Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Hukum»Dua Rumah Warga Banyumas Dirampok dalam Seminggu: Pelaku Masuk Melalui Jendela dengan Senjata Tajam
    Hukum

    Dua Rumah Warga Banyumas Dirampok dalam Seminggu: Pelaku Masuk Melalui Jendela dengan Senjata Tajam

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover18 February 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Perampokan di Banyumas: Dua Kasus Serupa dengan Modus yang Sama

    Dalam sepekan terakhir, wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kembali menjadi sasaran aksi perampokan. Dua kejadian berbeda terjadi dalam waktu dekat, dengan modus serupa dan korban yang mengalami trauma akibat tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para pelaku.

    Perampokan Pertama di Kotayasa

    Perampokan pertama terjadi di rumah Nurgiyanti (39) di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, pada dini hari Senin (9/2/2026). Saat itu, empat penghuni rumah sedang tidur. Dua orang tak dikenal masuk melalui jendela kamar yang dicongkel. Mereka kemudian mengikat tangan Nurgiyanti dan meminta dia serta anak bungsinya keluar dari kamar.

    Di luar kamar, suami Nurgiyanti, Kodrat (41), sudah dalam kondisi terikat. Anak sulungnya, Luigi (14), sempat memberikan perlawanan. Saat itu, dua pelaku menindihnya di atas tempat tidur. Salah satu pelaku menekan kepala, sementara yang lain menahan kakinya. Wajah anaknya dibekap menggunakan bantal hingga mengeluarkan darah dari hidung.

    Nurgiyanti memohon kepada para pelaku agar berhenti, tetapi mereka hanya memintanya diam dan tidak berteriak. Akibat kejadian ini, para pelaku membawa kabur uang senilai Rp12 juta, termasuk uang arisan dan uang milik anak-anak. Selain itu, perhiasan emas seperti kalung, cincin, dan anting juga raib, beserta tiga unit ponsel.

    Perampokan Kedua di Kebasen

    Beberapa hari setelah perampokan di Kotayasa, kasus serupa terjadi di rumah Parsiti (70) di Karangsari, Kecamatan Kebasen. Perampokan terjadi tengah malam pada Sabtu (14/2/2026), namun baru dilaporkan ke polisi pada dini hari Minggu (15/2/2026).

    Para pelaku masuk lewat jendela depan rumah. Saat pemilik rumah terbangun dan memergoki aksi mereka, salah satu pelaku bertanya, “Mau hidup atau mati?” Setelah itu, korban dipukuli dan diikat menggunakan lakban. Dari informasi yang diperoleh, para pelaku berhasil membawa uang tunai, emas hampir 100 gram, serta tiga kartu ATM bersama PIN-nya.

    Modus dan Senjata Tajam yang Digunakan

    Kedua perampokan ini sama-sama menggunakan senjata tajam sebagai alat ancaman. Di Kotayasa, para pelaku membawa kapak, sabit, pisau, dan linggis kecil. Sementara itu, di Kebasen, para pelaku menggunakan celurit. Senjata tajam ini digunakan untuk mengancam para korban dan memastikan mereka tidak melakukan perlawanan.

    Ciri-Ciri Pelaku dan Pengungkapan Kasus

    Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kedua kasus ini. Dari keterangan korban, diketahui bahwa para pelaku menggunakan masker dan memiliki logat yang berbeda saat berbicara. Di Kotayasa, dua dari empat pelaku memiliki logat Jawa, sementara dua lainnya berbicara dalam bahasa Indonesia. Sementara itu, di Kebasen, para pelaku menggunakan logat ngapak.

    Polresta Banyumas telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi. Kapolsek Sumbang AKP Basuki menyatakan bahwa polisi terus mengumpulkan bukti dan mencari keberadaan terduga pelaku. Kepala Dusun Karangsari, Ikung, juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

    Kesimpulan

    Dua perampokan di Banyumas menunjukkan bahwa para pelaku menggunakan metode serupa dan sangat berbahaya. Korban mengalami trauma fisik maupun psikologis. Polisi terus berupaya untuk menemukan identitas pelaku dan memastikan keadilan bagi para korban. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan rumah, terutama saat jam istirahat.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan, Mantan Manajer Sarwendah: Dia Tak Pernah Berniat Jahat

    31 August 2026

    Direktur Polipangkep Lulus Uji Kompetensi CRA dan CRP, Kuatkan Tata Kelola Berbasis Risiko

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?