Jadwal Imsakiyah dan Amalan di Bulan Ramadan 1447 H
Berikut ini adalah informasi mengenai jadwal imsakiyah sahur untuk bulan Ramadan 1447 H di Kalimantan Selatan, termasuk kota-kota seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, dan lainnya. Jadwal ini berlaku pada hari Senin, 23 Februari 2026.
Niat Bacaan Puasa Ramadhan
Sebelum memulai puasa, umat Islam perlu membaca niat bacaan puasa Ramadhan. Berikut adalah niat yang dianjurkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Jadwal Imsakiyah di Kalimantan Selatan
Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan bahwa puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya, Anda dapat mengunjungi sumber terkait atau situs resmi pemerintah setempat.
9 Amalan yang Dianjurkan dalam Bulan Ramadan
Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh dengan keberkahan dan kemuliaan. Berikut adalah beberapa amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw:
1. Sahur di Akhir Waktu, Menyegerakan Berbuka
Rasulullah Saw menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan sahur, mendekati waktu Subuh, dan menyegerakan berbuka. Hal ini tertuang dalam sejumlah hadis, salah satunya hadis riwayat Ahmad yang berbunyi: “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.” Hadis lain menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw selalu menyegerakan berbuka.
Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, maksud dari mengakhirkan sahur adalah makan sahur di sepertiga malam terakhir. Pada waktu itu, doa, ampunan, dan hajat dikabulkan oleh Allah Swt.
2. Tidak Melewatkan Sahur
Selain mengakhirkan sahur, Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya agar tidak melewatkan sahur. Karena di dalam sahur terdapat keberkahan, dan Allah serta malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang tidak meninggalkan sahurnya.
Sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Muslim dengan puasa umat agama lain. Seperti yang disampaikan oleh Nabi Saw: “Beda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.”
3. Sedikit Tidur, Banyak Istigfar
Selama bulan Ramadan, Rasulullah Saw mengurangi waktu tidurnya di malam hari dan memperbanyak beribadah, termasuk memohon ampunan kepada Allah atau beristigfar. Hal ini disebutkan dalam Al-Quran ayat Az-Zariyat 17 dan 18: “Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).”
4. Menjaga Lisan
Rasulullah Saw menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas. Hal ini menjadi contoh bagi umat Muslim, yaitu menjaga lisan selama berpuasa. Sebagaimana sabda beliau: “Puasa itu perisai… kalau ada yang mengajak bertengkar atau berdebat maka katakanlah: Aku sedang puasa.”
5. Berusaha Tidak Batal Puasa Meski Sedang Safar
Rasulullah Saw mengajarkan bahwa meskipun sedang dalam perjalanan jauh, seorang Muslim tetap berusaha menyelesaikan ibadah puasa. Dalam hadis riwayat Bukhari, Nabi Saw berkata: “Kalau mau silakan berpuasa, kalau mau silakan tidak berpuasa.”
6. Memperbanyak Sedekah
Di bulan Ramadan, sedekah memiliki keistimewaan karena akan dilipatgandakan. Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw, yang tidak pernah melewatkan sedekah di bulan ini.
7. Memperbanyak Doa
Doa-doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah Swt. Seperti yang disebutkan dalam hadis: “Tiga doa yang tidak akan ditolak, yaitu doa orang tua, doa orang berpuasa, dan doa musafir.”
8. Berbuka dengan Kurma
Rasulullah Saw selalu berbuka dengan kurma jika tersedia. Kurma dipilih karena sangat melimpah di masa Nabi Saw tinggal.
9. Memberi Sajian Berbuka bagi Orang yang Puasa
Rasulullah Saw kerap memberi hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa. Amalan ini bisa membuat seseorang mendapat pahala, sama seperti orang yang berpuasa.



