Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Ketua BEM UGM Tewas, Pemerintah Diminta Jawab
    Hukum

    Ketua BEM UGM Tewas, Pemerintah Diminta Jawab

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kehadiran Teror yang Mengguncang Ruang Demokrasi Mahasiswa

    Suasana kampus yang selama ini identik dengan kebebasan berpikir mendadak dibayangi rasa cemas. Dari lingkungan mahasiswa, gelombang kekhawatiran merebak setelah Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, mengungkap dugaan adanya teror sistematis yang menyasar dirinya dan puluhan pengurus BEM UGM. Pengakuan itu bukan disampaikan di ruang tertutup. Tiyo membeberkannya secara terbuka dalam Podcast Madilog, tak lama setelah BEM UGM melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah.

    Sejak saat itu, perhatian publik pun tertuju pada satu pertanyaan besar: apa yang sebenarnya sedang terjadi? Meski tekanan yang dihadapi terasa nyata dan mengkhawatirkan, Tiyo mengaku belum bisa memastikan siapa aktor di balik rangkaian intimidasi tersebut. Ia menahan diri untuk tidak menunjuk pihak tertentu, sembari menyadari bahwa situasi yang dihadapinya bukan perkara sederhana.

    Siapa di Balik Teror? Jawaban yang Menggantung

    Ketika pertanyaan soal pelaku teror mengemuka, Tiyo memilih langkah hati-hati. Ia tidak melontarkan tuduhan secara langsung, namun menegaskan bahwa kritik yang selama ini disuarakan BEM UGM memang diarahkan kepada pemerintah. “Bahwa kritik kita menimbulkan ketersinggungan, iya. Tapi apakah yang tersinggung itu yang mengirimkan teror?” tanyanya.

    Pernyataan tersebut seketika membuka ruang spekulasi di tengah publik. Apakah kritik mahasiswa memiliki korelasi dengan munculnya dugaan teror? Atau ada kepentingan lain yang bermain di balik layar?

    “Alarm bagi Demokrasi”

    Bagi Tiyo, rangkaian ancaman yang diterimanya tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata. Ia melihatnya sebagai pertanda serius bagi kesehatan demokrasi di Indonesia. “Ini jadi alarm bagi demokrasi kita. Ketika ada orang yang berangkat dari kepeduliannya dengan bangsa… tapi justru malah mendapatkan ancaman, penculikan, bahkan pembunuhan,” katanya.

    Nada pernyataan itu mencerminkan kekhawatiran mendalam. Isu ini, menurutnya, jauh melampaui sosok Ketua BEM UGM. Yang dipertaruhkan adalah ruang aman bagi warga negara terutama mahasiswa untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.

    Teror Tak Hanya Menyasar Tiyo

    Tekanan yang dirasakan Tiyo ternyata tidak berhenti pada dirinya. Ia mengungkap bahwa teror juga menjalar hingga ke lingkaran terdekatnya: keluarga serta hampir 30 pengurus BEM UGM. “Orang tua kami, hampir 30 pengurus BEM UGM, semuanya mendapatkan teror,” tegasnya.

    Pengakuan ini memperlihatkan dugaan pola intimidasi yang lebih luas dan terstruktur. Namun di tengah situasi mencekam itu, Tiyo memastikan satu hal: perlawanan tidak akan surut. “Seluruh teror itu tidak akan membuat BEM UGM gentar. Semakin ditekan justru kami semakin melawan,” ucap Tiyo.

    Tidak Sendiri Menghadapi Tekanan

    Di tengah bayang-bayang ancaman, BEM UGM disebut tidak berjalan sendirian. Sejumlah lembaga telah menyatakan dukungan dan memberikan pendampingan, mulai dari Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik, pihak kampus Universitas Gadjah Mada, LPSK, hingga LBH. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memberi perlindungan sekaligus mengawal setiap proses yang tengah berjalan, agar kasus ini tidak tenggelam tanpa kejelasan.

    Jejak Teror: Nomor Asing dan Tuduhan Serius

    Tiyo membeberkan bahwa intimidasi mulai terasa sejak 9 Februari. Salah satu bentuknya adalah pesan singkat dari nomor tak dikenal dengan kode internasional. “Kami menerima pesan dari nomor-nomor tidak dikenal. Kontaknya bukan +62, tetapi +44, justru Inggris Raya,” ungkapnya.

    Tak berhenti di situ, teror juga menyasar orang tua para pengurus BEM UGM dengan pesan bernada tuduhan berat. “Pesan bahwa Ketua BEM UGM kalian itu nyolong uang,” katanya. Tiyo dengan tegas membantah tudingan tersebut. Ia menilai pesan itu sebagai upaya pembunuhan karakter yang sengaja dirancang untuk menjatuhkan kredibilitas.

    Isu Paling Mencekam: Ancaman Pembunuhan

    Dari seluruh rangkaian intimidasi, satu informasi menjadi yang paling mengkhawatirkan. Tiyo mengaku menerima pesan dari seseorang anonim yang mengaku sebagai dosen di Bandung. “Ada seseorang anonim mengaku dosen… mendapatkan bocoran informasi bahwa ada operasi intelijen yang targetnya adalah untuk membunuh Ketua BEM UGM,” ujar Tiyo.

    Meski identitas pengirim tak bisa dilacak dan kebenarannya belum dapat diverifikasi, Tiyo menilai pesan tersebut tetap merupakan bentuk teror psikologis yang serius dan tidak bisa diabaikan.

    Sikap BEM UGM: Kritik Tak Akan Padam

    Hingga kini, sikap BEM UGM tetap teguh. Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan tidak akan mengubah arah perjuangan mereka. Kritik terhadap kebijakan pemerintah akan terus disuarakan, dengan atau tanpa tekanan. Di tengah ancaman dan intimidasi, satu pilihan diambil dengan sadar: tetap bersuara, demi menjaga nalar kritis dan demokrasi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?