Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Februari 2026
Trending
  • 10 pilihan bus Jakarta-Surabaya full tol: Nyaman, murah, lengkap
  • Ramalan Imlek 2026: 6 Zodiak Paling Beruntung dan Kaya Mendadak di Tahun Kuda Api
  • Hukum Shalat Lima Waktu bagi Orang Sakit, Soal Fiqih Kelas 3 SD Semester 2
  • Empat mobil bekas LCGC irit untuk mudik, mulai Rp 60 juta
  • Laporan BPK Belum Diserahkan, Kubu Hari Karyuliarto Laporkan Jaksa KPK ke Dewas
  • ASN Libur Lebaran 2026 Lebih Lama, Cek Jadwal Cuti Bersama dan Tanggal Merah
  • Jangan-jangan kembali gagal juara, trauma akhir musim menghantui Arsenal
  • Rekomendasi mobil bekas di bawah 100 juta untuk mudik Lebaran 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Relokasi 40 Persen Produksi Chip ke AS Dianggap Tidak Masuk Akal oleh Taiwan
Ekonomi

Relokasi 40 Persen Produksi Chip ke AS Dianggap Tidak Masuk Akal oleh Taiwan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pemerintah Taiwan Menolak Gagasan Pemindahan Rantai Pasok Semikonduktor ke Amerika Serikat

Pemerintah Taiwan menyampaikan pandangan bahwa gagasan memindahkan 40 persen rantai pasok semikonduktor atau kapasitas produksi chip ke wilayah Amerika Serikat (AS) adalah “mustahil”. Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun mengungkapkan posisi tersebut saat berada di Washington dan kembali menegaskannya dalam wawancara dengan media lokal pada Minggu (8/2/2026). Ia menjelaskan bahwa ekosistem semikonduktor Taiwan telah dibangun selama puluhan tahun, sehingga tidak bisa dipindahkan begitu saja ke negara lain. Cheng menekankan bahwa ekspansi global, termasuk investasi di AS, hanya dapat dilakukan bila industri tetap berakar kuat di Taiwan sambil meningkatkan produksi domestik. Dengan demikian, perusahaan lebih tepat menambah investasi saat berekspansi ketimbang mengalihkan persentase kapasitas tertentu.

AS Dorong Pemindahan Kapasitas Produksi Melalui Kesepakatan Dagang

Pernyataan Cheng bertentangan dengan sikap Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam wawancara beberapa bulan lalu, tak lama setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS-Taiwan ditandatangani. Lutnick sebelumnya menyebut target pemerintahannya adalah memindahkan 40 persen seluruh rantai pasok chip Taiwan ke AS selama masa jabatan Presiden AS, Donald Trump. Ia menyatakan rencana untuk membangun taman industri semikonduktor raksasa di Amerika dan menyebut uang muka sebesar 500 miliar dolar AS sebagai langkah awal untuk membawa pulang semikonduktor tersebut.

Selain itu, Lutnick juga mengingatkan perusahaan Taiwan yang enggan membangun fasilitas di AS berisiko dikenai tarif 100 persen sesuai ancaman Trump sebelumnya. Melalui kesepakatan dagang tersebut, perusahaan Taiwan berkomitmen menanamkan investasi langsung sebesar 250 miliar dolar AS di AS dengan dukungan jaminan kredit pemerintah dalam jumlah sama.

Sebagai timbal balik, AS memangkas batas tarif maksimum menjadi 15 persen dari ancaman sebelumnya 20 persen atau lebih, menghapus bea untuk obat generik beserta bahan bakunya dan komponen pesawat, serta menambah kuota ekspor bebas tarif bagi chip Taiwan.

TSMC Perluas Investasi Manufaktur di Amerika

Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontrak terbesar dunia, telah menyatakan komitmen investasi lebih dari 65 miliar dolar AS untuk fasilitas manufaktur di AS dengan target total mencapai 165 miliar dolar AS. Dukungan hibah dari CHIPS and Science Act dimanfaatkan untuk memproduksi chip paling mutakhir bagi klien utama seperti Apple dan Nvidia.

Perusahaan ini menargetkan produksi chip 3-nanometer dimulai di fasilitas mega fab Arizona pada 2027 dengan total belanja diperkirakan mencapai 165 miliar dolar AS. Di dalam negeri, produksi massal chip 2 nanometer telah berlangsung di Kaohsiung sejak tahun lalu. TSMC juga melaporkan pendapatan Januari sebesar 12,7 miliar dolar AS, meningkat 37 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi rekor bulanan tertinggi yang didukung oleh lonjakan permintaan chip AI.

Analis Soroti Hambatan Relokasi Besar-Besaran

Sejumlah analis memandang target pemindahan kapasitas produksi dari Washington sangat menantang karena berbagai kendala struktural. Hambatan itu meliputi kekurangan tenaga kerja di AS, ongkos produksi yang lebih tinggi, rantai pasok yang terfragmentasi, hingga rendahnya utilisasi peralatan canggih akibat terbatasnya tenaga terampil tingkat menengah dan tinggi.

Arisa Liu dari Taiwan Industry Economics Services menyatakan bahwa memaksa hampir 40 persen kapasitas dipindahkan ke AS akan menimbulkan gangguan ekosistem yang sangat serius serta menaikkan biaya secara eksponensial. Sementara itu, Gary Ng dari Natixis Corporate and Investment Bank menilai angka 40 persen masih terbuka untuk berbagai tafsir sehingga dampaknya bisa berbeda di tengah ekspansi kapasitas global yang pesat. Ia menggambarkan hal ini sebagai pergeseran geopolitik dari made-in-Taiwan menjadi made-by-Taiwan yang kini juga terjadi di AS, Jepang, dan Eropa.

Di sisi lain, Taiwan menerapkan kebijakan N-2 yang mengharuskan fasilitas di luar negeri, termasuk di AS, memakai teknologi minimal dua generasi di bawah proses paling mutakhir yang tetap dipertahankan di Taiwan. Para pengamat geopolitik juga mengemukakan teori Silicon Shield yang menilai posisi sentral Taiwan dalam rantai pasok chip global menjadi faktor strategis bagi perlindungan kedaulatan pulau tersebut di tengah klaim China, sementara Departemen Perdagangan AS belum memberikan tanggapan atas pernyataan Cheng.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramalan Imlek 2026: 6 Zodiak Paling Beruntung dan Kaya Mendadak di Tahun Kuda Api

14 Februari 2026

Perhatikan Baik-Baik! 12 Shio Ini Akan Dapat Bulan Keuangan Terbaik di Tahun Baru Imlek 2026

14 Februari 2026

6 Shio Paling Beruntung dan Kaya Mendadak Mulai 14 Februari 2026, Cuan Berkali Lipat!

14 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

10 pilihan bus Jakarta-Surabaya full tol: Nyaman, murah, lengkap

15 Februari 2026

Ramalan Imlek 2026: 6 Zodiak Paling Beruntung dan Kaya Mendadak di Tahun Kuda Api

14 Februari 2026

Hukum Shalat Lima Waktu bagi Orang Sakit, Soal Fiqih Kelas 3 SD Semester 2

14 Februari 2026

Empat mobil bekas LCGC irit untuk mudik, mulai Rp 60 juta

14 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?