Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Februari 2026
Trending
  • Hanya Seminggu, AKBP Catur Erwin Diganti, Ini Penggantinya
  • Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat
  • Era kebangkitan dimulai! 3 zodiak siap raih kesuksesan mulai 23 Februari 2026
  • BUMN Banyak Jadi Persero, Ini Rekomendasi Sahamnya
  • Kadin Minta Presiden Hentikan Impor 105 Ribu Mobil Niaga dari India
  • Naskah Khutbah Jumat 27 Februari 2026: 7 Amalan Penting di Bulan Ramadan
  • Jadwal Kapal Pelni KM Dorolonda Februari-Maret 2026
  • Ramalan Zodiak Gemini dan Cancer Hari Ini: Keuangan, Nasib, Karir, Kesehatan, Perjalanan, Cinta, dan Kecerdasan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»PKB: Setahun Pramono–Rano Lebih Banyak Persepsi Daripada Solusi
Politik

PKB: Setahun Pramono–Rano Lebih Banyak Persepsi Daripada Solusi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Evaluasi Kinerja Pemerintah DKI Jakarta Setahun Kepemimpinan Pramono Anung-Rano

Setahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Rano Karno, menjadi momen penting bagi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Provinsi DKI Jakarta. Mereka melakukan evaluasi terhadap berbagai program dan janji kampanye yang telah diumumkan.

Penelusuran Berbasis Data

Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi DKI Jakarta, M. Fuadi Luthfi, menyatakan bahwa evaluasi ini dilakukan dengan pendekatan berbasis data. Mereka meninjau Instruksi Gubernur Nomor E-0001 Tahun 2025, dokumen 40 program percepatan, serta 12 program prioritas. Selain itu, mereka juga memeriksa janji kampanye yang tercatat di Komisi Pemilihan Umum.

Hasilnya menunjukkan adanya kesenjangan antara klaim pemerintah dan realitas yang dirasakan masyarakat. Misalnya, klaim bahwa 97 persen program quick win telah terlaksana tidak mencerminkan kenyataan yang dialami warga Jakarta sehari-hari.

Beberapa Program yang Belum Terealisasi

Fuadi menguraikan beberapa program atau janji kampanye yang belum terealisasi secara penuh:

  • Insentif RT/RW: Janji peningkatan dua kali lipat hanya dilakukan secara parsial. Hanya naik 25 persen, bukan 100 persen. Gubernur akui belum cair penuh per 20 Februari dengan alasan DBH dipotong Rp 15 triliun.
  • CCTV di seluruh RT/RW Jakarta: Masih belum direalisasi karena tanggung jawab akan dialihkan ke skema swasta.
  • Sarapan gratis untuk seluruh siswa Jakarta: Dibatalkan karena dianggap berbenturan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) buatan Presiden Prabowo.
  • Taman kota 24 jam di 10 lokasi: Baru dilakukan secara parsial karena hanya lima lokasi yang diaktivasi.
  • Job Fair di 44 kecamatan setiap tiga bulan sekali: Dari 13 kecamatan dari 21 di semester pertama, hanya 1.367 orang berhasil mendapat pekerjaan.

Masalah Struktural dalam Pemerintahan

Fuadi menyebutkan ada lima akar masalah struktural selama kepemimpinan Pramono-Rano:

  1. Perencanaan program tanpa kajian kelayakan: Beberapa program seperti Jakarta Funding, CCTV RT/RW, dan sarapan gratis tidak berhasil dieksekusi karena dirancang tanpa memeriksa hambatan regulasi, keterbatasan fiskal, manajemen risiko, dan potensi benturan dengan kebijakan pemerintah pusat.
  2. Lebih mengutamakan penampakan ketimbang eksekusi: Pemerintahan cepat meresmikan program tetapi kurang memperhatikan sistem yang menjamin perubahan nyata.
  3. Koordinasi antarlevel pemerintahan yang lemah: Jakarta tidak mungkin menyelesaikan persoalan banjir dan polusi sendirian. Namun mekanisme kerja yang konkret antara DKI Jakarta dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi belum terbentuk.
  4. Masalah akuntabilitas yang cacat: Klaim bahwa 97 persen program quick win telah terlaksana berpotensi menyesatkan publik jika definisi ‘terlaksana’ membolehkan program yang dibatalkan dihitung sebagai terlaksana.
  5. Absennya kebijakan berbasis bukti dan jangka panjang: Penanganan isu seperti kemacetan, sampah, dan pangan masih bersifat reaktif dan sektoral.

Tuntutan Fraksi PKB

Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menyampaikan tuntutan yang bersifat konkret dan akan diperjuangkan melalui setiap mekanisme legislatif yang tersedia:

  • Insentif RT/RW: Dinaikkan dua kali lipat sebagaimana yang telah dijanjikan.
  • Peta jalan penanganan banjir: Harus terukur, mencakup target spesifik, alokasi anggaran jelas, dan indikator keberhasilan yang dapat diaudit.
  • Protokol tanggap darurat jalan rusak: Harus memiliki standar layanan maksimal tiga kali 24 jam sejak laporan masuk, berlaku sepanjang tahun tanpa pengecualian.

Masalah Kronis Jakarta

Fraksi PKB menilai enam masalah kronis yang masih belum tertangani secara memadai selama satu tahun terakhir:

  • Banjir: Masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta seperti Pancoran dan Kebon Pala.
  • Infrastruktur jalan: Masalah jalan berlubang yang berdampak pada keselamatan warga.
  • Polusi udara: Jakarta berada di peringkat ketiga kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
  • Kemacetan: Jakarta berada di peringkat ke-7 kota termacet di dunia.
  • Pengelolaan sampah.
  • Ketahanan pangan.

Fraksi PKB menilai pengakuan Gubernur Pramono dalam Townhall Meeting pada 10 Februari 2026 menunjukkan bahwa masalah tersebut belum terselesaikan. Pengakuan tersebut seharusnya diikuti langkah konkret yang lebih serius.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Pariaman: Puasa Nyaman dan Ngabuburit di Pantai

27 Februari 2026

Kapolda Maluku Kecam Penganiayaan Siswa 14 Tahun oleh Anak Buahnya

27 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Hanya Seminggu, AKBP Catur Erwin Diganti, Ini Penggantinya

27 Februari 2026

Natalius Pigai Sebut Penolak MBG Lawan HAM, Ketua BEM UGM: Argumen Tidak Tepat

27 Februari 2026

Era kebangkitan dimulai! 3 zodiak siap raih kesuksesan mulai 23 Februari 2026

27 Februari 2026

BUMN Banyak Jadi Persero, Ini Rekomendasi Sahamnya

27 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?