Kesalahan Wasit yang Menghebohkan
Seorang wasit asal Italia, Federico La Penna, membuat kesalahan besar dalam pertandingan antara Inter Milan dan Juventus di Liga Italia. Kejadian ini menimbulkan banyak perdebatan dan kritik terhadap penunjukan La Penna sebagai wasit dalam laga yang sangat penting.
La Penna belum memiliki lisensi UEFA atau FIFA, meskipun telah mengantungi 96 pertandingan Serie A dalam CV-nya. Meski begitu, ia hanya dikenal sebagai wasit domestik dan belum pernah memimpin pertandingan level elite Eropa. Hal ini menjadi pertanyaan besar mengapa ia dipilih untuk memimpin laga antara dua tim raksasa Italia.
Pertandingan tersebut menarik perhatian jutaan penggemar di seluruh dunia. Tensi antara Inter Milan dan Juventus sangat tinggi, sehingga biasanya wasit yang ditunjuk adalah orang dengan pengalaman di level kontinental atau dunia. Namun, La Penna justru menjadi pilihan, yang akhirnya berujung pada blunder besar.
Kritik dan Penyesalan dari Mantan Pemain
Kesalahan La Penna mencolok ketika ia memberikan kartu kuning kedua dan kemudian kartu merah kepada Pierre Kalulu dari Juventus. Ia menganggap bahwa pemain Juventus itu melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni dari Inter Milan. Padahal, Bastoni sebenarnya melakukan diving, dan La Penna tertipu meskipun insiden tersebut terjadi di depan matanya.
Mantan bek dan direktur Juventus, Giorgio Chiellini, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan La Penna. “Ini mengecewakan, jelas sekali La Penna tidak sanggup memimpin pertandingan sebesar ini,” kata Chiellini seperti dikutip dari Football Italia.
Belakangan, Gianluca Rocchi, penunjuk wasit Liga Italia, mengakui bahwa La Penna telah melakukan kesalahan. “Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk insiden tersebut,” ujar Rocchi seperti dikutip dari ANSA. Ia juga menyebut bahwa keputusan La Penna jelas keliru dan tidak menggunakan VAR dengan benar.
Alasan Penunjukan La Penna
Meski ada keraguan sejak awal, Rocchi memilih La Penna karena performanya yang meningkat dalam kompetisi 2025-2026. Jika sukses dalam laga besar ini, karier La Penna bisa terus naik dan menjadi wasit UEFA-FIFA berikutnya dari Italia.
Rocchi juga memilih La Penna karena karakteristiknya mirip dengan Daniele Doveri, yang dianggap sebagai arbitro terbaik di Italia saat ini. Doveri dikenal mampu meminimalisasi penggunaan peluit agar pertandingan berlangsung lebih efektif.
Dampak bagi Karier La Penna
Sayangnya, kesalahan La Penna kini mengancam semua usaha yang telah ia lakukan untuk membangun reputasi sepanjang musim ini. Seperti dilaporkan oleh Gazzetta dan Repubblica, La Penna tampaknya akan ditepiskan oleh AIA (Asosiasi Wasit Italia) untuk jangka waktu yang tidak sebentar.
Setelah disetrap selama beberapa pekan, La Penna mungkin akan diturunkan bertugas hanya di Serie B atau menjadi VAR dalam pertandingan Serie A berikutnya. Ini merupakan langkah yang sangat mengecewakan bagi dirinya dan para pendukungnya.



