Semen Padang FC Menghadapi Persaingan Ketat di Zona Degradasi
Semen Padang FC berhasil meraih hasil imbang 2-2 dalam pertandingan melawan Malut United. Hasil ini membuat mereka tetap berada di zona degradasi dengan koleksi 16 poin. Meskipun demikian, peluang untuk segera keluar dari zona tersebut masih terbuka lebar.
Kabau Sirah, julukan Semen Padang FC, hanya tertinggal satu poin dari PSBS Biak yang berada di peringkat aman. Namun, PSBS Biak masih memiliki satu laga lebih sedikit dibandingkan Semen Padang FC. Hal ini memberikan kesempatan bagi Kabau Sirah untuk memperbaiki posisi mereka jika mampu mengambil poin di laga sisa musim ini.
Gol penyama kedudukan oleh Maicon di injury time menjadi momen penting dalam pertandingan ini. Sebelumnya, Kianz Froese telah mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan Semen Padang FC. Perubahan strategi pada babak kedua membantu tim asuhan Kabau Sirah untuk bangkit dan mempertahankan hasil imbang.
Perkembangan Pertandingan yang Dramatis
Pertandingan antara Semen Padang FC dan Malut United berlangsung sangat sengit hingga menit akhir. Di babak pertama, Semen Padang FC sempat tertinggal. Namun, di babak kedua, pelatih melakukan beberapa pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor di lini depan.
Firman ditarik keluar dan digantikan oleh Maicon. Ravy Tsouka digantikan oleh Kazaki, sedangkan Ripal dikeluarkan dan digantikan oleh Rian. Pergantian ini memberikan energi baru bagi Semen Padang FC.
Di menit ke-49, Semen Padang FC mendapatkan peluang emas. Maicon berhasil melewati penjagaan pemain Malut United dan mengirim umpan silang. Sayangnya, tidak ada pemain Semen Padang yang mampu menyambut bola tersebut.
Malut United kemudian memperoleh kesempatan menambah keunggulan melalui tendangan bebas di dalam kotak penalti. Eksekusi tendangan bebas tersebut hanya membentur pagar hidup, sehingga skor tetap bertahan.
Pada menit ke-65, Malut United kembali mengancam melalui skema tendangan bebas. Sepakan salah seorang pemain nyaris menambah gol, namun bola hanya membentur mistar gawang.
Ancaman kembali datang pada menit ke-68. David Da Silva berhasil melewati lini belakang Semen Padang FC, tetapi kiper Rendy Oscario tampil sigap dan mencuri bola sebelum peluang berubah menjadi gol.
Gol Penyama Kedudukan di Injury Time
Di menit ke-74, Irsyad Maulana masuk menggantikan Kasim Botan. Sementara itu, Malut United juga melakukan penyegaran di lini pertahanan dengan menarik keluar Taufik Rustam dan memasukkan Abduh Lestaluhu.
Pada menit ke-83, Maicon kembali menjadi ancaman melalui skema serangan balik. Ia menggiring bola sendirian dan mencoba menyelesaikan peluang tersebut, namun tendangannya masih melebar ke sisi kanan gawang.
Kerja keras Semen Padang FC akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Berawal dari skema tendangan bebas di sisi kiri yang menghasilkan bola liar di kotak penalti, Kianz Froese sukses memanfaatkan situasi tersebut. Gol itu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 dan membakar semangat tuan rumah.
Kesempatan untuk Bangkit
Memasuki awal injury time babak kedua, Stadion Haji Agus Salim bergemuruh. Umpan silang dari sisi kanan sempat terlalu tinggi dan mengarah ke sisi kiri lapangan. Namun, di sana sudah menunggu Maicon yang langsung melepaskan tendangan voli keras ke sudut sempit kanan gawang Malut United. Bola melesat deras dan mengubah skor menjadi 2-2.
Gol tersebut sempat ditinjau melalui VAR, namun setelah pengecekan, wasit mengesahkannya. Kedua tim masih saling melancarkan serangan di sisa waktu pertandingan, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 2-2.
Hasil ini menunjukkan mental pantang menyerah Semen Padang FC setelah mampu bangkit dan mengamankan satu poin di kandang sendiri. Dengan persaingan yang semakin ketat, Semen Padang FC harus terus berjuang untuk segera keluar dari zona degradasi.


