Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 2 Juli 2026
Trending
  • BPTD Bali Tak Jawab Substansi Dugaan SBU dan SKP, Hanya Jelaskan Mekanisme E-Katalog
  • Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo
  • Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol
  • Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi
  • Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Ramalan Zodiak Sagitarius dan Capricorn 25 Juni 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Investasi Rp 82 Triliun dan Konflik Agraria Rempang, Prabowo Diminta Bersikap Jelas
  • 4 Kandidat Kuat Gantikan Adam Pryzbek di Persib: Semua Bintang, Tapi Rela Duet dengan Mantan Persija?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Mayat Siswi SMP Ditemukan Membusuk, Dibunuh Teman Dekat karena Sakit Hati
Hukum

Mayat Siswi SMP Ditemukan Membusuk, Dibunuh Teman Dekat karena Sakit Hati

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penemuan Mayat di Eks Kampung Gajah Wonderland

Seorang pelajar SMPN 26 Bandung, berinisial ZAAQ (14), ditemukan tewas di area eks obyek wisata Kampung Gajah Wonderland, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk, dengan sejumlah luka tusuk yang menunjukkan adanya kekerasan.

Penemuan ini dilakukan oleh sekelompok konten kreator horor yang sedang membuat konten di kawasan bekas obyek wisata tersebut pada Jumat (13/2/2026) malam. Mereka awalnya menyusuri area terbengkalai untuk pengambilan gambar, tetapi bau menyengat mengarahkan mereka ke satu titik hingga menemukan jasad manusia tergeletak.

Petugas kepolisian kemudian datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara awal. Saat itu, identitas korban belum diketahui. Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan Pelaku Pembunuhan

Pengembangan penyelidikan mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Unit Resmob Satreskrim Polres Cimahi berhasil menemukan pelaku dan tempat persembunyian mereka dalam waktu kurang dari 24 jam setelah mayat ditemukan. Dua remaja yang diduga sebagai pelaku, yakni YA (16) dan AP (17), ditangkap di Desa Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2/2026) malam.

Dari hasil pemeriksaan, korban teridentifikasi sebagai ZAAQ, pelajar SMP Negeri 26 Kota Bandung. Polisi memastikan korban dibunuh lima hari sebelum jasadnya ditemukan. Menurut keterangan polisi, korban dihabisi pada hari Senin sore, dan jasadnya baru ditemukan oleh saksi yang sedang live media sosial pada Jumat malam.

Setelah melakukan penyerangan, kedua pelaku melarikan diri ke Tasikmalaya, lalu berpindah ke Garut hingga akhirnya ditangkap aparat.

Pembunuhan Terencana

Polisi menyatakan bahwa pembunuhan tersebut telah direncanakan sebelumnya. YA datang dari Garut dengan tujuan menemui korban bahkan sudah membawa pisau sejak perjalanan. Dari pengakuan pelaku, rencana pertemuannya dengan korban sebenarnya disusun YA dua hari sebelum pembunuhan terjadi.

“Jadi, sebetulnya YA ini ingin menemui korban sejak hari Sabtu (7/2/2026), cuma tersangka AP ini masih ada pekerjaan sebagai tukang dekorasi di nikahan sehingga mereka baru bisa ke Bandung hari Senin,” ungkap Niko saat gelar perkara, Minggu (15/2/2026).

Keduanya berangkat bersama ke Bandung. Setelah bertemu di sekitar sekolah korban, YA mengajak ZAAQ menuju area bekas tempat wisata. AP menunggu di bagian luar lokasi. Sementara tersangka AP menunggu di bagian luar. Perlu diketahui, tersangka YA ini sudah membawa pisau di motornya. Kemudian, pisaunya dimasukkan ke jaketnya.

Di lokasi kejadian, percakapan di antara keduanya memicu cekcok. YA memukul kepala korban menggunakan botol hingga korban terluka dan terjatuh. Setelah itu, penusukan dilakukan berulang kali ke bagian perut.

“Setelah korban terjatuh tetapi masih dalam keadaan sadar, tersangka lalu menghujamkan pisau yang dibawanya sebanyak delapan kali ke arah perut. Tersangka kemudian meninggalkan korban dalam keadaan masih hidup,” ujar Niko.

Usai penyerangan, YA membawa ponsel dan jaket korban lalu kembali ke Garut bersama AP. Ponsel korban kemudian digunakan pelaku untuk mengirim pesan kepada keluarga dan teman korban dengan narasi seolah terjadi penculikan.

Motif Pembunuhan

Motif pembunuhan disebut dipicu sakit hati setelah korban memutus hubungan pertemanan dengan pelaku. Dari keterangan penyidik, keduanya telah saling mengenal sekitar tiga tahun dan memiliki hubungan dekat sebagai teman.

“Tersangka ini mengaku sakit hati terhadap korban, di mana korban memberikan pernyataan sikap yaitu memutus hubungan pertemanan mereka,” ungkap Niko.

Pelaku merasa kecewa dengan sikap korban yang memutuskan pertemanan mereka. Kekesalan itu memuncak sampai lahir rasa ingin menghabisi korban. “Dalam keadaan sakit hati itu, pelaku berangkat ke Bandung menyusul korban, tapi memang dengan niat memang membunuh korban. Dia diantar oleh saudaranya AP, mereka berangkat hari Senin,” ujar Niko.

Menurut polisi, hubungan korban dan pelaku sudah diketahui keluarga. Mereka sebelumnya bersekolah di Garut sebelum korban pindah ke Bandung. “Dulu di Garut, mereka sempat berselisih, lalu korban pindah ke Bandung. Tapi, meskipun di Bandung, mereka (korban dan pelaku) rutin bertemu,” sebut Niko.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 80 Ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 459 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman yang diberikan adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Polisi Tampar Badut Saat Bawa Motor, Akhirnya Damai dengan Rp 150 Ribu

25 Juni 2026

Nasib Polisi yang Tampar Badut, Kini Damai Setelah Bayar Rp150 Ribu

25 Juni 2026

Pengukuhan Pengurus AK3L Kepri 2026-2031 untuk Kurangi Kecelakaan Konstruksi

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Bali Tak Jawab Substansi Dugaan SBU dan SKP, Hanya Jelaskan Mekanisme E-Katalog

2 Juli 2026

Momen Langka, Sherly Bertemu Diri Sendiri, Gubernur Malut Berenang Bersama Hiu Paus di Gorontalo

30 Juni 2026

Harry Kane Lega, Peramal Ghana Akui Hentikan Kutukan Gol

30 Juni 2026

Promo Krakatau Park 2026: Tiket Gratis untuk Siswa Berprestasi

30 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?