Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 25 Februari 2026
Trending
  • Harga Servis Rutin Truk: Ini Perkiraannya
  • Garmin Forerunner 165: Smartwatch Lari AMOLED Ringan dengan Musik
  • 5 Zodiak Paling Beruntung Februari 2026: Aries hingga Libra Dapat Rezeki Besar
  • Sosok Intel Bantul Diduga Terlibat Pemerasan dan Ancaman kepada Pengusaha Properti
  • Soal dan Jawaban Sejarah Kelas 10 SMA Halaman 153-154: Candi Singasari
  • Prediksi Skor Osasuna vs Real Madrid 22 Februari 2026: Head-to-Head & Live Streaming
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus Hari Ini: Finansial, Keberuntungan, Karier, Kesehatan, Mobilitas, Cinta, dan Mental
  • Masyarakat Berau jadi penjaga pantai peneluran penyu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Jangan Hanya Baca Doa, Ini Amalan Nabi di Malam Ramadhan!
Hobi

Jangan Hanya Baca Doa, Ini Amalan Nabi di Malam Ramadhan!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Ramadan, Bulan Kebijaksanaan dan Keberkahan

Ramadan telah mendekati akhirnya. Detik-detik terakhir ini sering kali menjadi momen di mana semangat ibadah mulai menurun. Banyak dari kita sibuk dengan persiapan Lebaran, belanja kebutuhan, atau sekadar menunggu waktu beristirahat karena lelah sehari-hari. Namun, apakah kita pernah mempertanyakan, apakah cara kita menjalani sisa waktu yang mulia ini sudah tepat?

Jangan sampai ibadah puasa kita hanya berakhir dengan rasa lapar dan haus semata, tanpa membawa perubahan berarti. Ada satu amalan kunci yang justru menjadi agenda utama Rasulullah SAW sepanjang bulan Ramadan, sebuah praktik yang sayangnya kerap terlewatkan oleh kita.

Apa itu? Mari kita simak penjelasan mendalam dari Ustadz Adi Hidayat di kanal YouTube-nya yang akan membuka mata kita tentang esensi Ramadan yang sesungguhnya.

Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Agenda Langit

Kita sering mendengar bahwa Ramadan adalah bulan Al-Qur’an. Namun, seberapa dalam pemahaman kita tentang hubungan keduanya? Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari yang sangat populer, disebutkan bahwa malaikat Jibril AS datang menemui Rasulullah SAW setiap malam di bulan Ramadan untuk “yudarisuhul Quran” — mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau.

Peristiwa ini bukan sekadar seremoni biasa. Ustadz Adi Hidayat menekankan bahwa hadis ini memberikan dua pesan fundamental. Pertama, ini menunjukkan puncak kedermawanan dan kemuliaan akhlak Nabi yang semakin bertambah di bulan suci. Kedua, dan ini yang terpenting, adanya interaksi intensif dengan Al-Qur’an melalui bimbingan langsung (guru) adalah inti dari keberkahan Ramadan itu sendiri.

Mengapa Membaca Al-Qur’an di Bulan Ramadan Terasa Berbeda?

Allah SWT secara tegas menyematkan kemuliaan Ramadan dengan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185). Karena itu, sangatlah ganjil jika seorang muslim berpuasa dari fajar hingga magrib, bahkan mendirikan salat tarawih, namun hatinya tidak tersentuh oleh kalam Ilahi. Ibadahnya mungkin sah, tetapi ada ruh yang hilang, ada berkah yang kurang sempurna.

Rasulullah SAW sendiri, sebagaimana diriwayatkan, mengkhatamkan Al-Qur’an setidaknya sekali dalam setiap Ramadan. Bahkan di tahun wafatnya, beliau melakukannya hingga dua kali. Ini adalah isyarat kuat bahwa Al-Qur’an adalah “napas” yang harus menghidupi hari-hari kita di bulan ini. Lantas, bagaimana cara kita meneladani beliau?

