Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 1 Maret 2026
Trending
  • Man United Jadi Favorit Masuk 3 Besar Liga Inggris, Nasib Carrick Terbuka
  • Mercedes-AMG GT XX Listrik 1.341 HP Siap Menggebrak Dunia Supercar
  • Ibu Tiri Sukabumi Bantah Tuduhan aniaya Anak, Sebut Korban Sakit: Viral di Media Sosial
  • Perjanjian Dagang AS-Indonesia: Kekuatan Pangan Prabowo Di Tengah Ancaman
  • 5 Populer Regional: Nasib Bripda Masias Dihentikan – Viral Ketua RT Lewati Jalan Basah
  • Pinjaman Rp 2 Triliun Dedi Mulyadi untuk Infrastruktur Jawa Barat 2030
  • 12 Ramalan Shio Penuh Harapan 23 Februari 2026: Cinta, Karier, Angka Fortunat
  • Fokus rapat internal: Percepatan penguatan KIK dan merek kolektif
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»GIIAM Larang Impor 105 Ribu Pikap India: Ancaman bagi Pasar Komersial
Otomotif

GIIAM Larang Impor 105 Ribu Pikap India: Ancaman bagi Pasar Komersial

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover1 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Rencana Impor Mobil Pikap dan Light Truck dari India: Ancaman bagi Pasar Kendaraan Komersial Nasional

Rencana impor sekitar 105 ribu unit mobil pikap dan light truck dari India untuk kebutuhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menimbulkan kekhawatiran terhadap struktur pasar kendaraan komersial nasional. Menurut Gabungan Industri Alat Mobil dan Motor (GIIAM), jumlah impor tersebut setara dengan lebih dari separuh pasar domestik segmen komersial tahunan.

Sekretaris Jenderal GIIAM, Rachmat Basuki menjelaskan bahwa pasar kendaraan komersial Indonesia rata-rata mencakup sekitar 22 persen dari total pasar otomotif nasional atau sekitar 200 ribu unit per tahun. Mayoritas kendaraan tersebut selama ini diproduksi di dalam negeri oleh agen pemegang merek (APM).

Menurut Rachmat, jika 105 ribu unit tersebut diisi oleh produk impor dari India, maka lebih dari separuh pasar komersial pada tahun 2026 berpotensi ditempati kendaraan luar negeri. Hal ini dinilai akan berdampak langsung pada industri perakitan domestik dan rantai pasoknya.

“Untuk impor jumlahnya cukup besar ya sekitar 105 ribu unit pikap dan light truck. Pasar komersial di Indonesia sekitar rata-rata 22 persen atau sekitar 200 ribu per tahun, mostly diproduksi dalam negeri, artinya separuh lebih tahun 2026 nanti pasar domestik akan diisi oleh impor dari India,” ujar Rachmat kepada Indonesiadiscover.com, Sabtu (21/2/2026).

Ia menambahkan bahwa kendaraan komersial produksi Indonesia memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 60 persen. Artinya, setiap unit yang diproduksi di dalam negeri melibatkan ribuan pemasok komponen termasuk industri kecil menengah (IKM) dan industri karoseri.

“Pastinya kondisi ini akan sangat berpengaruh besar pada penurunan supply komponen ke APM. Lokal konten untuk kendaraan komersial kurang lebih 60 persen, sehingga akan sangat berpengaruh pada industri perakitan dan supply chain-nya seperti industri part/komponen yang jumlahnya ribuan dari tier 1 sampai tier 3. Belum lagi IKM dan industri karoseri,” katanya.

Rachmat juga mengingatkan bahwa dalam dua tahun terakhir industri otomotif nasional telah menghadapi tekanan akibat serbuan impor, terutama kendaraan listrik (EV) dan truk heavy duty dari China pada 2024 dan 2025. Kini, menurutnya, tambahan impor dari India berpotensi memperberat kondisi industri yang sedang lesu.

Ia menyoroti tren penurunan pasar domestik yang terjadi tiga tahun berturut-turut, dari kisaran 1,2 juta unit menjadi sekitar 800 ribu unit. Penurunan ini dinilai sudah menjadi beban tersendiri bagi industri otomotif dan jaringan rantai pasoknya.

“Perlu diketahui pasar domestik tiga tahun turun berturut-turut dari 1,2 juta sekarang tinggal 800 ribuan. Akan menjadi beban tersendiri untuk industri otomotif dan supply chain-nya,” ujarnya.

GIIAM meminta pemerintah melihat persoalan ini secara lebih holistik, terutama karena industri pengolahan atau manufaktur dinilai memiliki nilai tambah tinggi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Industri otomotif disebut memiliki multiplier effect besar, baik backward maupun forward linkage, serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.

“Kalau Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi tahunan tinggi, harusnya industri manufaktur seperti otomotif yang multiplier effect-nya tinggi dan penyerapan tenaga kerjanya besar benar-benar diperhatikan. Kalau pemerintah benar-benar pro job, harusnya mengambil produksi dalam negeri dan tidak memberikan pekerjaan ke industri di India,” kata Rachmat.

Ia pun mengingatkan risiko lanjutan apabila tren impor terus berlanjut tanpa perlindungan terhadap industri domestik. Menurutnya, tanpa kepastian keberlanjutan produksi dalam negeri, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sulit dihindari.

“Kalau kondisinya begini terus, kita juga enggak ada jaminan untuk tidak terus mem-PHK karyawan. Kasihan anak-anak muda yang baru lulus SMA/K atau universitas, rendah harapan mereka untuk dapat pekerjaan formal,” tutupnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Mercedes-AMG GT XX Listrik 1.341 HP Siap Menggebrak Dunia Supercar

1 Maret 2026

Harga mobil diesel bandel Innova Venturer 2021 bekas

1 Maret 2026

Meski Tersenyum, Bagnaia Trauma Tak Ingin Kembali Kesulitan Saat Balapan

1 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Man United Jadi Favorit Masuk 3 Besar Liga Inggris, Nasib Carrick Terbuka

1 Maret 2026

Mercedes-AMG GT XX Listrik 1.341 HP Siap Menggebrak Dunia Supercar

1 Maret 2026

Ibu Tiri Sukabumi Bantah Tuduhan aniaya Anak, Sebut Korban Sakit: Viral di Media Sosial

1 Maret 2026

Perjanjian Dagang AS-Indonesia: Kekuatan Pangan Prabowo Di Tengah Ancaman

1 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?