Koleksi Vintage yang Mengubah Hobi Jadi Investasi
Luki Permana, seorang penghobi dan kolektor barang-barang vintage di Desa Kedungwringin, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, memiliki kumpulan benda-benda bernilai historis yang mencapai lebih dari 1.000 unit. Mulai dari kamera jadul hingga mainan era 50-an hingga 90-an, koleksinya menjadi bukti bahwa hobi bisa bertransformasi menjadi sumber cuan.
Awal Mula Koleksi
Hobi Luki dimulai secara serius pada tahun 2018 sebagai bentuk “balas dendam” masa kecilnya yang serba kekurangan. Ia mengakui dulu tidak mampu membeli berbagai barang populer pada era 1990-an. Kini, ia justru dikelilingi ribuan benda nostalgia yang sempat tak bisa ia miliki saat kecil.
Salah satu benda yang paling berkesan baginya adalah jam weker dari era 1970-an yang ia temukan di tempat rongsokan saat mencari sepeda bekas. Dari situlah kebiasaan mengoleksi barang vintage berkembang pesat.
Kamera Abad Sembilanbelas
Kini, kamera menjadi koleksi yang paling dominan dalam gudang Luki. Ia memperkirakan jumlah kameranya mencapai sekitar 300 unit dari berbagai jenis. Kamera paling tua dalam koleksinya adalah Folding Kodak A1 dari akhir abad ke-19, sekitar tahun 1890-an. Kamera lipat tersebut dulunya digunakan untuk keperluan dokumentasi perusahaan, seperti pabrik gula, kereta api, serta dokumentasi foto pada era 1950-an.
Ia mendapatkan kamera tersebut melalui komunitas di Facebook. Selain kamera, ia juga menyimpan berbagai dokumentasi foto kota Purwokerto, termasuk foto medium format dan kamera TLR (Twin Lens Reflex).
Koleksi Lainnya
Selain kamera, Luki juga memiliki berbagai kaset pita, di antaranya rekaman Benyamin Sueb dari era 1950-an dan kaset Rhoma Irama yang ditemukan di lapak loak. Koleksi lainnya meliputi sekitar 400 kaset pita, koper lawas, perlengkapan audio, konsol game lama, hingga majalah fashion jadul.
Hobi Jadi Investasi
Pada awal menekuni hobi ini sekitar 2018, harga barang-barang vintage masih relatif murah. Namun sekarang, harga barang sejenis sudah jauh lebih mahal. Meski lebih banyak mengoleksi, Luki juga sesekali menjual barang tertentu, terutama jika memiliki barang yang sama. “Dulu saya punya dua, jadi yang satu dijual,” katanya.
Menurutnya, hobi ini juga bisa menjadi bentuk investasi. Saat ini, kamera-kamera tertentu, termasuk kamera digital lawas, sedang tren dan banyak dicari. Ia pun kadang menjual kamera, meski untuk mainan dan kaset, ia lebih memilih menyimpannya sebagai koleksi pribadi.
Rencana Masa Depan
Luki mengaku sempat terpikir untuk membuat galeri, namun terkendala biaya yang cukup besar. Meski begitu, koleksinya kerap dikunjungi teman-teman, bahkan ada mahasiswa yang datang untuk keperluan penelitian atau skripsi tentang fotografi analog.
Bagi Luki, hobi ini bukan sekadar kesenangan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan. Kini, di usianya yang menginjak 30 tahun, ia tetap konsisten mengoleksi barang-barang dari era yang bukan zamannya, meski awalnya sempat dimarahi orang tua karena dianggap memakan tempat.



