Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 11 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Ekonomi»Ekonomi Syariah Tumbuh 6,2 Persen, BI Tingkatkan Kekuatan Indonesia Global
    Ekonomi

    Ekonomi Syariah Tumbuh 6,2 Persen, BI Tingkatkan Kekuatan Indonesia Global

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penguatan Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Transformasi Nasional

    Bank Indonesia menegaskan peran penting ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu pilar strategis dalam transformasi ekonomi nasional. Hal ini dilakukan untuk menghadapi dinamika global serta memperkuat ketahanan jangka panjang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

    Melalui Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) 2030, Bank Indonesia mengarahkan kebijakan untuk mempercepat integrasi Halal Value Chain (HVC) dengan sistem pembiayaan syariah yang lebih dalam, inovatif, dan produktif. Selain itu, fokus juga diberikan pada peningkatan literasi dan inklusi guna meningkatkan skala dan daya saing industri syariah nasional.

    Strategi ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kontribusi sektor syariah terhadap pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, tetapi juga untuk mengakselerasi langkah Indonesia menuju posisi sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

    Komitmen tersebut ditegaskan dalam peluncuran Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2025, Kick-Off Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026, serta penyelenggaraan seminar Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2026 di Bank Indonesia, Jakarta (13/2).

    Momen strategis ini dihadiri oleh para pimpinan Komisi XI DPR RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Ekonomi Kreatif, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), perbankan syariah, dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren).

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan bahwa sektor ekonomi dan keuangan syariah tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional 2025 sebesar 5,11 persen (yoy), sektor HVC tumbuh 6,2% (yoy), ditopang kinerja makanan dan minuman halal, pariwisata ramah muslim, serta modest fashion. Kontribusi HVC terhadap PDB meningkat 155 basis poin, dari 25,45% pada 2024 menjadi 27% pada 2025.

    Di sektor keuangan, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66% (yoy) pada akhir 2025, didukung insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun, atau mencapai 4,49% dari batas 5,5%, per Desember 2025.

    Selain itu, kinerja pembiayaan syariah juga didukung oleh berbagai program akselerasi, termasuk Bulan Pembiayaan Syariah yang pada 2025 mencatat realisasi Rp939 miliar atau 60% di atas target Rp589 miliar.

    “Capaian ini menunjukkan daya tahan dan kontribusi nyata sektor syariah terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Destry dalam sambutan tertulisnya.

    Kinerja positif juga tercermin dari peningkatan pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah yang tumbuh 86,5% (yoy) menjadi USD466 juta. Di sektor keuangan sosial, penyaluran ZIS melalui BAZNAS hingga Triwulan II 2025 mencapai Rp52,5 triliun, meningkat 43% (ytd) dibandingkan dengan 2024 sebesar Rp36,8 triliun. Inovasi blended finance melalui Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) juga tumbuh 22% (yoy) dengan outstanding akhir 2025 sebesar Rp1,4 triliun.

    Peningkatan kinerja tersebut turut ditopang oleh penguatan literasi ekonomi dan keuangan syariah yang kini mencapai 50,18%, hampir dua kali lipat dibandingkan dengan 2023.

    Melalui implementasi Blueprint Eksyar 2030 yang berfokus pada penguatan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan, serta perluasan literasi dan inklusi, Bank Indonesia bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mempercepat transformasi sektor syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan.

    Perkembangan Industri Perbankan Syariah

    Dari sisi industri jasa keuangan, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa industri perbankan syariah mencatat kinerja membanggakan sepanjang 2025. Total aset mencapai all-time high atau tertinggi sepanjang masa pada posisi Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92% (yoy). Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja baik dengan nilai pembiayaan mencapai Rp705,22 triliun atau tumbuh 9,58% yoy.

    Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp892,99 triliun atau tumbuh 10,14% yoy. OJK optimis tren positif ini berlanjut pada 2026, seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mencermati risiko geopolitik dan ketidakpastian global.

    “Momentum ini menjadi modal penting untuk membangun industri perbankan syariah yang semakin resilient dan sustainable,” papar Dian dalam keterangan tertulis.

    Peluncuran Bulan Pembiayaan Syariah (BPS)

    Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga meluncurkan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026 sebagai wadah kolaborasi strategis lintas kementerian, lembaga, dan industri keuangan syariah untuk memperkuat akses pembiayaan sektor riil.

    Kick-Off BPS 2026 ditandai dengan penandatanganan komitmen sinergi bersama 10 kementerian/lembaga, yaitu Bank Indonesia, KNEKS, OJK, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian ATR/BPN.

    Tahun ini, BPS diperkuat untuk menjangkau UMKM, start-up, dan industri halal melalui pelibatan perbankan syariah, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, serta sektor keuangan sosial syariah, didukung oleh optimalisasi platform digital business matching.

    Melalui sinergi tersebut, BPS diharapkan memperkuat keterhubungan antara sektor riil dengan pembiayaan komersial dan sosial syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing.

    Visi Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

    Menuju 2026, arah kebijakan eksyar sesuai Blueprint Ekonomi dan Keuangan Syariah 2030 difokuskan pada visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Konsumen semakin peduli lingkungan, tetapi pilihan produk berkelanjutan masih terbatas

    31 August 2026

    Investasi Asing dan Masa Depan Perumahan Indonesia

    31 August 2026

    Saksi Perjuangan Siswa SD Mencari Ilmu di Bandung Barat

    30 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?