Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Masyarakat Berau jadi penjaga pantai peneluran penyu
    Nasional

    Masyarakat Berau jadi penjaga pantai peneluran penyu

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Peran Masyarakat dalam Konservasi Penyu Hijau di Berau

    Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam konservasi penyu hijau. Sebagai habitat peneluran terbesar di Asia Tenggara, Berau menjadi pusat perhatian bagi berbagai pihak yang ingin menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

    Untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam konservasi, YKAN bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur serta Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak melalui Program Solutions for Marine and Coastal Resilience in the Coral Triangle (SOMACORE). Program ini dilaksanakan untuk memberikan bimbingan teknis pemantauan penyu kepada masyarakat di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KKP3K KDPS).

    Bimbingan teknis ini digelar pada tanggal 3 Februari hingga 7 Februari 2026. Program SOMACORE didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Lingkungan, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir (BMUKN) melalui International Climate Initiative (IKI), serta dilaksanakan oleh konsorsium yang terdiri dari 10 organisasi nasional, regional, dan internasional di enam negara Segitiga Terumbu Karang.

    Perlindungan Penyu di Tingkat Nasional dan Internasional

    Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, menegaskan bahwa penyu memiliki status perlindungan yang kuat baik di tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 dan diperkuat dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 66 Tahun 2025, seluruh jenis penyu dilindungi penuh. Selain itu, penyu juga tercantum dalam CITES Appendix I serta Daftar Merah IUCN dengan status terancam hingga kritis.

    Namun, perlindungan penyu tidak akan berhasil jika hanya dilakukan oleh pemerintah. Kolaborasi yang kuat dengan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan konservasi. Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki lebih dari 17.500 pulau dan kawasan laut yang menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati global, termasuk penyu laut. Dari tujuh spesies penyu di dunia, enam di antaranya ditemukan di perairan Indonesia.

    Tekanan terhadap Populasi Penyu

    Dalam beberapa dekade terakhir, populasi penyu mengalami tekanan serius akibat aktivitas manusia seperti pencurian telur, degradasi habitat pantai, pencemaran laut, serta praktik perikanan tidak ramah lingkungan yang menyebabkan penyu tertangkap sebagai hasil tangkapan sampingan (bycatch).

    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Timur Irhan Hukmaidy menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat merupakan kunci keberhasilan konservasi jangka panjang. “Konservasi tidak bisa hanya bergantung pada regulasi. Ketika masyarakat memiliki kapasitas dan rasa memiliki, upaya perlindungan sumber daya pesisir dan laut akan jauh lebih berkelanjutan,” ujarnya.

    Pelatihan dan Partisipasi Masyarakat

    Hasil survei menunjukkan beberapa pantai di kawasan KKP3K KDPS menjadi lokasi pendaratan dan peneluran penyu yang aktif sepanjang tahun, dengan puncak aktivitas pada bulan Juni hingga Agustus. Namun, intensitas aktivitas manusia di wilayah pesisir kerap menjadikan kawasan ini kurang ideal bagi penyu untuk mendarat dan bertelur dengan aman.

    “Penyu sangat sensitif terhadap aktivitas manusia. Gangguan kecil saja dapat membuat penyu gagal bertelur. Karena itu, perlindungan pantai peneluran harus melibatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas langsung di wilayah tersebut,” ujar Rizya Ardiwijaya, Coral Reef Specialist YKAN.

    Bimbingan teknis ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kelompok masyarakat melalui pendekatan citizen science. Sekitar 60 peserta yang berasal dari kelompok nelayan dan warga pesisir di Kecamatan Biduk-Biduk, Kecamatan Batu Putih, dan Kecamatan Maratua mengikuti bimbingan teknis intensif yang mencakup pengenalan biologi dan ekologi penyu, identifikasi spesies, daur hidup penyu, ancaman konservasi, hingga teknik pemantauan pantai peneluran dan pengelolaan data.

    Selain pemaparan materi, peserta juga melakukan praktik langsung di lapangan, seperti identifikasi jejak penyu, pencatatan sarang, serta simulasi pengambilan dan pengorganisasian data menggunakan perangkat aplikasi berbasis Android.

    Integrasi Teknologi dalam Konservasi

    Selain penguatan kapasitas masyarakat, YKAN juga mendukung upaya pelestarian penyu di Berau dengan memanfaatkan teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Pada Oktober 2025, survei udara dengan teknologi UAV telah dilakukan guna memetakan sebaran penyu, populasi, dan penggunaan habitat di perairan.

    Data yang dihasilkan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Sea Turtle Nesting Beach Indicator Tools. Penggunaan UAV memungkinkan pengumpulan data spasial resolusi tinggi, jangkauan yang luas, dan efisien secara waktu dan biaya. Integrasi data teknologi dengan pemantauan lapangan oleh masyarakat menjadi kesatuan penting dalam penyusunan rencana aksi perlindungan penyu di KKP3K-KDPS.

    Konservasi adalah Kerja Jangka Panjang

    Konservasi penyu adalah kerja jangka panjang. Ketika masyarakat, pemerintah, dan mitra pembangunan berjalan bersama, maka upaya perlindungan ekosistem pesisir akan lebih efektif.

    “Kita tidak hanya melindungi penyu, tetapi juga menjaga masa depan ekosistem pesisir bagi generasi mendatang,” pungkas Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN, Yusuf Fajariyanto.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?