Kenaikan Aksi Perampokan di Banyumas Menjelang Ramadan
Menjelang bulan puasa, tingkat kejahatan di beberapa daerah mengalami peningkatan. Salah satunya terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dalam sepekan terakhir, dua kasus perampokan terjadi di dua kecamatan berbeda, yaitu Sumbang dan Kebasen. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan menjadi perhatian serius dari pihak kepolisian setempat.
Kasus Perampokan di Desa Kotayasa
Pada Senin (9/2/2026), sebuah aksi perampokan terjadi di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang. Empat pelaku masuk ke dalam rumah yang dihuni oleh pasangan suami istri beserta dua anaknya. Mereka menyekap seluruh penghuni rumah dan kemudian membawa kabur uang tunai serta barang berharga. Kejadian ini menunjukkan bahwa para pelaku tidak ragu untuk melakukan tindakan kekerasan guna mencapai tujuan mereka.
Perampokan di Desa Karangsari
Beberapa hari kemudian, pada Minggu (15/2/2026) dini hari, kembali terjadi perampokan di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen. Dalam kasus ini, dua pelaku menyekap Parsiti (66 tahun), seorang warga desa. Mereka kemudian menganiaya korban dan membawa kabur uang tunai senilai Rp7,35 juta, emas, serta kartu ATM beserta PIN-nya.
Desa Karangsari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Kebasen. Secara geografis, desa ini terletak di bagian selatan Banyumas dan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Cilacap. Jaraknya dari ibu kota kabupaten, Kota Purwokerto, sekitar 40 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 40–45 menit menggunakan kendaraan darat.
Lokasi desa ini berada di kawasan pedesaan yang didominasi oleh area permukiman dan lahan pertanian. Topografi wilayahnya berupa perbukitan dan dataran bergelombang dengan ketinggian sekitar 300–500 meter di atas permukaan laut. Hal ini membuat udaranya relatif sejuk dan sebagian wilayah memiliki kemiringan lereng yang cukup curam. Karakteristik geografis ini memengaruhi pola permukiman warga dan potensi pertanian sebagai mata pencaharian utama.
Respons Polresta Banyumas
Kasus perampokan ini mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian setempat. Petugas meningkatkan patroli keamanan dan mengimbau kepada warga untuk lebih waspada. Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi menjelaskan bahwa para pelaku yang berjumlah dua orang masuk sekitar pukul 00.50 WIB. Saat itu, Parsiti dan anaknya sedang tidur.
Namun, Parsiti terbangun karena mendengar suara gemuruh di ruang tamu. Ia kemudian mengecek ruang tamu dan langsung dianiaya oleh para pelaku. Korban kemudian diikat menggunakan lakban dan diancam dengan senjata tajam jenis celurit. Setelah melumpuhkan Parsiti, pelaku juga melumpuhkan anaknya.
Setelah menggasak uang dan perhiasan, para pelaku langsung kabur. Parsiti akhirnya berhasil melepaskan ikatan lakban dan meminta tolong kepada tetangganya. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke polisi dan perangkat desa setempat.
Langkah Antisipasi dan Edukasi
Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Reskrim bersama SPKT Polsek Kebasen langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis dan Tim Resmob. Petrus menjelaskan bahwa saat ini pihaknya terus mengintensifkan pengumpulan keterangan dari pelapor maupun para saksi sekaligus memburu keberadaan terduga pelaku.
Sebagai langkah antisipasi, Polresta Banyumas bersama jajaran Polsek meningkatkan intensitas patroli pada jam rawan di kawasan permukiman, pertokoan, serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengaktifkan satkamling sebagai langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas di lingkungan tempat tinggal.
Jajaran Polresta Banyumas juga bekerja sama dengan unsur pemerintah desa dan elemen masyarakat guna mengedukasi pentingnya kewaspadaan lingkungan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi risiko kejahatan dan menciptakan suasana yang aman bagi masyarakat.



