Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 23 Februari 2026
Trending
  • Harga Terbaru Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV 2026: Era Baru Legenda Keluarga Indonesia
  • Itinerary Liburan Ramadan ke Solo Rp300 Ribu untuk Dua, Bukber di Hotel Brothers
  • Ramalan Zodiak Aries Hari Ini: Keberuntungan, Karier, Cinta, dan Kesehatan
  • Ramalan Virgo 20 Februari 2026: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan
  • Khawatir Dibuang ke Laut, ABK Fandi Tak Berani Buka Muatan Sabu 2 Ton
  • Renungan Harian Katolik: Mencoba Tuhan atau Percaya Penuh?
  • Persija Kalahkan PSM 2-1: Pelatih Kecewa VAR Tidak Bekerja, Souza Akui Terima Kartu Kuning dengan Ceroboh
  • Kurma Ungguli Gorengan di Menu Buka Puasa Pekan Pertama di Tasikmalaya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Kurma Ungguli Gorengan di Menu Buka Puasa Pekan Pertama di Tasikmalaya
Ragam

Kurma Ungguli Gorengan di Menu Buka Puasa Pekan Pertama di Tasikmalaya

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Daftar Menu Favorit Buka Puasa di Kabupaten Tasikmalaya

Di pekan pertama Ramadan 2026, buah kurma menjadi menu favorit warga Kabupaten Tasikmalaya dengan perolehan nilai 100 poin. Posisi kedua ditempati oleh gorengan dengan 69 poin, diikuti es buah yang mendapatkan 60 poin. Es cendol berada di posisi ketiga dengan 54 poin, lalu kolak dengan 53 poin. Es campur menempati urutan kelima dengan 27 poin, sedangkan tutug oncom dan mi bakso berada di papan bawah.

Alun-alun Manonjaya sebagai Tempat Ngabuburit Favorit

Alun-alun Manonjaya di Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu lokasi favorit untuk ngabuburit bagi masyarakat Priangan Timur. Berjarak sekitar 14 kilometer dari Kota Tasikmalaya ke arah timur, alun-alun ini sering dikunjungi sebagai alternatif selain Alun-alun Singaparna yang terletak di sebelah baratnya.

Setiap menjelang berbuka puasa, banyak aktivitas dilakukan di Alun-alun Manonjaya. Warga biasanya menghabiskan waktu, anak-anak bermain bola atau layang-layang pendek, serta para pemburu takjil mencari camilan. Di sekitar alun-alun juga terdapat pedagang yang menjajakan berbagai makanan ringan dan minuman segar, bahkan ada lapak sewa mainan untuk anak-anak.

“Harganya murah-murah sih. Takjil palingan harganya dari Rp5 ribu sampai 10 ribu per porsi,” ujar Wida Asmara, seorang warga yang sering menghabiskan waktu di alun-alun tersebut.

Wida mengaku rutin menghabiskan waktu hingga berbuka puasa di sana karena suasana yang ramai dan membuat waktu terasa cepat. Ia juga menyebut bahwa setelah berbuka puasa, ia tidak kesulitan mencari tempat untuk salat maghrib karena dekat dengan Masjid Agung Manonjaya.

Ramai di Bulan Ramadan

Penjual kuliner di Alun-alun Manonjaya, Hani, mengatakan bahwa Ramadan tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu. Barang dagangannya selalu habis sebelum jam buka puasa.

“Ke depannya saya pasti tambah stok. Rame banget soalnya ini pengunjung di Alun-alun Manonjaya,” kata Hani, yang menjual Gimbap khas Korea.

Sejarah Masjid Agung Manonjaya

Tidak jauh dari lokasi Alun-alun Manonjaya, terdapat Masjid Agung Manonjaya yang tampak mengawasi lapangan. Masjid ini merupakan salah satu jejak sejarah Islam di Indonesia dan merupakan masjid tertua di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Masjid Agung Manonjaya dibangun pada tahun 1837. Rusliana, Juru Pelihara Masjid Agung Manonjaya yang telah bertugas selama 20 tahun, menjelaskan bahwa awalnya masjid ini hanya berupa surau kecil. Pada masa pemerintahan Bupati Sukapura, surau tersebut kemudian berkembang menjadi masjid yang lebih besar.

Pembangunan masjid dilakukan di bawah kepemimpinan Raden Tumenggung Danuningrat. Pada tahun 1889, terdapat tambahan bangunan berupa koridor dan selasar, serta dua menara di sebelah timur. Menara yang terbuat dari tanah liat hasil pengrajin Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, memiliki puncak yang beratap tumpang tiga undakan.

Masjid Agung Manonjaya ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1999. Arsitektur yang khas, termasuk 61 tiang penyangga, koridor, dan selasar, masih dipertahankan hingga saat ini.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga Terbaru Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV 2026: Era Baru Legenda Keluarga Indonesia

23 Februari 2026

Jangan Salah Pilih! HP RAM 6 GB Termurah Tanpa Lemot

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries Hari Ini: Keberuntungan, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Harga Terbaru Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid EV 2026: Era Baru Legenda Keluarga Indonesia

23 Februari 2026

Itinerary Liburan Ramadan ke Solo Rp300 Ribu untuk Dua, Bukber di Hotel Brothers

23 Februari 2026

Ramalan Zodiak Aries Hari Ini: Keberuntungan, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026

Ramalan Virgo 20 Februari 2026: Hoki, Karier, Cinta, dan Kesehatan

23 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?