Persiapan Arus Mudik dan Balik Lebaran 1447 Hijriyah di Jawa Barat
Polda Jawa Barat telah mengungkapkan bahwa jalur Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) 2 akan dipersiapkan sebagai lintasan kendaraan untuk arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriyah. Mereka juga meminta instansi terkait segera memenuhi kelengkapan infrastruktur seperti penerangan.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan, “Saya kemarin melihat Bocimi yang akan fungsional untuk Lebaran, kemudian juga Japek 2 Selatan juga insyaallah pada arus balik nanti akan digunakan.” Pernyataan ini disampaikan saat ia berada di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026).
Ia menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan rapat koordinasi tingkat nasional di Jakarta pada 2 Maret dan dilanjutkan di tingkat provinsi di seluruh Indonesia. Sejumlah instansi telah menyiapkan semua sarana prasarana infrastruktur dan pendukungnya.
“Saya terima kasih kepada jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang sudah terus menggiatkan langkah-langkah untuk memudahkan masyarakat kita mudik dan arus balik nanti,” kata dia.
Kapolda menambahkan penerangan akan ditambah, termasuk layanan rest area dan pompa bensin yang disiapkan. Ia memperkirakan puncak arus mudik bakal berlangsung selama sepekan sebelum hari Lebaran.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan jalan-jalan provinsi yang akan dilintasi pemudik dipastikan dalam kondisi mulus. “Ya, yang jelas jalan provinsi dipastikan mulus dan terang,” kata dia.
KDM juga akan meliburkan tukang ojek, becak hingga delman selama arus mudik dan balik Lebaran. Hal itu dimaksudkan untuk meminimalisasi potensi kemacetan selama momen tahunan itu berlangsung.
Adapun titik rawan kemacetan yang telah diidentifikasi itu di antaranya adalah Cirebon. Untuk itu, pemerintah daerah pun mulai bergerak melakukan pendataan terhadap para tukang becak, yang terimbas larangan beroperasi selama momen arus mudik dan balik tersebut.
Kemenhub Perkirakan Separuh Populasi RI Mudik

Sejumlah kendaraan arus balik arah Jakarta terjebak kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Karawang Timur, Jawa Barat. (ilustrasi) – (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan total pergerakan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran 2026 adalah sebesar 50,60 persen penduduk atau 143,91 juta orang. Kemenhub memprediksi pergerakan terbesar pemudik angkutan Lebaran 2026 berasal dari Jawa Barat sebanyak 30,97 juta orang, diikuti DKI Jakarta (19,93 juta) dan Jawa Timur (17,12 juta). Sedangkan dari sisi tujuan, arus terbesar mengarah ke Jawa Tengah sebesar 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur (27,29 juta) dan Jawa Barat (25,09 juta).
“Angka tersebut didapatkan berdasarkan hasil survei nasional yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (BKT) Kemenhub,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi beberapa waktu lalu.
Pada level kabupaten-kota, asal perjalanan didominasi wilayah padat penduduk seperti Jakarta Timur, Kabupaten Bogor, serta Kabupaten Bekasi. Sedangkan tujuan banyak terkonsentrasi di kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah. Dudy menyampaikan daerah asal pergerakan masyarakat Jabodetabek terbesar adalah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang. Sementara itu, provinsi tujuan favorit masyarakat Jabodetabek adalah Jawa Tengah.
Masih berdasarkan hasil survei yang sama, Kemenhub mencatat moda transportasi yang akan paling dominan digunakan adalah mobil pribadi sebesar 76,24 juta orang, disusul sepeda motor (24,08 juta orang) dan bus (23,34 juta orang). Untuk jalur yang digunakan, mayoritas pengguna mobil memilih jalan tol sebesar 50,63 juta orang, dan untuk pengguna sepeda motor mayoritas memilih jalur alternatif selain jalur utama yaitu sebesar 8,65 juta orang.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan transportasi umum, guna meningkatkan keselamatan, mengurangi kemacetan, serta menekan risiko kecelakaan karena mobilitas tinggi selama Lebaran,” pesan Dudy.
