Penemuan Jasad Remaja di Lokasi Eks Wisata yang Mengejutkan
Sebuah penemuan jasad remaja yang sangat mengejutkan terjadi di lokasi eks wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Jasad tersebut ditemukan oleh sekelompok kreator konten horor yang sedang melakukan syuting di area tersebut. Penemuan ini berawal dari sebuah kejadian tak terduga yang membuat mereka merasa tidak nyaman dan akhirnya menemukan sesuatu yang sangat mengerikan.
Awal Penemuan yang Mencurigakan
Pada Jumat (13/2/2026) malam, tim Tiktoker yang tergabung dalam kelompok bernama Tim Trobos Mitos (TTM) datang ke lokasi eks wisata Kampung Gajah. Mereka awalnya datang untuk syuting konten horor. Namun, saat tiba di lokasi, mereka mengalami beberapa hal yang mencurigakan.
Anggota TTM mengaku bahwa mereka datang dari Banten pada Kamis malam. Perjalanan mereka cukup berat karena mobil mereka mogok dan harus diderek ke Bandung. Meskipun begitu, mereka tetap memutuskan untuk pergi ke Bandung Barat setelah mendapatkan firasat aneh.
Bau Tak Sedap yang Mengganggu
Saat tiba di lokasi, anggota TTM langsung mencium bau tak sedap. Awalnya mereka mengira itu adalah bau bangkai hewan seperti tikus. Namun, bau tersebut semakin menyengat dan membuat mereka tidak nyaman. Salah satu anggota TTM mencari sumber bau dan menemukan seekor kucing mati. Namun, bau tak sedap tetap tercium meski kucing tersebut sudah dibuang.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk mencari sumber bau yang lebih kuat. Setelah beberapa kali mencari, mereka menemukan sumber bau tersebut. Saat itu, salah satu anggota TTM melihat jasad remaja yang tergeletak di lokasi tersebut.
Kesadaran Awal dan Reaksi Anggota TTM
Awalnya, anggota TTM mengira korban adalah perempuan karena melihat dari belakang. Namun, setelah melihat dari depan, mereka sadar bahwa korban adalah laki-laki. Kejadian ini membuat mereka kaget dan langsung merekam penemuan tersebut agar tidak dicurigai sebagai penyebab kematian korban.
Setelah menemukan jasad tersebut, anggota TTM segera memanggil petugas keamanan setempat dan Ketua RT. Akhirnya, polisi berhasil mengidentifikasi jasad tersebut sebagai ZAAQ, seorang siswa SMPN 26 Bandung berusia 14 tahun.
Kronologi Pembunuhan yang Mengerikan
Pembunuhan ZAAQ bukanlah aksi spontan. Pelaku YA (16) dan APM (17) telah merencanakan aksi tersebut sejak Sabtu (7/2/2026). Rencana mereka sempat gagal karena APM sedang sibuk mendekorasi tempat pernikahan. Namun, rencana tersebut akhirnya terealisasi dua hari kemudian.
Pada Senin (9/2/2026), YA dan APM berangkat dari Garut menuju Bandung untuk menjemput korban tepat saat jam pulang sekolah. Di lokasi yang sepi, mereka membawa senjata tajam dan menyerang korban. Korban mengalami luka kepala akibat botol yang ditemukan di lokasi dan delapan tusukan di bagian perut yang menyebabkan pendarahan hebat.
Setelah menghabisi nyawa ZAAQ, kedua pelaku langsung melarikan diri kembali ke Garut. Jasad ZAAQ baru ditemukan lima hari kemudian, Jumat (13/2/2026) malam, oleh dua orang konten kreator yang tengah melakukan syuting di area terbengkalai tersebut.
Penangkapan Pelaku dan Motif Pembunuhan
Berdasarkan hasil olah TKP dan penyidikan Tim Resmob Cimahi, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku. YA dan APM akhirnya ditangkap di Kabupaten Garut pada Minggu (15/2/2026) dini hari.
Motif pembunuhan ZAAQ diketahui karena sakit hati. Korban memberikan pernyataan sikap bahwa ia ingin menghentikan atau memutus hubungan pertemanan dengan pelaku. Rasa sakit hati yang mendalam itu berubah menjadi rencana jahat.
Ancaman Hukuman Berat
Meskipun YA masih berusia remaja, polisi tetap menjeratnya dengan pasal-pasal berat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru) serta Undang-Undang Perlindungan Anak. YA dan rekannya dijerat Pasal 459 KHUP dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau paling lama 20 tahun. Selain itu, Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak juga diterapkan.
Saat ini, YA masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cimahi untuk mendalami kronologi lengkap saat ia mengeksekusi teman lamanya tersebut.