Kualitas Lebih Penting dari Kuantitas: Pelajaran dari Seorang Guru

Seringkali kita terobsesi dengan target khatam. Semakin banyak khatam, kita merasa semakin hebat. Padahal, ada satu poin krusial yang diajarkan dalam hadis tadi: adanya guru yang membimbing. Malaikat Jibril tidak sekadar datang, tetapi mengajarkan (yudaris). Ada proses menyimak, membenarkan, dan memahamkan.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan tiga level interaksi dengan Al-Qur’an:
* Qiraah: Membaca secara umum, yang penting lancar.
* Tilawah: Membaca disertai pemahaman dan pengkajian makna.
* Tahfidz: Upaya menghafalkan lafaz dan maknanya.

Nah, poin pentingnya adalah, untuk mencapai semua itu, kita butuh bimbingan. Dalam sebuah hadis lain, orang yang belajar Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh hingga lidahnya terbata-bata, mendapatkan dua pahala sekaligus: pahala membaca huruf dan pahala kesungguhannya.

Logika sederhananya, jika satu huruf bernilai sepuluh kebaikan, dan kita membaca “Alif Lam Mim” (tiga huruf) dengan susah payah, maka kita mendapat 30 kebaikan. Karena kita bersungguh-sungguh, pahala itu berlipat ganda menjadi 60 kebaikan. Luar biasa, bukan? Jadi, jangan pernah malu jika bacaan Anda belum sempurna. Justru di situlah letak perjuangan dan pahala yang berlipat.

Strategi Jitu Mengisi Malam-malam Terakhir Ramadan

Lalu, bagaimana aplikasinya di sisa waktu yang ada?
* Utamakan Kualitas Bacaan: Jika bacaan Anda belum lancar, carilah guru atau teman yang bisa menyimak. Mungkin Anda hanya mampu satu halaman sehari, tapi pastikan setiap hurufnya keluar dari tempat yang benar (makhraj) dan panjang pendeknya tepat (tajwid). Pahala dari satu halaman berkualitas bisa jauh lebih besar dari satu juz yang dibaca terburu-buru tanpa kaidah.
* Target Bertahap untuk yang Sudah Mahir: Bagi Anda yang bacaannya sudah baik, silakan kejar target khatam. Bagi target menjadi realistis. Misalnya, ingin khatam tiga kali selama Ramadan. Maka, 10 hari pertama untuk satu kali khatam (3 juz per hari), 10 hari kedua untuk khatam kedua, dan 10 hari terakhir untuk khatam ketiga. Atur waktunya agar ibadah lain tidak terbengkalai.
* Jadikan Al-Qur’an Penawar Galau: Di saat pikiran sedang kusut menghadapi berbagai persoalan hidup, buka dan bacalah Al-Qur’an. Ia adalah sumber ketenangan jiwa. Membacanya dengan niat mengikuti sunnah Nabi akan mengumpulkan pahala yang bisa menutupi dosa-dosa, sekaligus menjernihkan pikiran untuk mencari solusi atas setiap masalah.

Raih Syafaat Al-Qur’an di Akhir Ramadan

Ramadan adalah madrasah (sekolah) Al-Qur’an. Jangan biarkan malam-malam terakhir ini berlalu begitu saja tanpa peningkatan kualitas interaksi kita dengan kitab suci. Mari jadikan Al-Qur’an sebagai teman setia, yang tidak hanya menemani di dunia, tetapi juga menjadi syafaat (pertolongan) yang dinanti-nantikan di akhirat kelak.

Jangan puas hanya dengan menahan lapar dan dahaga. Pastikan ibadah puasa kita terukir dalam hati dengan sentuhan ayat-ayat-Nya. Karena keberkahan Ramadan yang hakiki adalah saat Al-Qur’an benar-benar hidup dalam diri kita.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Zodiak Paling Beruntung Februari 2026: Aries hingga Libra Dapat Rezeki Besar

25 Februari 2026

Ramalan Bintang 20 Februari 2026: Energi, Cinta, Karier, dan Keuangan untuk Setiap Zodiak

25 Februari 2026

Kode Redeem Mobile Legends Terbaru 22 Februari 2026

25 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga Servis Rutin Truk: Ini Perkiraannya

25 Februari 2026

Garmin Forerunner 165: Smartwatch Lari AMOLED Ringan dengan Musik

25 Februari 2026

5 Zodiak Paling Beruntung Februari 2026: Aries hingga Libra Dapat Rezeki Besar

25 Februari 2026

Sosok Intel Bantul Diduga Terlibat Pemerasan dan Ancaman kepada Pengusaha Properti

25 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?