Perubahan Struktur Pelatih dan Direktur Teknik Persijap Jepara
Persijap Jepara, klub sepak bola asal Jepara, kembali melakukan perubahan penting dalam struktur pelatih dan direksi teknik. Perubahan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi tim dan menjaga eksistensi di Liga 1 Indonesia.
Divaldo da Silva Teixeira Alves, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala, kini bergeser menjadi Direktur Teknik Persijap Jepara. Sementara itu, posisi pelatih kepala kini diemban oleh Mario Licinio Guerreiro Lemos, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Teknik. Perubahan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tim dan memastikan keberlanjutan filosofi bermain yang sudah diterapkan.
Mario Lemos, yang akrab disapa dengan nama panggilan Mario, resmi menjabat sebagai Pelatih Kepala Persijap Jepara pada 17 Februari 2026. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai pelatih kepala Persijap Jepara pada periode 9 Juni hingga 21 November 2025. Setelah itu, ia beralih menjadi Direktur Teknik sejak 19 Desember 2025 hingga 16 Februari 2026. Pengalaman luasnya sebagai pelatih, asisten pelatih, pelatih fisik, hingga direktur teknik di berbagai klub sepak bola membuatnya layak untuk memimpin tim.
Beberapa klub yang pernah dikomandainya antara lain Mumbai City, Forca Kochi FC, Bangladesh, Abahani Ltd, Songdo FC U15, Muangthong B, Muangthong United, Lagoa, dan juga pelatih Tim Junior Man. Pengalaman tersebut memberinya wawasan yang luas tentang pengembangan pemain dan strategi permainan.
Kini, skuad Persijap Jepara bergantung pada taktik dan gaya bermain yang akan diterapkan Mario Lemos di sisa pertandingan kompetisi BRI Super League Musim 2025/2026. Tim harus menghadapi lawan-lawan yang tidak mudah, dan penunjukan Mario Lemos diharapkan mampu membawa perubahan positif.
Nasib Persijap Jepara kini ada di tangan Mario Lemos, terutama dalam meramu tim dengan beberapa pemain anyar yang telah didatangkan pada putaran kedua kompetisi musim 2025/2026. Salah satu misi utama yang diusung oleh klub adalah keluar dari zona merah untuk menjaga asa bertahan di Liga 1 Nasional.
Sementara itu, Divaldo da Silva Teixeira Alves kini menjabat sebagai Direktur Teknik Persijap Jepara. Ia pernah menjabat sebagai pelatih kepala Persijap sejak 19 Desember 2025 hingga 16 Februari 2026. Sebagai pelatih berpengalaman, Divaldo telah lama berkarir sebagai pelatih dan asisten pelatih di berbagai klub sepak bola Tanah Air. Beberapa klub yang pernah ia latih antara lain PSBS Biak, Persik Kediri, Persibo Bojonegoro, Persita Tangerang, Persebaya 1927, PSMS Medan, dan juga pernah melatih Persijap Jepara pada era tahun 2010.
Keputusan ini dinilai oleh Manajemen Persijap Jepara sebagai bagian dari komposisi strategis yang telah dirancang matang. Perubahan komposisi di jajaran pelatih kepala dan direktur teknik bukanlah awal yang baru, melainkan kelanjutan dari rencana jangka panjang yang telah disusun untuk memperkuat fondasi tim. Baik dari sisi teknis, pengembangan pemain, maupun kesinambungan filosofi permainan.
Manajemen menilai kombinasi Mario Lemos di sisi teknis tim utama, dengan pengalaman dan visi strategis Divaldo Alves sebagai direktur teknik, merupakan komposisi yang tepat untuk membawa Persijap semakin kompetitif di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Manager Klub Persijap Jepara, Egat Sacawijaya, percaya bahwa komposisi baru ini bisa mendongkrak permainan tim menghadapi lawan-lawan yang tidak mudah. Kata dia, penunjukan ini merupakan wujud keseriusan manajemen dalam membangun Persijap secara berkelanjutan. Pihaknya percaya Mario Lemos memiliki kapasitas kepemimpinan dan kualitas teknis untuk membawa tim tampil kompetitif di setiap pertandingan.
Sedangkan Divaldo Alves bertugas memastikan fondasi teknis klub tetap kuat dan terarah. “Ini bukan tentang perubahan semata, melainkan tentang kesinambungan dan penguatan struktur yang sudah kami rancang sejak awal,” terang dia, Rabu (18/2/2026).
Egat menegaskan bahwa manajemen memiliki visi yang jelas dan komitmen penuh untuk menjaga Persijap tetap berada di level kompetisi tertinggi sepak bola nasional. Pihaknya ingin Persijap tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dengan identitas yang kuat, profesional, dan membanggakan masyarakat Jepara.
“Dengan kerja keras, kolaborasi, serta dukungan seluruh elemen tim dan suporter, kami optimistis target tersebut dapat dicapai,” tegasnya.
Perubahan komposisi ini sekaligus menegaskan langkah Persijap sebagai bagian dari komitmen klub untuk terus berkembang dan berprogres secara konsisten. Yaitu dengan struktur yang semakin solid dan pembagian peran yang jelas, Persijap optimistis mampu bersaing dan mewujudkan target utama bertahan di Liga 1. Juga memperkokoh eksistensi di kasta tertinggi sepak bola Tanah Air.
Sebagai Pelatih Kepala Persijap, Mario Lemos bertanggung jawab penuh atas persiapan, strategi, serta performa tim di kompetisi. Dengan pengalaman dan pendekatan taktik yang dimilikinya, diharapkan mampu memaksimalkan potensi tim, serta membangun karakter permainan yang kuat, disiplin, dan konsisten.
Sang Direktur Teknik, Divaldo Alves, mengambil peran pada pengembangan struktur teknis klub secara menyeluruh. Termasuk sinkronisasi filosofi bermain dari tim utama, hingga level pembinaan. Posisi ini dinilai sebagai posisi krusial dalam memastikan kesinambungan visi serta arah pembangunan tim dalam jangka panjang.



