Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Monday, 12 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Relokasi 40 Persen Produksi Chip ke AS Dianggap Tidak Masuk Akal oleh Taiwan
    Ekonomi

    Relokasi 40 Persen Produksi Chip ke AS Dianggap Tidak Masuk Akal oleh Taiwan

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover14 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Pemerintah Taiwan Menolak Gagasan Pemindahan Rantai Pasok Semikonduktor ke Amerika Serikat

    Pemerintah Taiwan menyampaikan pandangan bahwa gagasan memindahkan 40 persen rantai pasok semikonduktor atau kapasitas produksi chip ke wilayah Amerika Serikat (AS) adalah “mustahil”. Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun mengungkapkan posisi tersebut saat berada di Washington dan kembali menegaskannya dalam wawancara dengan media lokal pada Minggu (8/2/2026). Ia menjelaskan bahwa ekosistem semikonduktor Taiwan telah dibangun selama puluhan tahun, sehingga tidak bisa dipindahkan begitu saja ke negara lain. Cheng menekankan bahwa ekspansi global, termasuk investasi di AS, hanya dapat dilakukan bila industri tetap berakar kuat di Taiwan sambil meningkatkan produksi domestik. Dengan demikian, perusahaan lebih tepat menambah investasi saat berekspansi ketimbang mengalihkan persentase kapasitas tertentu.

    AS Dorong Pemindahan Kapasitas Produksi Melalui Kesepakatan Dagang

    Pernyataan Cheng bertentangan dengan sikap Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam wawancara beberapa bulan lalu, tak lama setelah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS-Taiwan ditandatangani. Lutnick sebelumnya menyebut target pemerintahannya adalah memindahkan 40 persen seluruh rantai pasok chip Taiwan ke AS selama masa jabatan Presiden AS, Donald Trump. Ia menyatakan rencana untuk membangun taman industri semikonduktor raksasa di Amerika dan menyebut uang muka sebesar 500 miliar dolar AS sebagai langkah awal untuk membawa pulang semikonduktor tersebut.

    Selain itu, Lutnick juga mengingatkan perusahaan Taiwan yang enggan membangun fasilitas di AS berisiko dikenai tarif 100 persen sesuai ancaman Trump sebelumnya. Melalui kesepakatan dagang tersebut, perusahaan Taiwan berkomitmen menanamkan investasi langsung sebesar 250 miliar dolar AS di AS dengan dukungan jaminan kredit pemerintah dalam jumlah sama.

    Sebagai timbal balik, AS memangkas batas tarif maksimum menjadi 15 persen dari ancaman sebelumnya 20 persen atau lebih, menghapus bea untuk obat generik beserta bahan bakunya dan komponen pesawat, serta menambah kuota ekspor bebas tarif bagi chip Taiwan.

    TSMC Perluas Investasi Manufaktur di Amerika

    Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontrak terbesar dunia, telah menyatakan komitmen investasi lebih dari 65 miliar dolar AS untuk fasilitas manufaktur di AS dengan target total mencapai 165 miliar dolar AS. Dukungan hibah dari CHIPS and Science Act dimanfaatkan untuk memproduksi chip paling mutakhir bagi klien utama seperti Apple dan Nvidia.

    Perusahaan ini menargetkan produksi chip 3-nanometer dimulai di fasilitas mega fab Arizona pada 2027 dengan total belanja diperkirakan mencapai 165 miliar dolar AS. Di dalam negeri, produksi massal chip 2 nanometer telah berlangsung di Kaohsiung sejak tahun lalu. TSMC juga melaporkan pendapatan Januari sebesar 12,7 miliar dolar AS, meningkat 37 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut menjadi rekor bulanan tertinggi yang didukung oleh lonjakan permintaan chip AI.

    Analis Soroti Hambatan Relokasi Besar-Besaran

    Sejumlah analis memandang target pemindahan kapasitas produksi dari Washington sangat menantang karena berbagai kendala struktural. Hambatan itu meliputi kekurangan tenaga kerja di AS, ongkos produksi yang lebih tinggi, rantai pasok yang terfragmentasi, hingga rendahnya utilisasi peralatan canggih akibat terbatasnya tenaga terampil tingkat menengah dan tinggi.

    Arisa Liu dari Taiwan Industry Economics Services menyatakan bahwa memaksa hampir 40 persen kapasitas dipindahkan ke AS akan menimbulkan gangguan ekosistem yang sangat serius serta menaikkan biaya secara eksponensial. Sementara itu, Gary Ng dari Natixis Corporate and Investment Bank menilai angka 40 persen masih terbuka untuk berbagai tafsir sehingga dampaknya bisa berbeda di tengah ekspansi kapasitas global yang pesat. Ia menggambarkan hal ini sebagai pergeseran geopolitik dari made-in-Taiwan menjadi made-by-Taiwan yang kini juga terjadi di AS, Jepang, dan Eropa.

    Di sisi lain, Taiwan menerapkan kebijakan N-2 yang mengharuskan fasilitas di luar negeri, termasuk di AS, memakai teknologi minimal dua generasi di bawah proses paling mutakhir yang tetap dipertahankan di Taiwan. Para pengamat geopolitik juga mengemukakan teori Silicon Shield yang menilai posisi sentral Taiwan dalam rantai pasok chip global menjadi faktor strategis bagi perlindungan kedaulatan pulau tersebut di tengah klaim China, sementara Departemen Perdagangan AS belum memberikan tanggapan atas pernyataan Cheng.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?