Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 28 September 2026
Trending
  • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
  • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
  • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
  • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • Nilai pasaran tembus Rp 163 miliar! Persija Jakarta belum puas dan masih buru pemain baru
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»AAUI: Peralihan ke Kendaraan Listrik Jadi Tantangan Asuransi Umum
Otomotif

AAUI: Peralihan ke Kendaraan Listrik Jadi Tantangan Asuransi Umum

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover28 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Preferensi Masyarakat terhadap Kendaraan Listrik Menjadi Tantangan bagi Industri Asuransi

Perubahan dalam preferensi masyarakat terhadap kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) telah menjadi tantangan signifikan bagi industri asuransi umum di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, yang mengakui adanya pergeseran besar dalam industri otomotif.

Dalam konferensi pers AAUI di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (20/2), Budi menjelaskan bahwa pada tahun 70-an, Indonesia didominasi oleh merek kendaraan konvensional, baik roda dua maupun empat, yang berasal dari Jepang. Saat itu, ekosistem pendukung seperti pabrik dan penyediaan suku cadang sudah tersedia secara lengkap. Oleh karena itu, industri asuransi tidak merasa khawatir terhadap risiko yang muncul dari kendaraan konvensional.

Namun, situasi sekarang berbeda. Masuknya kendaraan listrik ke pasar Indonesia secara masif, tetapi ekosistem pendukungnya belum sepenuhnya tersedia. Hal ini membuat industri asuransi harus berpikir dua kali sebelum memberikan perlindungan terhadap kendaraan listrik.

Budi menyampaikan bahwa pemerintah perlu membangun ekosistem pendukung EV, seperti pabrik baterai dan pasokan suku cadang. Ia menegaskan bahwa produk EV saat ini belum menjadi mass product, sehingga menjadi kekhawatiran bagi industri asuransi umum.

Biaya Perbaikan yang Lebih Tinggi

Selain itu, faktor klaim kendaraan listrik juga menjadi perhatian serius bagi industri asuransi. Budi menjelaskan bahwa suku cadang yang belum mudah ditemukan dapat menyebabkan biaya perbaikan yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional. Dalam beberapa kasus, biaya perbaikan bisa mencapai 30%-40% lebih mahal.

“Banyak perusahaan asuransi yang enggan menutup asuransi kendaraan berbasis EV karena risiko yang tinggi,” ujarnya.

Budi berharap pemerintah dapat segera mengatasi ketersediaan ekosistem kendaraan EV. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara mobil murah (EV) dengan suku cadang yang murah. Saat ini, kondisi tersebut belum tercapai. Oleh karena itu, AAUI terus menyampaikan usulan kepada pemerintah dan berusaha mendorong perusahaan asuransi untuk menyikapi situasi ini.

Penurunan Pendapatan Premi Asuransi Kendaraan Bermotor

Menurut data AAUI, pendapatan premi asuransi umum dari lini asuransi kendaraan bermotor sebesar Rp 19,02 triliun per akhir 2025. Angka ini mengalami kontraksi sebesar 4,2% dibandingkan pencapaian per akhir 2024 yang mencapai Rp 19,86 triliun.

Budi menjelaskan bahwa penurunan ini tak lepas dari lesunya penjualan kendaraan konvensional pada 2025. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara wholesales sepanjang 2025 sebesar 803.687 unit, turun 7,2% dibandingkan posisi 2024 yang sebesar 865.723 unit.

Sementara itu, penjualan kendaraan dari diler ke konsumen tercatat sebanyak 833.692 unit sepanjang 2025, melambat 6,3% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Perubahan Preferensi Masyarakat

Selain lesunya pasar otomotif, Budi menyebutkan bahwa perubahan preferensi masyarakat yang lebih memilih kendaraan berbasis listrik juga menjadi faktor penurunan pendapatan premi asuransi kendaraan. Banyak perusahaan asuransi belum bersedia memproteksi kendaraan listrik karena berbagai risiko yang ada.

“Perusahaan asuransi tidak mau menutup asuransinya untuk berbasis EV. Hal ini menjadi tantangan bagi industri asuransi umum,” tutur Budi.

Kesimpulan

Perubahan tren pasar otomotif dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik membutuhkan adaptasi yang cepat dari industri asuransi. Dengan ekosistem yang belum sepenuhnya terbangun, serta biaya perbaikan yang lebih tinggi, industri asuransi harus mempertimbangkan berbagai risiko sebelum memberikan perlindungan terhadap kendaraan listrik. Kehadiran EV memang membawa peluang, namun juga tantangan yang perlu dihadapi secara bersama-sama oleh pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ulasan Mitsubishi X-Force: Keunggulan & Pengalaman Pemilik Setelah 24.000 km

31 Agustus 2026

Penjualan BEV Melonjak 88,6 Persen, Tanda Perubahan Industri Otomotif

30 Agustus 2026

5 Alasan Wiper Mobil Masih Berisik Meski Sudah Ganti Karet

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

27 September 2026

Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

16 September 2026

6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

16 September 2026

PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

16 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?