Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Mahfud MD: Tak Terkejut Kasus Narkoba Kapolres Bima Kota, Ingatkan Teddy Minahasa
    Hukum

    Mahfud MD: Tak Terkejut Kasus Narkoba Kapolres Bima Kota, Ingatkan Teddy Minahasa

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Kasus Narkoba yang Menjerat Anggota Polri

    Kasus narkoba yang menimpa Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro tidak membuat Mahfud MD terkejut. Ia mengakui bahwa sebelumnya sudah banyak kasus serupa yang melibatkan anggota Polri, bahkan hingga tingkat pimpinan seperti Kapolres atau Kapolda. Hal ini menunjukkan bahwa masalah narkoba tidak hanya terjadi di luar institusi kepolisian, tetapi juga dalam tubuh lembaga tersebut sendiri.

    Mahfud menyebut contoh kasus mantan Kapolda Sumatera Barat (Sumbar), Teddy Minahasa Putra, yang sempat menjadi sorotan publik. Teddy terlibat dalam kasus narkoba setelah ia dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur. Bahkan sebelum dilantik, ia telah ditangkap karena dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba. Kasus ini dianggap spektakuler karena Teddy sebelumnya dianggap sebagai polisi yang baik dan berprestasi.

    “Ya sebenarnya polisi yang terlibat gitu kan banyak yang paling spektakuler dulu kan Tedy Minahasa, dianggap polisi baik berprestasi gitulah, lalu diangkat menjadi kapolda kelas, termasuk yang elite-lah Jawa Timur tuh kan luar biasa hampir sama dengan Jakarta kan,” ujar Mahfud dalam sebuah podcast.

    Ia juga menyoroti bahwa kasus narkoba yang menimpa anggota Polri sering kali terjadi di mana-mana. Bahkan, ada kasus di mana para pejabat yang baru saja berpidato tentang penindakan narkoba malamnya ditangkap karena keterlibatan dalam peredaran narkoba.

    Isu Perampasan Barang Bukti Narkoba

    Selain itu, Mahfud menyampaikan kekhawatiran terkait isu perampasan barang bukti narkoba yang tidak dilakukan sepenuhnya. Ada dugaan bahwa barang bukti tersebut beredar lagi di penjara. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam proses penegakan hukum yang bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.

    “Oleh sebab itu harus bertindak tegas, karena lebih dari itu isu-isu yang sering muncul itu kalau ada perampasan barang bukti iya sekian, nanti yang dibakar atau dimusnahkan hanya sedikit, yang lain beredar lagi di penjara dan sebagainya.”

    Mahfud menekankan bahwa kasus narkoba adalah tindak pidana yang sangat berbahaya bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, upaya penindakan harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan tanpa kompromi.

    Penanganan Kasus Narkoba untuk Oknum Polri

    Guru Besar Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Prof. Henry Indraguna, mendukung langkah tegas Polri dalam menindak pelanggar hukum, termasuk anggota Polri yang terlibat dalam tindak pidana. Menurutnya, langkah Polri terhadap mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro yang ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba patut diapresiasi.

    Henry menegaskan bahwa jika terbukti bersalah, hukuman terhadap oknum Polri harus lebih berat dibanding pelaku pidana dari masyarakat umum. Hal ini penting karena anggota Polri seharusnya menjadi teladan dalam pemberantasan narkoba.

    “Narkotika adalah kejahatan luar biasa yang mengancam generasi muda dan merusak sendi sosial bangsa. Jika bukti memenuhi unsur pidana, tidak ada alasan untuk ragu menjatuhkan hukuman maksimal,” ujar Henry.

    Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima Kota

    Kasus narkoba yang menjerat AKBP Didik Putra Kuncoro terungkap dari pengakuan anak buahnya sendiri, eks Kasat Narkoba Polres Bima Kota AKP Malaungi, yang lebih dulu ditangkap. Pengakuan Malaungi menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk memeriksa Didik.

    “Ada ‘nyanyian’ dari keterangan tersangka Kasat Narkoba. Kemudian Kapolres dipanggil, dilakukan pemeriksaan internal,” ujar Kombes Zulkarnain Harahap, Kepala Subdirektorat III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

    Dari pemeriksaan, Didik mengakui memiliki dan mengonsumsi sabu. Divisi Propam Polri bersama Bareskrim kemudian mengamankan barang bukti berupa sekoper narkoba yang semula berada di rumah Didik, lalu dipindahkan melalui seorang polwan Polres Tangerang Selatan, Aipda Dianita Agustina.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?