Prakiraan Simpul Transportasi Terpadat
Untuk prakiraan simpul transportasi terpadat pada angkutan Lebaran 2026, di antaranya stasiun asal terpadat adalah Stasiun Pasar Senen sebesar 2,38 juta orang dan stasiun tujuan terpadat adalah Stasiun Yogyakarta Tugu sebesar 867 ribu orang. Bandara asal terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 2,13 juta orang dan bandara tujuan terpadat adalah Bandara Soekarno Hatta sebesar 1,05 juta orang. Terminal asal terpadat adalah Terminal Pulo Gebang sebesar 2,31 juta orang dan terminal tujuan terpadat adalah Terminal Tirtonadi sebesar 1,44 juta orang. Pelabuhan asal terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Priok sebanyak 214 ribu orang, dan pelabuhan tujuan terpadat adalah Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 158 ribu orang. Serta lintas penyeberangan terpadat adalah Penyeberangan Merak – Bakauheuni sebesar 6,06 juta orang.
“Kemenhub juga telah mempersiapkan sarana dan prasarana transportasi pendukung angkutan Lebaran 2026, di antaranya untuk transportasi darat dipersiapkan 31 ribu unit bus dengan kapasitas angkut 1,25 juta penumpang,” sambung dia.
Kemudian, Transportasi laut dipersiapkan 829 unit kapal dengan kapasitas angkut 3,26 juta penumpang, dan prasarana sebanyak 636 pelabuhan laut. Transportasi penyeberangan dipersiapkan sebanyak 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan dan 29 pelabuhan. Transportasi udara dipersiapkan 392 unit pesawat (serviceable) dengan 257 bandar udara. Transportasi kereta api dipersiapkan 3.821 unit sarana dengan prasarana sebanyak 668 stasiun.
Program Diskon dan Mudik Gratis
Seperti tahun sebelumnya, pemerintah kembali memberikan diskon tarif transportasi kepada masyarakat, di antaranya diskon penyeberangan sebesar 100 persen untuk tarif jasa kepelabuhanan atau setara 21,9 persen dari tiket terpadu, pada periode 12-31 Maret 2026 (selama 20 hari); Diskon angkutan laut sebesar 30 persen untuk seluruh trayek kapal PSO PELNI kelas ekonomi, pada periode 11 Maret-5 April 2026 (selama 26 hari); Diskon kereta api sebesar 30 persen untuk tiket ekonomi pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari); diskon angkutan udara 17-18 persen, berlaku tiket ekonomi dengan rute penerbangan domestik pada periode 14-29 Maret 2026 (selama 16 hari) untuk pembelian tiket mulai tanggal 10 Februari 2026.
Dudy menyampaikan Kemenhub telah mempersiapkan program mudik gratis meliputi Moda transportasi darat, dengan 34 kota tujuan di 9 provinsi, menggunakan 401 unit bus (15.834 penumpang) dan 8 unit truk (240 sepeda motor) pada periode arus mudik (16-18 Maret 2026) dan arus balik (24-25 Maret 2026). Kemudian, moda transportasi kereta api, untuk jalur kereta api di Pulau Jawa meliputi Lintas Utara, Lintas Tengah, dan Lintas Selatan sebanyak 28.182 penumpang dan 11.900 sepeda motor, pada periode arus mudik (13-19 Maret 2026) dan arus balik (24-30 Maret 2026).
“Moda transportasi laut, dengan kuota 50 ribu penumpang ekonomi pada periode 11 Maret-5 April 2026,” ucap Dudy.
Dari sisi regulasi dan pengaturan lalu lintas, ucap dia, Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait pengaturan Angkutan Lebaran 2026 telah disusun bersama POLRI dan Kementerian PU. Pembatasan dilakukan untuk truk sumbu 3 atau lebih, dikecualikan untuk kendaraan yang mengangkut BBM/BBG, pupuk, bantuan bencana, hewan ternak, dan barang pokok.
“Bersama ini kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, agar kendaraan angkutan barang yang beroperasi tidak menggunakan kendaraan lebih muatan (over loading) dan lebih dimensi (over dimension), untuk menjaga keselamatan bersama,” kata Dudy.



