hartono, Kasat Reskrim Polres Sukabumi, menyampaikan bahwa hingga kini ibu tiri korban masih berstatus sebagai terlapor. Pihak penyidik tengah menyelaraskan keterangan dari 16 saksi dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

    “Terkait sebab pasti kematian, kami masih menunggu hasil laboratorium Patologi Anatomi dan Toksikologi Forensik terhadap sampel organ dalam korban,” ujar AKP Hartono.

    Luka di Seluruh Tubuh Korban

    Hasil visum menunjukkan NS mengalami luka lecet di beberapa bagian wajah, leher, serta anggota gerak. Selain itu, ditemukan luka bakar derajat 2A di beberapa titik tubuh dan lebam merah keunguan yang mengindikasikan trauma tumpul.

    Autopsi yang dilakukan oleh Tim Forensik RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Sukabumi pada Jumat (20/2/2026) selama tiga jam mengungkapkan adanya luka bakar di lengan, kaki, dan punggung korban. Luka permanen juga terlihat di bibir atas dan hidung.

    “Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar. Namun, luka-luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian,” jelas Kepala Instalasi Forensik, Kombes dr. Carles Siagian.

    Dugaan Penyebab Kematian

    Keanehan muncul saat pemeriksaan organ dalam, khususnya paru-paru yang sedikit membengkak. Karena luka luar tidak mematikan, tim forensik menduga adanya faktor lain di dalam tubuh korban.

    Sampel organ korban kini sedang diuji laboratorium di Jakarta untuk memastikan apakah ada zat tertentu yang berkontribusi pada kematian. Meski dugaan penganiayaan oleh ibu tiri ramai dibahas di media sosial, dr. Carles menegaskan pihaknya tidak menemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul.

    Fokus penyelidikan kini beralih pada hasil uji laboratorium untuk mengetahui apakah kematian disebabkan oleh penyakit bawaan atau pengaruh zat eksternal. Polres Sukabumi masih menunggu hasil uji lab untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam kasus ini.

    Dugaan Penganiayaan oleh Ibu Tiri

    NS diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya. Kejanggalan muncul saat ayah korban, Anwar Satibi (38), mendapatkan kabar telepon dari istrinya bahwa NS sakit.

    Anwar mengaku saat itu sudah dua hari dua malam meninggalkan rumah untuk bekerja sebagai jasa panggilan pemasangan gigi. “Saya ditelepon istri, katanya, ‘Yah pulang, si Raja tidak damang, sudah ngelantur, panas,’” ujar Anwar, Jumat (20/2/2026) sambil berlinang air mata di RS Bhayangkara Setukpa Polri Sukabumi.

    Mendapat kabar tersebut, ia langsung bergegas pulang. Namun setibanya di rumah, ia terkejut melihat kondisi anak sulungnya yang disebutnya sudah tidak seperti biasanya. Padahal sepulang libur sekolah dari pondok pesantrennya ia baik-baik saja.

    “Faktanya sebelum saya berangkat ke Sukabumi, anak saya sehat-sehat saja. Pas saya pulang, kulitnya sudah pada melepuh,” katanya dikutip dari Tribunnews.com.

    Anwar sempat menanyakan kondisi tersebut kepada istrinya. Ia mengaku mendapat jawaban bahwa lepuhan itu disebabkan demam tinggi.

    “Saya tanya, ‘Mah, kenapa kulitnya seperti ini?’ Dijawab karena sakit panas,” ucapnya. Awalnya ia mengira kondisi itu akibat panas biasa. Namun karena kondisi tak kunjung membaik, NS kemudian dibawa ke RS Jampang Kulon.

    Di Instalasi Gawat Darurat (IGD), menurut Anwar, anaknya sempat memberikan keterangan saat ditanya mengenai penyebab luka yang dialaminya.

    “Jawabnya di IGD. Katanya disuruh minum air panas,” ujar Anwar. NS kemudian menjalani perawatan intensif dan dipindahkan ke ruang ICU. Namun tak lama setelah itu, nyawanya tidak tertolong.

    “Dari IGD masuk ICU, habis dari ICU meninggal,” katanya lirih. Dengan dugaan kejanggalan pada kondisi anaknya yang memburuk dalam waktu singkat, Anwar kemudian memutuskan agar jenazah NS diautopsi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?